Senin, 29 Desember 2014

KH Minggu 27 sj 72–74; Mazmur. 33: 1 – 22;Mazmur. 31: 1 – 25; Mazmur. 27: 1 – 14; Kisah. 2: 1 – 4; Matius. 28: 16 – 20

Waingapu, 29 Juni 2014

1 Korintus.       6 : 1 – 11
KH Minggu 27 sj 72–74

Saudara – saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Nas kita kebaktian adalah dari Katekhismus Heidelberg Minggu 27? Katekhismus berarti Pengajaran yang disusun dalam bentuk soal jawab. Dan tujuan yang satu-satunya mengapa Katekhismus itu di buat adalah akan mengajar dan membimbing orang-orang Kristen bagaimana mereka dapat mempertahankan dan hidup sesuai dengan Kebenaran Sabda TUHAN terhadap segala kesesatan yang ada.
Saudara-saudara yang kekasih, Dalam Katekhismus minggu 27 kita masih mendapat penjelasan tentang Hal Permandian itu. Dan tiga hal penting yang di jelaskan;
Yang pertama bahwa Permandian itu tidak menyucikan kita dari segala dosa kita
Yang kedua di jelaskan makna dari ungkapan  Kelahiran pula dan pencucian dari dosa-dosa,
Yang ketiga di jelaskan bahwa anak-anak kecil juga harus di permandikan
Saudara-saudara yang kekasih, setiapkali sakramen Permandian dilayani formulir tentang Sakramen Permandian itu selalu dibaca. Kita mendapat penjelasan tentang Permnadian itu. Kemudian Permandian itu dilakukan dimana air di percikkan dan nama Allah Baoa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus (Tritunggal) di sebut. Dan bahwa seseorang di permandikan itu adalah perbuatan ALLAH yang besar, yang TUHAN lakukan di tengah-tengah kita. Karena dengan permandian itu orang tersebut boleh masuk rumah Allah yakni Gereja-Nya. Dia boleh menjadi anggota Gereja-Nya yakni warga Kerajaan Allah. Dan selain dari itu kita mendengar bagaimana orangtua danorang yang dipermandikan mengaku dan berjanji. Khususnya bagi orangtua mereka mengaku dan berjanji akan mendidik dan mengajar anaknya dalam takut akan TUHAN. Pertanyaannya saudara-saudara bagi sendiri apakah sebenarnya Permandian itu? Dan seperti apakah keyakinan kita tentang permandian itu? Adakah saudara punya dasar yang kokoh dan kuat tentang Permandian itu sendiri? Ataukah jangan-jangan kita samasekali tidak punya pegangan dan dasar yang kuat tentang permandian itu? Dalam Minggu 27 ini Pertama-tama di tegaskan bahwa Permandian itu tidak menyucikan kita dari dosa-dosa kita; bukan air itu yang menyucikan kita dari segala dosa kita, yang menyucikan kita dari dosa-dosa kita adalah darah Kristus dan Roh Kudus. Air adalah lambang dari darah Kristus. Dan itu di tegaskan dalam 1 Yoh. 1: 7 yang mengatakan; ……… dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. Juga dalam 1 Kor.6:11 kita membaca; …… Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita. Dari kedua nas ini jelas bahwa kita disucikan oleh darah Kristus dan Roh Kudus. Dan kedua ayat ini adalah Kebenaran yang harus menjadi pegangan atau dasar bagi kita. Dengan kebenaran Firman Tuhan ini kita dapat menolak segala pandangan, ajaran dan pendapat yang tidak sesuai dengan Sabda Tuhan. Kita tidak akan bisa bertahan bila kita tidak punya dasar. Terlebih ketika kita berhadapan dengan kesesatan yang menyusup masuk dalam Gereja. Tidak mudah akan membedakan apakah itu ajaran sesat atau tidak. Sebab pengajar sesat itu sudah meramu sedemikian rupa ajarannya sehingga mudah di terima. Seperti ada ajaran yang membedakan antara Permandian yang benar dan semu. Sepintaslalu itu sangat mudah di terima. Dan tidak mudah dilihat titik kekeliruannya ada dimana sebab mereka menjelaskan.  Permandian yang benar adalah bilamana anak yang dipermandikan dari kecil hingga dewasa menunjukkan tanda-tanda pertobatan yakni hidup sebagai anak Allah. Dan permandian yang semu adalah permandian yang telah dilakukan pada seseorang dari kecil tetapi pada masa pertumbuhan anak tersebut berkanjang dalam dosa. Maka permandian yang dilakukan di nyatakan tidak berlaku dan dianggap sebagai pemborosan air dan karena itu anak tersebut harus di permandikan kembali. Tetapi apakah ini adalah pengajaran yang sesuai dengan Firman Tuhan? Sesungguhnya bukan permandian itu yang salah; Permandian itu Kudus dan suci adanya, yang salah adalah orang yang di permandikan. Karena itu apapun juga keadaannya apakah orang yang di permandikan itu berkanjang dalam dosa atau tidak, permandian tidak perlu di ulang. Alkitab juga tidak pernah mengajarkan bahwa permandian perlu diulang. Hanya orang yang di permandikan, yang tidak sesuai dengan perumusan yang diajarkan Kristus harus di permandikan kembali.
Ajaran yang lain yang tidak kala besar pengaruhnya adalah dalam Gereja Roma Katolik diajarkan bahwa air dalam permandian itu memiliki kuasa yang ajaib yang secara otomatis dapat menyelamatkan orang yang di permandikan. Karena itu dalam Gereja Roma Katolik orang mati harus secepatnya di permandikan. Air Permandian diyakini dapat menyucikan dan menyelamatkan mereka yang di permandikan. Pertanyaannya apakah ajaran seperti itu ada dalam Firman Tuhan? apakah itu diajarkan TUHAN dalam Sabda-Nya? Sesungguhnya tidak ada kuasa apapun dalam air itu. Air itu tidak mengandung kekuatan magis; yang secara otomatis dapat menyelamatkan orang yang di permandikan. Tetapi yang punya kekuatan atau kuasa adalah Darah Kristus dan Roh Kudus Demikian juga dengan apakah permandian itu di lakukan dengan cara selam atau percik tidak penting. Karena apakah  orang itu diselamkan dalam air ataukah air itu di percik saja atasnya; air tetap adalah lambang dari darah Kristus.
Mungkin orang bisa menunjuk pada ayat-ayat Alkitab yang menyebutkan bahwa permandian itu adalah Permandian kelahiran pula dan Pencucian dari dosa-dosa. Orang bisa juga menunjuk pada nas yakni Markus. 16:16. Untuk menentang permandian anak kecil. Tetapi orang lupa bahwa kedua ayat itu menegaskan dan mengajarkan bahwa begitu pasti cara rohani kita dicucikan dari segala dosa-dosa kita sebagaimana kita di bersihkan oleh air itu. Bukan air itu yang membuat orang dilahirkan kembali menjadi manusia baru. Bukan air itu yang menyucikan orang dari dosanya. Biar sepuluh kali atau berulang-ulang kali orang di baptis atau di permandikan ia tidak akan pernah bersih dari dosa. Apakah ia di permandikan cara selam atau percik, tetap saja air tidak menyelamatkan. Air tetap adalah tanda atau lambang dari darah Kristus. Inilah pegangan kita yang berdasarkan Firman TUHAN. Kebenaran ini kita harus miliki supaya kita tidak terombang ambing oleh pelbagai ajaran sesat yang ada saat ini. Sebab banyak saudara yang karena telah di pengaruhi meninggalkan ajaran yang benar itu dan menyerahkan diri untuk di permandikan kembali. Dasar yang tidak kuat dan kokoh membuat siapapun goyah dan rapuh dalam keyakinannya; juga membuat orang dengan mudah meninggalkan ajaran yang benar itu. Karena itu dasar yang kokoh dan kuat perlu kita miliki, bukan saja untuk mempertahankan diri berhadapan dengan pelbagai ajaran yang tidak sesuai dengan Kebenaran Sabda TUHAN. Tetapi lebih dari itu karena hidup sesuai dengan Kebenaran Sabda TUHAN itu adalah sesuatu yang harus terjadi atau yang harus berlangsung dalam hidup kita sebagai anak-anak TUHAN.
Hal yang ketiga di jelaskan tentang permandian anak-anak kecil. Banyak denominasi Gereja yang menolak permandian anak dengan alasan bahwa anak kecil belum dapat mengaku percayanya. Anak-anak kecil hanya diserahkan seperti Yesus juga di serahkan. Mereka lupa bahwa Markus.16:16 itu mengacu pada orang kafir; yang seharusnya lebih dulu percaya baru kemudian di permandikan. Sedangkan anak-anak kecil, yang nota benenya adalah anak-anak orang Kristen tidak perlu lebih dulu mengaku percayanya lalu kemudian di permandikan. Karena mereka telah terhisab dalam Perjanjian Allah atau dengan kata lain karena mereka adalah anak-anak Perjanjian. Perjanjian Allah adalah dasar dari Permandian itu. Kepada mereka juga dijanjikan kelepasan itu. Dan kareka itu mereka itu harus di permandikan.
Mereka lupa bahwa Yesus diserahkan karena Yesus adalah anak Sulung. Dalam PL dijelaskan bahwa setiap anak sulung harus di serahkan kepada TUHAN. Ketentuan itu harus di penuhi oleh Yesus karena Yesus datang untuk menggenapkan ketentuan Torat itu.
Orang lupa bahwa Yesus juga di Sunat. Jika orang beralasan bahwa mereka mau meneladani atau mengikuti jejak Yesus, Maka mereka juga harus memberi dirinya untuk di sunat. Sama seperti sunat demikian juga permandian itu adalah tanda pada Perjanjian Allah.
Saudara-saudara yang kekasih seperti itukah pegangan yang ada pada kita tentang Permandian itu? Kita sudah di permandikan dan karena itu kita adalah anggota-anggota Keluarga Allah. Permandian yang membedakan kita dari orang-orang yang belum mengenal TUHAN. pertanyaannya Masih sadarkah kita bahwa kita adalah keluarga ALLAH? lalu apapkah yang kita buat saat ini sebagai anggota Keluarga ALLAH? Cukupkah dengan apa yang saat ini kita lakukan? Milikilah Kebenaran Sabda Tuhan itu karena hanya Kebenaran Sabda Tuhan yang membawa kita kepada kehidupan.

Amin


 Maudjawa, 24 Juni 2014  
                                                                                                                       
Perbaikan Nikah Ruben Djami Lele dengan Elisabeth Ratu (Lisa)

Mazmur. 33: 1 – 22 

Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Dalam ayat 1-3 Pemazmur mengajak kita untuk memuji TUHAN. Secara  khusus orang-orang benar dan jujur di panggil akan menaikkan puji-pujian kepada TUHAN.
Istilah orang benar dan jujur adalah istilah yang di kenakan kepada mereka yang takut akan TUHAN. Yakni mereka yang hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada perintah-perintah TUHAN.
Mereka yang hidup sepadan/ sesuai dengan Sabda TUHAN.
Memuji dan ber-Mazmur bagi TUHAN adalah merupakan suatu keharusan. Kata pe-Mazmur itu layak bagi anak-anak TUHAN. Jadi selama kita mengklaim bahwa kita adalah anak-anak TUHAN, tidak ada pilihan lain selain dari memuji dan ber-Mazmur bagi TUHAN.  Hidup kita harus penuh dengan Puji-pujian. Rumah tangga kita, pelayanan kita hendaknya penuh dengan puji-pujian bagi TUHAN. Puji-pujian hendaknya menghiasi seluruh aspek kehidupan kita. Bukan hanya di Gereja dan kegiatan-kegiatan Gerejani kita bersemangat untuk memuji TUHAN. Seluruh hidupmu hendaknya penuh dengan puji-pujian kepada TUHAN. Bukan malah rumah tanggamu penuh dan di hiasi dengan lagu-lagu dunia, lagu-lagu dangdut dan lain-lain. Begitu merdu lagu-lagu itu menghiasi rumah tangga dan hidup anak-anak TUHAN. Betapa tidak; Salon dan alat-alat musik lainnya disediakan secara khusus untuk menyajikan lagu-lagu tersebut. Sehingga yang kelihatan bukan Kristus tetapi sosok Rhoma Irama, dan lain-lainnya yang menghiasi hidup kita. Sebagai anak-anak TUHAN perlu kita bertanya diri adakah hidup kita saat ini penuh dengan puji-pujian bagi TUHAN? Benarkah dalam rumah tanggamu lagu puji-pujian bagi TUHAN yang di kumandangkan? Coba lihat berapa persenkah lagu Rohani yang ada di HPmu?
Dan jika hidupmu atau rumah tanggamu sepi; dimana engkau tidak bergairah dan tidak begitu bersemangat untuk memuji TUHAN. Maka kita perlu bertanya diri; mengapa kita tidak melakukan itu? Mengapa kita merasa susah dan begitu berat untuk memuji TUHAN? Ada alasan yang kuat bagi pe-Mazmur mengapa ia mengatakan memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur;
Daud mengatakan Firman TUHAN itu BENAR. Tidak ada berita yang tidak benar. Apa yang dikatakan dan disampaikan dalam Firman itu semuanya BENAR adanya. Seperti dikatakan dalam Mazmur ini; TUHAN itu berkuasa dan itu di buktikan ketika TUHAN menjadikan langit dan bumi serta segala isinya. Ia hanya bersabda semuanya ada! Kebenaran Firman TUHAN itu juga di buktikan dikala TUHAN menggagalkan segala rancangan jahat. Seperti TUHAN menggagalkan rencana Firaun yang hendak memperbudak orang Israel; TUHAN menggagalkan rencana Balak yang hendak mengutuk orang Israel; TUHAN menggagalkan usaha Saul yang hendak membunuh Daud; TUHAN menggagalkan rencana Herodes yang hendak membunuh Yesus; TUHAN menggagalkan rencana orang-orang Yahudi yang hendak membunuh Paulus dan seterusnya. Selain dari itu dalam banyak hal lain juga di buktikan Kebenaran Firman itu  Semua itu menjadi sebab anak-anak TUHAN ber-Mazmur bagi TUHAN. Layaklah kita hidup takut akan TUHAN; menghormati, menaati dan melakukan kehendak-Nya. Jika kita tidak merasakan kebaikan-kebaikan TUHAN itu dalam hidup ini. Atau dengan kata lain kita belum memiliki pengenalan akan TUHAN dalam segala karya-Nya. Maka kita tidak akan mungkin memiliki semangat dan bergairah untuk memuji dan memuliakan TUHAN. Untuk itu kita perlu membangun dalam diri kita Relasi atau hubungan yang mesra dengan TUHAN. Dalam hubungan yang baik dengan TUHAN maka pikiran dan hati kita akan diterangi oleh Roh Kudus sehingga mata kita melihat bahwa betapa baik TUHAN itu bagi kita dalam hidup ini. Hanya dalam persekutuan dengan TUHAN, kita akan merasakan kebaikan-kebaikan TUHAN itu. Itulah sebabnya Daud mengatakan; Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri! Kebahagiaan akan dinikmati oleh setiap anak-anak TUHAN. Betapa tidak; Daud mengatakan dalam Mazmur ini TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia; dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi. Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka. Itulah kebahagiaan orang yang Percaya kepada TUHAN. TUHAN tidak akan membiarkan mereka. Mereka akan selalu terlindung dari bahaya apapun juga. (Sebab itu dalam mengarungi bahtera Rumah Tangga yang baru memang tidak mudah). Banyak pergolakan yang akan kita hadapi. Mungkin sekali kondisi yang kita hadapi laksana perahu yang berada di tengah laut, yang di terjang oleh angin kian kemari. Apapun kondisi yang sedang kita hadapi; ingatlah bahwa TUHAN memandang dari Sorga, IA akan menjawab kita dan memberikan kita kelepasan. Itulah sebabnya Daud mengatakan seorang Raja takkan selamat oleh banyaknya tentara, juga kemenangan tidak datang dari ketangkasan kuda perang. Tetapi baik kemenangan dan keselamatan adalah datang dari Pihak TUHAN. Sebab itu dalam segala persoalan yang terjadi jangan pernah mencari jalan keluar yang lain di samping TUHAN. Jangan pernah melarikan diri dari TUHAN. Tetapi sebaliknya semakin besar persoalan yang kita hadapi hendaknya kita semakin dekat dengan TUHAN; yakni dengan terus bertanyakan TUHAN.

Amin.

 Waingapu, 22 Juni 2014                                                                                                                                                                                                     
Perjamuan Malam TUHAN yang Kudus
Permandian anak: Devani Rambu Alfa
Rapat Sidang

Mazmur. 31: 1 – 25   

Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Mazmur ini diawali dengan sebuah pernyataan; bahwa pe-Mazmur berlindung hanya pada TUHAN Itu berarti Daud tidak berlindung di tempat lain. Daud tidak mencari tempat perlindungan diluar TUHAN. Apapun keadaannya apakah ia terdesak atau tidak ia tetap berlindung pada TUHAN. Seperti apa sebenarnya permasalahan yang dialami oleh Daud; dalam Mazmur ini yidak di jelaskan. Tetapi dalam ungkapan permohonan yang di sampaikan Daud tersirat dengan jelas bahwa masalah yang dialami Daud sesungguhnya adalah masalah yang besar dan serius. Ungkapan permohonan seperti Luputkanlah aku;.sendengkanlah telinga-Mu; bersegeralah melepaskan aku; jadilah bagiku gunung batu menjelaskan bahwa begitu berat permasalahan hidup yang dihadapi DAUD. Dalam ungkapan permohonan itu menggambarkan bahwa Daud merasa terdesak; terkepung dan tidak berdaya. 
Lalu apakah yang dilakukan musuh-musuhnya dan siapakah mereka sebenarnya? Musuh memasang jarring bagi Daud. Jaring adalah sebuah perangkap yang dipasang. Musuh mencari jalan bagaimana mereka bisa menjatuhkan dan membunuh Daud. Saul coba memanfaatkan Mikhal Isteri Daud; memanfaatkan Yonatan anak Saul; memanfaatkan orang-orang Filistin untuk membunuh Daud. Dan karena perangkap itu tidak berhasil Saul sendiri mencari dan mengejar Daud untuk membunuhnya. Mereka adalah orang-orang yang membuatnya sakit hati; yang membuatnya merana; yang membuatnya hidup dalam airmata; dan sebagainya. Bertahun-tahun Daud mengalami semua itu.  Kita tidak tahu entah berapa lama Daud di krjar oleh Saul. Adalah hal yang paling menyakitkan jika orang membenci, memusuhi dan ingin membunuh kita sementara kita tidak melakukan kesalahan yang menjadi sebab orang membenci dan ingin membunuh kita. Tipe orang-orang yang demikian disebut oleh Daud dalam Mazmur ini; pemuja berhala yakni mereka yang tidak percaya kepada TUHAN; mereka itu adalah orang-orang Fasik yakni orang-orang yang congkak. Orang-orang yang demikian bibirnya penuh dengan dusta. Pekerjaan siang malam adalah mencari jalan untuk menjatuhkan dan menghancurkan kehidupan sesamanya. Sebab mereka pasti tidak akan menerima bila orang lain lebih baik darinya. Kemajuan orang lain seperti kesuksesan dan keberhasilan akan menjadi boomerang bagi mereka. Jika mereka merasa kehadiran orang lain membuat dirinya tidak nyaman. Maka mereka pasti akan memasang jerat untuk orang tersebut. Daud di benci, di musuhi dan mau di bunuh bukan karena ia melakukan kesalahan terhadap Saul. Tetapi karena ia hidup dalam Kebenaran yakni percaya dan tetap mengandalkan TUHAN. Saul membenci dan mau membunuh Daud karena Daud semakin dikena. Bagi Saul Daud adalah sososk yang berbahaya. Baik bagi kedudukannya maupun bagi tahta Kerajaan itu. Sebab itu Daud harus segera di singkirkan. Baik dalam di Negara ini; dalam pemerintahan; dalam Masyarakat maupun dalam Gereja anak-anak TUHAN pasti mengalami kondisi seperti yang dialami Daud. Sebab itu jangan heran bila orang membenci dan memusuhi kita padahal kita tahu benar bahwa kita tidak melakukan kesalahan apapun. Peraingan yang tidak sehat pasti kita alami. Bahwa orang membenci kita kebenaran itu sudah pasti! Sebab siapakah orang yang akhirnya membiarkan Popularitasnya diambil orang lain? Kita melihat ketika Yesus datang; Ia mengajar dan melakukan banyak mujizat, Ia di benci, di musuhi dan disalibkan. Sebab dengan hadirnya Yesus yang membuat banyak banyak orang menjadi pengikut-Nya membuat para pemimpin seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Torat merasa terancam kedudukannya. Betapa tidak mereka semakin tidak popular. Demikian juga dengan Herodes mau membunuh Yesus hanya karena merasa terancam kedudukannya. Bahkan selain dari itu banyak orang Percaya yang di benci dan di bunuh karena hidup dalam Kebenaran Injil itu. Yang menarik bagi kita dalam Mazmur adalah Daud tidak meninggalkan TUHAN. Ia tetap berseru kepada TUHAN. Memohon kepada TUHAN untuk melepaskannya dan meluputkannya. Mari kita bertanya diri benarkah saudara berlindung pada TUHAN dalam situasi yang demikian? Benatkah saudara tetap berdoa kepada TUHAN memohon pertolongan-Nya untuk segera melepaskan dan meluputkan saudara? Renungkanlah apa yang saudara lakukan ketika saudara berhadapan dengan masalah bahkan ketika saudara merasa terdesak serta merasa masalah tak kunjung pergi?Apakah saudara masih tetap berdoa?
Selanjunya Mazmur ini diakhiri dengan sebuah ajakan; Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung. Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN! Artinya jangan tawar hati; jangan karena hal-hal yang terjadi semangatmu menjadi pudar. Jangan karena masalah yang ada engkau menjadi tawar hati. Kesetiaan kita tidak boleh berubah. Apapun yang terjadi; apapun kondisinya kita harus tetap mengasihi TUHAN. Sebab TUHAN tetap mengasihi kita dan tidak pernah Ia menarik tangan-Nya dari kita. Kita tidak boleh menjadi lemah karena banyaknya masalah yang kita alami. Sebaliknya kita harus tetap kuat dan teguh. Kita tidak boleh bergeser atau berpikir untuk memiliki yang lain selain dari TUHAN. Berat dan begitu berat permasalahan hidup yang saudara sedang alami saat ini. Dengarlah ajakan Sabda TUHAN ini; Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN! Renungkanlah baik-baik ajakan ini dan lakukanlah dalam hidupmu

Amin



Waingapu, 15 Juni 2014
 Mazmur. 27: 1 – 14 

 Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
       Saudara – saudara yang kekasih, siapakah TUHAN itu bagi DAUD dalam Mazmur ini?  Daud  mengatakan TUHAN itu adalah terangku. Terang melambangkan kehadiran TUHAN. Terang TUHAN akan menerangi seluruh bagian-bagian atau sisi yang gelap dalam hidup Daud.  Kegelapan adalah keadaan atau kondisi yang demikian mengerikan dan menakutkan. Siapapun pasti tidak akan merasa nyaman bila berjalan dan berada dalam kegelapan. Kita merasa hidup kita terancam dan berada dalam bahaya. Tetapi ketika TUHAN menjadi terang kita maka kita akan melihat dengan jelas bahaya-bahaya yang mengancam hidup kita. Karena itu dalam terang TUHAN kita tidak perlu takut. Dalam PB kita membaca dimana Yesus mengatakan Akulah terang Dunia.Yesus adalah terang yang menerangi dunia ini yang di liputi kegelapan. Dalam terang-Nya kita tidak perlu takut. Dalam hidup ini kita seringkali di perhadapkan kepada kegelapan atau kekelaman hidup. Kegagalan, kebuntuan, dan kesukaran adalah kekelam hidup yang didalamnya kita membutuhkan terang TUHAN.
       Selain dari itu Daud mengatakan TUHAN itu Keselamatanku. Keselamatan disini menjelaskan akibat dari perlindungan TUHAN dalam hidup Daud. Daud tidak hanya mengatakannya saja, tetapi mengalami itu dalam hidupnya. Seperti TUHAN menyelamatkannya dari tangan Goliat, dari tangan Saul, dari Absalom dan dari musuh-musuhnya.
Yang terakhir Daud mengatakan TUHAN itu Benteng hidupku.. Benteng menggambarkan pertahanan dan perlindungan yang kokoh terhadap serangan musuh. Daud bertahan dan terlindung dari musuh-musuhnya bukan karena dia sendiri lihai dan pintar. Bukan karena ia kuat dan memiliki strategi yang cukup baik untuk melumpuhkan musuh-musuhnya. Tetapi TUHANlah yang menjadi pertahanan dan perlindungannya.
Daud tidak mengatakan semua itu karena dia mengalami seperti apa perbuatan TUHAN itu dalam hidupnya. Tetapi Daud mengenal baik siapa TUHAN itu! Dan jika TUHAN itu menjadi terangnya, Keselamatannya dan bentengnya maka tidak perlu ada yang di takuti. Ketakutan yang dirasakan oleh manusia bersumber dari rasa ketidakmampuan dan ketidakberdayaannya untuk mengatasi suatu konflik atau krisis yang terjadi dalam hidupnya.Ketika menghadapi tantangan dan serangan yang begitu hebat dari musuh-musuhnya, Daud tidak takut, tidak gentar, dan tidak meragukan Allah sedikit pun. Daud tidak membiarkan pikiran dan hatinya dikuasai oleh krisis yang dihadapi sehingga hanya terpaku kepada krisis itu saja. Sebaliknya ia tetap memfokuskan pikirannya kepada kebesaran dan siapakah Allah bagi dirinya. Kekristenan kita bukanlah kekristenan yang terpaku kepada permasalahan hidup yang terjadi. Karena dengan demikian kita akan membesar-besarkan masalah itu. Tetapi jika kita menfokuskan diri kepada Allah maka masalah apa pun akan terlihat kecil sehingga kita tidak akan gentar. Tetaplah Percaya yakni mengandalkan TUHAN, TUHAN pasti akan menolong anak-anak-Nya. Anak-anak TUHAN tidak perlu menempatkan dirinya dalam keraguan dan keutus asaan. Meski hidupnya mengalami krisis. Dan tidak merasakan kehadiran TUHAN. Keadaan yang demikian dapat membuat kita menjadi galau, bingung dan tidak tahu apa yang kita harus buat. Meski sewaktu-waktu kerusuhan dapat menimpa kita; penderitaan, wabah penyakit, malapetaka, kemiskinan menimpa kita. Ketika itupun kita tidak boleh lari berlindung kepada siapa pun atau ke tempat mana pun, kecuali kepada Tuhan dan tempat kudus-Nya.
Yang kedua adalah Permintaan dan permohonan pe-Mazmur. Permohonan dan permintaan Daud yang pertama adalah Diam di rumah TUHAN seumur hidupnya; bukan berarti bahwa kita ada setiap hari di rumah TUHAN tetapi tetap berada dalam persekutuan dengan TUHAN. Sehingga dimanapun kita tetap berada dalam suasana ibadah sebagaimana layaknya kita berada di rumah TUHAN. sebagaimana kita bersyukur, memuji dan bermazmur bagi TUHAN di rumah TUHAN. Demikianlah seharusnya kita lakukan dalam seluruh kehidupan kita saat ini. Tujuan hidup kita adalah Menyaksikan kemurahan TUHAN; yakni bersaksi bahwa betapa TUHAN bernmurah hati atas kita. TUHAN mengasihi kita dan menyertai kita dalam sepekan; dan lebih dari itu mengaruniakan apa yang kita butuhkan. Dan kita akan menikmati semua itu dalam persekutuan dengan TUHAN. dalam persekutuan dengan kita akan bersorak karena dalam persekutuan itu kita melihat bahwa Tuhan melindungi, Menyembunyikan dan Mengangkat kita. Kebaikan-kebaikan TUHAN inilah yang terus memotivasi kita sebagai anak-anak TUHAN untuk mempersembahkan korban syukur memuji akan akan nama-Nya dan ber-Mazmur bagi-Nya.
Selain dari itu Daud juga memohon agar TUHAN mendengar permohonannya dan mengasihaninya. Daud berdoa kepada TUHAN supaya TUHAN tidak menyembunyikan wajah-Mu, tidak menolaknya, tidak membuangnya dan tidak meninggalkannya. Permohonan Daud ini menggambarkan bahwa Daud adalah seorang yang rendah hati, yang tidak merasa dirinya layak dihadapan TUHAN. Ia tahu bahwa adalah pendosa yang hina papa, pendosa yang benar-benar menyakitkan hati TUHAN. dalam kekurangan dan kelemahan serta keterbatasannya Daud merasa bahwa bahwa pertolongan dan perlindungan yang didapatkannya bukanlah karena ia sendiri baik dihadapan TUHAN..
Menjadi perenungan bagi kita semua bila kita diserang, difitnah dan diancam, kepada siapakah kita berlindung? Adakah tempat yang cukup aman di bumi ini bagi saudara selain TUHAN? Dan di manakah saudara menemukan perlindungan sesungguhnya?
Yang ketiga Daud menjelaskan keyakinan dan Harapan pe-Mazmur
Keyakinan pe-Mazmur semakin besar karena TUHAN selalu menyambutnya. Meski ia sebatang kara, hidup jauh dari oraang tua dan saudara-saudaranya karena harus menjauhkan diri dari Saul yang ingin membunuhnya. Meski ia di kejar Absalom; meninggalkan istana; Daud tetap berharap kepada TUHAN. Ia yakin TUHAN akan setia menunjukkan jalan-Nya dan menuntunnya serta tidak menyerahkannya kepada para musuh-musuhnya. Buksn hsnys itu Daud juga tetap percaya kepada TUHAN. Dan karena ituseraya mengajak umat TUHAN untuk tetap kuat dan teguh serta tetap menantikan TUHAN. Meski tekanan kehidupan berat, meski kita harus kehilangan ini dan itu dan bahkan di tinggalkan ibu bapa kita harus tetap menjadi sosok yang setia dan tetap mengandalkan TUHAN.Karena itu saudara-saudaraku, Biarlah keyakinan pemazmur ini menjadi komitmen kita saat ini.

Amin  
Waingapu, 08 Juni 2014
Keturunan Roh Kudus

Kisah. 2: 1 – 4 

Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
       Dalam kebaktian ini sekaligus kita berbakti merayakan Keturunan Roh Kudus. Keturunan Roh Kudus juga di sebut  Pentakosta. Dan Pentakosta adalah hari yang ke lima puluh.  Dalam kitab Keluaran 34, Imamat 23 dan kitab Ulangan 16 dijelaskan; bahwa orang-orang Yahudi bersyukur kepada Tuhan dengan membawa persembahan berupa roti jelai ke Rumah Allah yang dibuat dari hasil pertama atau buah sulung ladang mereka. Sebab itu tidak heran kalau disini dalam Kisah 2 ini dijelaskan bahwa ada begitu banyak orang yang datang dan berkumpul di Yerusalem. Mereka mau mempersembahkan buah sulung dari apa yang mereka kerjakan. Kebiasaan ini terbawa terus dalam kehidupan umat TUHAN. Karena itu dari setiap kota dimana mereka, meski jauh mereka tetap datang ke rumah TUHAN membawa persembahannya. Hasil pertama atau hasil sulung itulah yang mereka persembahkan.
       Sayangnya, kebiasaan yang baik ini turun temurun di lupakan begitu saja. Demikianpula dengan hal-hal lainnya seperti persepuluhan dan huluhasil. Hanya segelintir orang yang ingat memberi persepuluhan mereka. Sementara huluhasil sama sekali tidak ada lagi. Demikian juga dengan persembahan buah sulung atau hasil pertama dari dari setiap pekerjaan yang kita lakukan. Pertanyaannya apakah semua itu dikarenakan kita tidak punya pekerjaan? Ini menjadi perenungan bagi kita.
     Menarik saudara-saudara, nas kita berbunyi; “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat”. Hari Pentakosta menjadi Moment yang sangat penting dan sangat berharga bagi semua orang percaya. Mereka berkumpul disatu tempat. Tidak ada satupun yang memisahkan dan mengasingkan diri. Mereka semua berada dalam satu persekutuan. Perlu kita bertanya diri bagaimanakah dengan kita saat ini? Kita mengatakan: saya orang percaya tetapi dimanakah saudara dikala hari Minggu tiba? Bukankah kita harus berada selalu dalam persekutuan orang-orang kudus?
     Hal yang kedua dijelaskan dalam ayat 2-4 tentang keturunan Roh Kudus itu.  Keturunan Roh Kudus itu di jelaskan disertai dengan tanda-tanda yakni tiupan angin keras, Lidah-lidah api dan murid-murid berbicara dalam bahasa-bahasa lain. Tanda yang pertama adalah bunyi seperti tiupan angin keras. Tetapi tanda-tanda adanya angin keras seperti daun-daun beterbangan, debu mengepul, pohon-pohon bergoyang dan sebagainya tidak kelihatan. Bunyi angin keras itu di dengar bukan saja oleh ke 120 orang itu. Tetapi juga oleh semua orang yang hadir saat itu. Lalu apakah makna yang terkandung didalam tanda tersebut? Bunyi itu laksana lonceng Gereja yang di bunyikan, sebagai tanda bahwa waktu kebaktian sudah segera di mulai. Kita melihat bunyi tiupan angin keras itu membuat orang-orang lain datang. Tuhan memang sengaja mengatur dengan cara-Nya sendiri bagaimana orang banyak itu datang menyaksikan apa yang akan dilakukan-Nya. Allah mau menegaskan bahwa IA adalah ALLAH yang selalu menepati Janji-Nya kepada umat-Nya. Allah itu tidak berdusta, IA selalu menepati Janji-Nya. Ia tidak pernah mengecewakan mereka yang percaya kepada-Nya. Juga tidak pernah mengecewakan saya dan saudara-saudara. Itulah ALLAH! Sebab itu keragu-raguan serta ketakutan tidak boleh lagi menjadi bagian dari kehidupan kita anak-anak TUHAN saat ini. TUHAN mau kita berlangkah dalam sebuah keyakinan yang pasti, berharap dan bersandar kepada-Nya. Sebab IA adalah ALLAH yang selalu menepati janji-NYA.
       Lalu dimanakah bunyi angin keras itu? Bunyi Tiupan angin keras itu hanya memenuhi ruangan dimana ke-120 orang itu berkumpul. Tidak ada di tempat lain. Tiupan angin keras itu ada di rumah dimana orang-orang Percaya itu bersekutu, jadi bukan di bait Allah di Yerusalem. Roh Kudus itu tidak dicurahkan di Bait Allah di Yerusalem. Sekalipun Bait Allah di Yerusalem adalah pusat peribadatan orang-orang Yahudi. TUHAN tidak mengirim Roh Kudus itu kesana tetapi hanya pada 120 orang itu saja. Jadi dalam tanda ini TUHAN mau menegaskan bahwa Tuhan tidak bergantung pada suatu tempat. Dimana saja orang Percaya berkumpul disanalah Tuhan mencurahkan Roh-Nya. Disana Tuhan bersama-sama dengan mereka. Betapapun megahnya dan besarnya sebuah rumah Gereja, tetapi kalau disana tidak ada anak-anak Tuhan yang berkumpul, kalau disana tidak ada kehidupan dalam persekutuan sebagai orang Percaya. Di sana Tuhan tidak akan memenuhi rumah itu dengan Roh-Nya. hal ini patut kita catat dan kita garis bawahi.
       Tanda yang kedua adalah Nampak seperti lidah-lidah api yang beterbangan dan hinggap pada ke-120 itu. Lidah-lidah api tidak hinggap pada siapa-siapa, tidak hinggap pada imam-imam  besar di Yerusalem, tidak pula pada Ahli-ahli Torat dan orang-orang Farisi. Tetapi hanya pada orang-orang percaya saja yakni mereka yang senantiasa setia mengikut Yesus. Yakni kepada mereka yang tadinya di benci, yang tidak disenangi pembesar-pembesar, kepada merekalah Roh itu di curahkan. Roh Kudus itu juga tidak dicurahkan pada orang-orang yang berpendidikan tinggi atau yang punya gelar sarjana atau master theologia. Ketika Roh itu turun dalam tanda seperti lidah-lidah api. Kita teringat akan perkataan Yohanes pemandi yang mengatakan bahwa Yesus akan mempermandikan orang dengan Roh dan Api. Pekerjaan Roh itu bagi orang yang percaya, memurnikan mereka dari segala sesuatu yang bisa saja membuat mereka tercela. Hari demi hari mereka akan terus di bersihkan dan di baharui, hingga pada akhirnya mereka akan menjadi umat yang layak dan tak bercela dihadapan Tuhan. Roh Kudus yang memenuhi pikiranmu dan hatimu, akan membaharui engkau seutuhnya, dan dengan demikian memampukan engkau akan memenuhi panggilanmu. 
       Tanda yang ketiga adalah mereka berbahasa dalam banyak bahasa. Dimana-mana bahasa adalah persoalan bagi sipapun. Bahasa terkadang menjadi kendala utama khususnya dalam hal kita membangun relasi. Bagaimana Injil itu dapat di beritakan kepada orang yang tidak tahu bahasa Ibrani? Bagaaimana Injil itu di beritakan kepada kita orang sabu, orang Sumba…..? Hal ini tentu menjadi dilema bagi murid-murid Yesus. Tetapi dalam Keturunan Roh Kudus itu Tuhan sendiri meyakinkan dan menguatkan mereka bahwa bahasa tidak lagi menjadi persoalan. Bagi TUHAN tidak ada hal yang mustahil. Ia dapat melakukan apa yang tidak mungkin bagi manusia. Jika hari ini untuk menguasai satu bahasa orang memerlukan waktu yang cukup lama dan menelan biaya yang tidak sedikit. Kurang lebih 4-5 tahun. Tetapi dalam Kisah 2 ini di jelaskan bahwa dalam sekejab saja Tuhan dapat melakukan sesuatu yang ajaib. Murid-murid itu dapat berbicara dalam banyak bahasa. Dalam banyak hal yang kita hadapi dalam hidup ini seringkali kita takut untuk tampil di muka umum, persoalannya kita merasa diri tidak tahu akan menyampaikan itu dengan baik. Karenanya muncul pertanyaan;“Apakah yang saya harus katakan nantinya?” Kita menjadi panik dan cemas. Kita tidak tahu lagi apa yang harus kita lakukan, sebab kita tidak tahu bagaimana kita harus membahasakannya. Roh Kudus yang di curahkan Allah adalah kekuatan Allah yang di berikan kepada orang-orang Percaya. Roh itulah yang menguatkan dan memampukan kita dalam kita menempuh hidup ini. Juga dalam hal kita menghadapi pelbagai persoalan dalam hidup ini. Roh itulah yang menyucikan dan membaharui hidup kita dari hari ke sehari serta yang terus membentuk kita menjadi anak-anak Tuhan yang pantang menyerah dalam segala perjuangan hidup ini. Karena itu mari kita bersama-sama terus berdoa memohon Roh Kudus itu, supaya memenuhi ruangan/tempat dimana kita ada, dan memenuhi kita seutuhnya sehingga dengan demikian kita tetap kuat dalam hidup ini khususnya dalam kita menunaikan tugas kita sebagai anak-anak TUHAN.

Amin.



Waingapu, 01 Juni 2014

 Matius. 28: 16 – 20

Saudara – saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Perikop yang menjadi nas kita dalam kebaktian ini adalah bagian yang terkenal yang di kenal orang dengan Amanat Agung Yesus Kristus. Sesuai dengan perintah Yesus setelah kebangkitan-Nya, ke 11 Rasul itu sudah berada di Galilea di bukit Zaitun. Yudas Iskariot salah seorang dari rasul itu sudah mengkhianati Yesus. Yudas Iskariot adalah seorang Rasul kepercayaan Yesus; ia di percaya menjadi bendahara. Seorang yang bisa mengurus keuangan. Sepanjang pelayanan Yesus, ia berada bersama-sama rasul lainnya mengikuti Yesus. Sama seperti rasul yang lain Yudas Iskariot juga menyaksikan dan mendengar apa yang dilakukan Yesus. Tetapi perbuatannya membuat Yudas Iskariot tersesat dan meninggalkan Yesus yang adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Saudara-saudara bagaimana rasanya jika salah seorang diantara kita yang sebelumnya begitu giat bersama kita dalam segala kegiatan Gerejani bahkan mungkin menurut ukuran kita; dia jauh lebih baik dari kita tetapi kemudian menjadi seperti Yudas Iskariot? Hal yang menrik dari ke 11 rasul itu bahwa mereka tidak menjadi tawar hati dan pudar dalam menaati perintah Yesus. Meski Yudas Iskariot telah meninggalkan mereka; mereka tidak terpengaruh sedikitpun. Tetapi tetap mendengar dan menaati apa yang di perintahkan Yesus kepada mereka. Menjadi murid atau pengikut Yesus yang sejati adalah tetap menaati dan melakukan apa yang di perintahkan Yesus dalam Firman-Nya. Bukannya malah kita goyah, tawar hati dan akhirnya mengundurkan diri karena terpengaruh oleh godaan yang ada. Atau karena semuanya tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita. Jadilah pengikut Yesus yang sejati; yang tidak mudah di pengaruhi oleh keadaan yang ada.
Ke 11 rasul itu sudah sampai di bukit Zaitun; bukit yang sendiri ditunjuk Yesus kepada mereka. Bd Kisah. 1: 12. Di bukit Zaitun ini ada banyak hal yang dilakukan Yesus;
-          Dari Betfage sebuah tempat yang terletak di Bukit Zaitun Yesus menyuruh dua orang murid-Nya untuk mengambil Keledai yang dipakai-Nya ketika masuk Yerusalem. Bd Mat. 21:1
-          Chotbah Tentang hal-hal yang terakhir juga di sampaikan di bukit Zaitun. Bd Mat.24:3; 26:30
-          Yesus datang dengan murid-murid-Nya. Mrk.13:3.
-          Yesus pernah duduk seorang diri di bukit ini. Luk. 21:37; 22:39
Dan terakhir Yesus bertemu dengan murid-murid-Nya juga di bukit ini. Lalu bagaimana pertemuan itu berlangsung dan apa yang di katakan Yesus kepada murid-murid-Nya? Pertemuan itu menjelaskan kepada kita bahwa Yesus menepati apa yang di pesankan-Nya kepada perempuan–perempuan itu. Yesus tetap setia Ia tidsk pernah membohongi kita. IA tidal pernah mengingkari Janji-Nya begitu besar sukacita yang meliputi murid–murid itu. Mereka sujud menyembah Yesus, memberi hormat yang patut kepada Yesus sebagai guru mereka. Berikanlah hormat yang patut kepada Yesus dengan sujud menyembah-Nya. Dia adalah gurumu yang selalu setia membimbing dan mengajarmu. Ber-Mazmurlah bagi-Nya dan pujilah Dia! Karena itu datang ke gereja adalah datang menyembah TUHAN. Datang memuji dan mempermuliakan Dia.
Saudara-saudara yang kekasih, Yesus mendekati mereka semua  dan mengatakan: ”Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di Sorga dan di bumi”. Yesus adalah Penguasa. Ia raja atas segala raja. Segala sesuatu kini berada dalam kuasa-Nya. Termasuk kita juga berada dalam kuasa-Nya. Jika segala sesuatu berada dalam kuasa-Nya itu berarti bahwa Ialah yang mengatur dan memerintah segala sesuatu bahkan sejarah dunia ini sehingga masih boleh berlangsung. Jika sebelumnya Iblis mengatakan bahwa ia akan memberikan segala kemegahan dunia ini kepada Yesus asalkan Yesus menyembahnya. Kini Yesus mendapat itu dari Bapa-Nya. Ia bukan saja penguasa atas alam semesta ini tetapi juga atas Surga. Segala sesuatu ada dalam kuasa-Nya. Sebab itu tidak perlu ada kuasa lain lagi yang perlu kita takuti. Di bawah kolong langit ini tidak ada kuasa yang lebih besar dari Tuhan. Karena itu tidak perlu ada keragu-raguan lagi dalam diri kita; khususnya ketika kita percaya akan Dia. Apapun yang kita alami betapapun rumitnya, betapapun besarnya kuasa yang ada, ingatlah bahwa segala sesuatu ada dalam kuasa-Nya. Ia yang mengendalikan segala sesuatu. Ia berkuasa juga atas hidup kita sebab Ia berkuasa merubah hidup kita.
Sebab segala sesuatu ada dalam  kuasa-Nya; Yesus memberi amanat Agung itu kepada rasul-rasul-Nya:”Pergilah Jadilanlah segala bangsa murid-Ku....”. ”Jadikalah....” artinya buatlah dan bentuklah mereka menjadi murid-Ku. Injil harus di beritakan; kabar baik itu harus di beritakan. Bagaimana mereka melakukan itu? Mereka sudah di jadikan, sudah di bentuk; Yesus sudah memberitakan Injil Kebenaran itu. Siang malam Yesus mengajar mereka. Sekarang mereka harus menjadikan segala bangsa murid Yesus. Segala bangsa; termasuk bangsa Yahudi dan bangsa manapun di bumi ini. Menjadikan segala bangsa murid Yesus tentu bukan hal yang mudah. Mereka harus mampu membimbing, mengajar serta memberi apa yang perlu. Bagaimana seorang yang keras hati bisa di bentuk menjadi murid Yesus! Bukanlah hal yang mudah. Membutuhkan pengorbanan, kesabaran, ketekunan dan ketulusan. Bisakah murid-murid itu membentuk orang-orang yang keras dan degil hatilnya menjadi murid Yesus yang setia dan taat? Meski tugas itu berat, tapi murid-murid itu tidak usah takut karena Yesus adalah Raja, Dia adalah Penguasa.
Dan sebagai tanda bahwa mereka telah menjadi murid-Nya mereka harus di permandikan dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Mereka harus mendapat tanda cap itu. Sebab tanda cap itu berarti bahwa mereka itu adalah milik-Nya. Dan tanda Cap inilah yang di berikan dan yang kita semua terima. Sebagai orang-orang milik Tuhan, cap/tanda ini kita harus terima. Dan sebagai milik Tuhan kita di wajibkan untuk hidup menurut kehendak Tuhan. Dan tidak ada pilihan lain.
Saudara-saudara yang kekasih, tugas para murid itu tidak hanya sebatas itu saja.- sebaliknya ”dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”. Murid-murid itu harus selalu mengajar dan menuntun mereka itu untuk melakukan kehendak Tuhan. Gereja saat ini telah mengupayakan berbagai cara seperti PA, Katekesasi-katekesasi  dan sebagainya untuk mengajar sidang itu bagaimana mereka hidup sebagai anak-anak Tuhan. Berat tugas itu, tetapi murid-murid itu harus menyadari dan insaf bahwa Yesus menyertai mereka sampai kepada kesudahan Alam. Inilah janji Tuhan kepada murid-murid-Nya. Dan tentu janji ini juga untuk kita semua. Sehingga kalau Janji ini juga untuk kita maka tidak perlu ada lagi yang takuti.
Tetapi apakah Amanat Agung ini hanya untuk murid-murid Yesus saja? Dan apakah Nas ini berarti bahwa semua Perempuan berarti boleh menjadi Pendeta .....? Amanat Agung ini juga untuk kita.artinya kita semua harus memberitakan Injil itu. Siapapun tanpa terkecuali harus memberitakan Injil itu. Karena kita semua mengemban tugas atau jabatan yang sama yakni sebagai. Raja, Imam dan Nabi.  Tetapi tidak berarti bahwa kita semua boleh menjadi pendeta baik laki-laki maupun perempuan. Sebab tidaklah mungkin bahwa semua orang boleh mempermandikan. Dan tidaklah mungkin Yesus berbuat lain disini dan berbuat lain di tempat lain. Tetapi saya tidak bermaksud untuk mengarahkan perhatian kita kepada persoalan ini sekarang. Karena berbicara tentang pokok ini terlalu panjang. Dan saya bermaksud akan membawa pokok itu dalam Chotbah lain.
Apa yang penting bagi kita saat ini: ada pengajaran untuk kita sebagai Pelayan, Guru Injil dengan Dewan Gereja dan juga untuk kita sebagai anggota-anggota sidang. Mari kita bertanya diri sudahkah kita melakukan tugas kita dengan setia? Dan sebagai sidang sudah kita menjadi umat Tuhan yang mau diajar  dan hidup menurut kehendak Tuhan? Yesus menyertai kita semua sampai akhir Zaman.


Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar