“DAN AJARLAH MEREKA MELAKUKAN SEGALA SESUATU YANG TELAH KUPERINTAHKAN
KEPADAMU.”
Pelayanan
pemberitaan Injil adalah pelayanan Utama yang menjadi panggilan yang harus di
penuhi oleh Gereja yakni orang-orang Percaya. Demi terlaksananya dan
terwujudnya pelayanan tersebut maka pelbagai hal di lakukan;
1.
Pemberitaan Injil
kepada orang-orang Kafir
Untuk pelayanan pemberitaan Injil maka
dibimbing dan dididik orang-oraag yang akan melakukan pekerjaan tersebut secara
khusus. Selain dari itu sidang juga diajar akan menyadai bahwa Pemeberitaan
Injil itu adalah pekerjaan yang harus di lakukan oleh setiap orang percaya.
Sebab itu Gereja yakni setiap oranag Percaya yang tidak mengemban jabatan
khusus mengambil bagian dan berpartisipasi dalam pekerjaan yang mulia ini.
Karena itu untuk kelancaran pekerjaan ini maka sumbangan yang di beri dengan
sukarela di minta dari mereka. Dalam Gereja Bebas di kenal dengan sumbangan
Pemeliharaan Peng-Injil. Besarnya sumbangan tergantung dari kondisi sidang
setempat. Selain dari itu sidang di sorong akan memperhatikan penghidupan
Peng-Injil yang di tempatkan. Seperti mengerjakan kebun atau sawah untuk
kebutuhan peng-Injil tersebut dan keluarganya.
2.
Pelayanan dalam
Gereja (didalam sidang TUHAN)
2.1Khotbah
Dilakukan pada setiap hari minggu.Khotbah
diambil dari kitab-kitab PL dan PB dan juga dari KH. Kebaktian hari Minggu pada
umumnya di lakukan sekali saja. Senbelumnya masih di lakukan pagi dan sore. Itu
terjadi hingga tahun 2002 masih di lakukan di beberapa Gereja seperti di
Waingapu. Tetapi setelah itu tidak ada lagi kebaktian sore hari, kebaktian
hanya di lakukan pagi hari jam.09.00. selain kebaktian pada hari Minggu juga di
lakukan kebaktian pada setiap hariraya Gerejani dan juga kebaktian pada akhir
tahun dan tahun baru. Khotbah di lakukan oleh Pendeta atau Pelayana Sabda
Allah. Dan jika Pelayan Sabda Allah tidak ada maka Penetua di minta untuk
melayani. Dalam hal ini dalam Gereja Bebas masih berlakuk dimana Khotbah di
persiapkan oleh Pendeta. Sehingga penetua hanya membaca khotbah yang sudah di
siapkan oleh Pendeta.
2.2Persekutuan Pembacaan Alkitab Rumah Tnagga. Di
lakukan secara teratur dengan tujuan agar sidang TUHAN diajar selalu akan
Kebenaran Firman TUHAN. Pembacaan Alkitab Rumah Tangga diawali dengan pujian,
doa, membaca Firman, penjelasan Firman yang di baca, Diskusi, pujian dan doa. Persekutuan
ini di hadiri oleh anggota Permandian dan anggota berhak serta pendengar.
2.3Persekutuan Sekolah Minggu di lakukan untuk
membimbing dan mendidik anak-anak anggota sidang untuk mengenal TUHAN. Sekolah
Minggu diawali dengan menyanyi, doa, baca Nas yang akan di ceritakan. Kemudian
di tutup dengan doa dan pujian.
2.4Persekutuan Kaum Perempuan dilakukan dua kali
setiap bulan. Dan persekutuan ini secara khusus di bentuk untuk membimbing kaum
Perempuan khususnya bagaimana mereka mengenal Kebenaran Firman itu.
2.5Persekutuan Pemuda. Dilakukan secara rutin dan
teratur setiap minggu. Secara bergantian para pemuda di latih memimpin
kebaktian dengan nas yang sudah di tentukan minggu sebelumnya. Dan nas yang di
bahas adalah bagian dari salah satu kitab yang di bawa secara berseri.
Baik persekutuan Sekolah Minggu, Pemuda dan
Kaum Perempuan berada dalam pengawasan Dewan Gereja. Diatur secara bersama-sama
siapa yang menjadi kordinator Sekolah Minggu, Pemuda dan Kaum Perempuan.
Kordinator ini memperhatikan apa yang harus di buat dan bagaimana memotivasi
orang tua, Pemuda dan Kaum perempuan untuk giat dalam merenungkan Sabda Allah.
Sebab itu mereka selalu dan harus mempertanggungjawabkan apa keberadaan dan apa
yang berlangsung dengan persekutuan yang mereka pimpin. Dan Pendeta memantau
apakah semua telah berjalan sesuai dengan Kebenaran Sabda Allah atau tidak.
Perkembangan dan pertumbuhan serta kemunduran persekutuan-persekutuan itu akan
di bahas selalu setiap minggu. Dan secara lebih tajam lagi di bahas dalam
setiap rapat Dewan Gereja yang di lakukan setiap tiga bulan.
Dan secara Gereja secara bersama-sama sudah
diatur pengurusnya. Baik pengurus Sekolah Minggu, Pemuda maupun pengurus kaum
perempuan.
2.6 Katekesasi Khusus. Di lakukan secara khusus
bagi;
-
Mereka yang
mengaku Percaya
-
Saudara-saudara
yang menikah
-
Orang Dewasa yang
hendak di permandikan
-
Orang tua yang
hendak mempermandikan anaknya
Katekesasi dilakukan dengan menjelaskan pokok
yang berkaitan dengan hal yang di maksud. Lamanya bimbingan atau Katekesasi
yang di berikan tergantung pada kondisi. Biasanya Katekesasi yang lama adalah
bagi mereka yang mengaku Percaya dab mendapat Permandian secara Dewasa.
Sedangkan untuk orang tua yang mempermandikan anaknya dan mereka yang menikah
bimbingan yang di berikan hanya bererapa kali saja.
2.7Katekesasi Umum
Dilakukan
dari buku-buku Gereja, Aturan Gereja dan Sejarah Gereja kepada sidang secara
umum.
3.
Perkunjungan
Selalu
di lakukan:
-
Kepada
anggota-anggota sidang yang sakit, lemah, tidak datang Gereja, janda-janda dan
yatim piatu. Dalam perkunjungan ini di
beri penggembalaan dimana Sabda Tuhan di
beritakan, Pujian dan doa di lakukan. Dan kepada saudara-saudara yang
membutuhkan pertolongan selalu di bantu dengan sumbangan dalam bentuk material.
-
Perkunjungan
rutin. Dilakukan untuk mempererat hubungan antara gembala dan sidang TUHAN.
-
Perkunjungan Dewan
Gereja. Hal ini dilakukan untuk menjalin dan mempererat hubungan para pelayan
dan Dewan Gereja.
4.
Lain-lainnya
Masalah-masalah yang ada di bahas secara
bersama-sama dalam persidangan Dewan Gereja dan keputusan yang diambil harusnya
berdasarkan Sabda TUHAN. Masalah yang tidak dapat di selesaikan di Dewan Gereja
akan di bahas dalam persidangan yang luas yakni dalam sidang Klasis dan Sinode. Dalam sidang yang laus itu saran dan
nasihat di minta untuk masalah yang diajukan. Dan bilamana suatu masalah tidak
dapat di putuskan maka masalah tersebut tetap akan di kembalikan keada Dewan
Gereja. sebab Dewan Gereja tersebut yang bertanggungjawab secara penuh dalam
tersebut kepada Tuhan.
oleh
Pdt Lukas Kolo
Waingapu,
30 Maret 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar