Waingapu, 02 Februari 2014
Kejadian. 4 : 3 – 5
Saudara – saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus
Kristus,
Apakah yang membedakan
persembahan Kain dengan Habel? Apakah yang membedakan persembahanmu dengan
orang lain? Dalam ayat. 3–5 kita membaca;
Setelah beberapa waktu
lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu
kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan
korban persembahan dari anak sulung
kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN
mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak
diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya
muram.
Bedanya; Kain mempersembahkan sebagian dari
hasil tanah itu sedangkan Habel mempersembahkan persembahan dari anak sulung
kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya. Yang kedua Kain dan persembahannya
tidak di indahkan sementara Habel dan persembahannya di indahkan TUHAN. Kain
mempersembahkan sebagian. Kata “sebagian” sama dengan sebelah, secuil, sekerat, separuh, sepenggal, sepihak, sepotong, seserpih, setengah, artinya
satu bagian. Bukan seanteronya atau seutuhnya. Sementara Habel mempersembahkan
persembahan anak sulung dari Kambing dombanya yakni lemak-lemaknya. Artinya
Habel mempersembahkan persembahan yang di kehendaki TUHAN. Persembahan yang di
minta dan yang kepadanya TUHAN berkenan.
Dalam Kitab Keluaran 13: 12
maka haruslah kaupersembahkan
bagi TUHAN segala yang lahir terdahulu dari kandungan; juga setiap kali ada
hewan yang kaupunyai beranak pertama kali, anak jantan yang sulung adalah bagi
TUHAN.
Bd. Neh.10: 36. Demikian juga lemak-lemak adalah
bagian yang di minta oleh Tuhan sendiri untuk di persembahkan.
Dalam
Keluaran 29: 22 Tuhan sendiri memerintahkan:
Dari domba jantan itu haruslah
kauambil lemaknya, ekornya yang berlemak, lemak yang menutupi isi perutnya,
umbai hatinya, kedua buah pinggangnya, lemak yang melekat padanya, paha
kanannya -- sebab itulah domba jantan persembahan pentahbisan --
Bd. Kel.
29:13; Im.1:8,12; 3–4; 6–10; 16; Ul.32.
Habel tidak sembarangan;
asal-asalan dalam mempersembahkan sesuatu kepada TUHAN. Habel tidak sembarangan
mengambil domba untuk di persembahkan tetapi memilih “yang Sulung” dan
mengambil lemak-lemak untuk di persembahkan. Bukan anak kambing domba yang
tengah, dan yang kemudian dan bukan pula daging. Sekalipun domba-domba itu
gemuk, yang sulung dan terbaik serta gemuk adalah milik TUHAN. Itulah yang
harus di persembahkan! Dan itulah yang dilakukan Habel.
Sementara Kain tidak
mempersembahkan persembahan sebagaimana di hendaki TUHAN dalam Firman-Nya. Ia
tidak mempersembahkan hasil pertama dan buah sulung dari hasil yang di
perolehnya. Tetapi mempersembahkan sebagian dari hasil yang di perolehnya.
Dalam kitab
Neh. 10:35
Lagipula setiap tahun kami
akan membawa ke rumah TUHAN hasil yang pertama dari tanah kami dan buah sulung
segala pohon.
Bd. Yeh.
44:30; Hos.9: 10.
Pertanyaannya bagi kita:
Bagaimanakah dengan kita? Sudahkah kita mempersembahkan persembahan yang benar
dan di kehendaki TUHAN? Bagaimanakah sikap kita ketika kita hendak
mempersembahkan persembahan kita kepada TUHAN? Persembahan yang benar adalah
persembahan yang sesuai dengan Firman TUHAN. Persembahan tentunya timbul dari
hati yang percaya. Penulis Ibrani mengatakan; Karena Percaya Habel
telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada
korban Kain. ….. Ibr 11:4. Persembahan yang bersumber dari
Percaya akan TUHAN selamanya adalah persembahan yang berkenan dan berharga di
mata TUHAN. Persembahan yang berharga tidak di nilai dari banyaknya yang kita
berikan. Dari Injil Markus 12:43-44 kita membaca; Maka
dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya
janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan
uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari
kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada
padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
Jadi jangan berkata; pokoknya saya membawa
persembahan, apakah itu sedikit atau banyak saya tidak peduli. Perhatikanlah
bagaimana engkau membawa persembahanmu! Apakah memang sudah tepat atau tidak.
Apakah sudah yang terbaik yang engkau berikan? Atau jangan-jangan engkau sampai
mempersembahkan persembahan yang tidak layak dan pantas kepada-Nya! Jangan
menganggap ringan akan hal itu! Karena apa yang engkau lakukan mencerminkan
kepribadianmu yang sesungguhnya. Kain tidak dapat menyembunyikan diri; karena ALLAH
sendiri menelanjangi dan membuka bahwa Kain adalah berasal dari si jahat dan
segala perbuatannya jahat. Bd 1 Yoh. 3:12. Karena itu dikatakan Kain dan
persembahannya tidak di indahkan Tuhan. Sementara Habel dan persembahannya di
indahkan Tuhan. Jadi bukan hanya masalah persembahan saudara yang penting
tetapi juga saudara yang memberi persembahan itu. Kain dan persembahannya tidak
di indahkan artinya tidak di terima oleh Tuhan. Kain dan persembahannya di
tolak oleh Tuhan. Dan hal ini menimbulkan dosa baru dalam diri Kain. Ia menjadi
iri hati terhadap Habel karena Tuhan mengindahkannya dan menerima
persembahannya. Dosa itu menimbulkan dosa yang baru lagi dalam diri Kain; ia
mengeraskan hatinya dan tidak mendengarkan teguran TUHAN dan akhirnya membunuh
Habel, adiknya. Bahkan ketika TUHAN menanyakan Habel kepadanya, Kain tidak
malah berbohong. Dosa akan beranak dosa. Yakobus mengatakan;
Dan apabila keinginan itu
telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia
melahirkan maut. Yak.1:15.
Dosa yang pertama yang ada pada Kain melahirkan
irihati dan irihati melahirkan dosa-dosa yang berikutnya hingga Kain membunuh
Habel. Mungkin saudara mengatakan; tidak terlalu besar dan fatal akibatnya jika
saya tidak terlalu peduli apa yang saya harus persembahkan kepada TUHAN. Hari
ini kita belajar bahwa akibatnya fatal! Apa yang engkau lakukan dalam hidup ini
berdampak besar kepada keberlangsungan hidupmu. Bukan manusia yang menilai dan
membuat perhitungan. Tetapi Tuhan sendirilah yang akan menilai dan membuat
perhitungan dengan persembahan yang engkau persembahkan. Jangan memandang
ringan akan apa yang engkau persembahkan! Karena jika TUHAN menolak Kain dan
persembahannya. Maka tentu kitapun tidak akan bisa luput. Sebab itu mari kita
bersama-sama memperhatikan bagaimana kita mempersembahkan persembahan kita
kepada TUHAN. Benarkah kita sudah memberi yang terbaik?
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar