Senin, 29 Desember 2014

Khotbah Kejadian. 4 : 3 – 5

Waingapu, 02 Februari 2014

Kejadian. 4 : 3 – 5

Saudara – saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Apakah yang membedakan persembahan Kain dengan Habel? Apakah yang membedakan persembahanmu dengan orang lain? Dalam ayat. 3–5 kita membaca; 
Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
Bedanya; Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu sedangkan Habel mempersembahkan persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya. Yang kedua Kain dan persembahannya tidak di indahkan sementara Habel dan persembahannya di indahkan TUHAN. Kain mempersembahkan sebagian. Kata “sebagian” sama dengan sebelahsecuilsekeratseparuhsepenggalsepihaksepotongseserpihsetengah, artinya satu bagian. Bukan seanteronya atau seutuhnya. Sementara Habel mempersembahkan persembahan anak sulung dari Kambing dombanya yakni lemak-lemaknya. Artinya Habel mempersembahkan persembahan yang di kehendaki TUHAN. Persembahan yang di minta dan yang kepadanya TUHAN berkenan.
Dalam Kitab Keluaran 13: 12
maka haruslah kaupersembahkan bagi TUHAN segala yang lahir terdahulu dari kandungan; juga setiap kali ada hewan yang kaupunyai beranak pertama kali, anak jantan yang sulung adalah bagi TUHAN.
Bd. Neh.10: 36. Demikian juga lemak-lemak adalah bagian yang di minta oleh Tuhan sendiri untuk di persembahkan.
Dalam Keluaran  29: 22 Tuhan sendiri memerintahkan:
Dari domba jantan itu haruslah kauambil lemaknya, ekornya yang berlemak, lemak yang menutupi isi perutnya, umbai hatinya, kedua buah pinggangnya, lemak yang melekat padanya, paha kanannya -- sebab itulah domba jantan persembahan pentahbisan --
Bd. Kel.  29:13; Im.1:8,12; 3–4; 6–10; 16; Ul.32. 
Habel tidak sembarangan; asal-asalan dalam mempersembahkan sesuatu kepada TUHAN. Habel tidak sembarangan mengambil domba untuk di persembahkan tetapi memilih “yang Sulung” dan mengambil lemak-lemak untuk di persembahkan. Bukan anak kambing domba yang tengah, dan yang kemudian dan bukan pula daging. Sekalipun domba-domba itu gemuk, yang sulung dan terbaik serta gemuk adalah milik TUHAN. Itulah yang harus di persembahkan! Dan itulah yang dilakukan Habel.
Sementara Kain tidak mempersembahkan persembahan sebagaimana di hendaki TUHAN dalam Firman-Nya. Ia tidak mempersembahkan hasil pertama dan buah sulung dari hasil yang di perolehnya. Tetapi mempersembahkan sebagian dari hasil yang di perolehnya.
Dalam kitab Neh.  10:35
Lagipula setiap tahun kami akan membawa ke rumah TUHAN hasil yang pertama dari tanah kami dan buah sulung segala pohon.
Bd. Yeh.  44:30; Hos.9: 10.
Pertanyaannya bagi kita: Bagaimanakah dengan kita? Sudahkah kita mempersembahkan persembahan yang benar dan di kehendaki TUHAN? Bagaimanakah sikap kita ketika kita hendak mempersembahkan persembahan kita kepada TUHAN? Persembahan yang benar adalah persembahan yang sesuai dengan Firman TUHAN. Persembahan tentunya timbul dari hati yang percaya. Penulis Ibrani mengatakan; Karena Percaya Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. ….. Ibr 11:4. Persembahan yang bersumber dari Percaya akan TUHAN selamanya adalah persembahan yang berkenan dan berharga di mata TUHAN. Persembahan yang berharga tidak di nilai dari banyaknya yang kita berikan. Dari Injil Markus  12:43-44 kita membaca; Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahanSebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
Jadi jangan berkata; pokoknya saya membawa persembahan, apakah itu sedikit atau banyak saya tidak peduli. Perhatikanlah bagaimana engkau membawa persembahanmu! Apakah memang sudah tepat atau tidak. Apakah sudah yang terbaik yang engkau berikan? Atau jangan-jangan engkau sampai mempersembahkan persembahan yang tidak layak dan pantas kepada-Nya! Jangan menganggap ringan akan hal itu! Karena apa yang engkau lakukan mencerminkan kepribadianmu yang sesungguhnya. Kain tidak dapat menyembunyikan diri; karena ALLAH sendiri menelanjangi dan membuka bahwa Kain adalah berasal dari si jahat dan segala perbuatannya jahat. Bd 1 Yoh. 3:12. Karena itu dikatakan Kain dan persembahannya tidak di indahkan Tuhan. Sementara Habel dan persembahannya di indahkan Tuhan. Jadi bukan hanya masalah persembahan saudara yang penting tetapi juga saudara yang memberi persembahan itu. Kain dan persembahannya tidak di indahkan artinya tidak di terima oleh Tuhan. Kain dan persembahannya di tolak oleh Tuhan. Dan hal ini menimbulkan dosa baru dalam diri Kain. Ia menjadi iri hati terhadap Habel karena Tuhan mengindahkannya dan menerima persembahannya. Dosa itu menimbulkan dosa yang baru lagi dalam diri Kain; ia mengeraskan hatinya dan tidak mendengarkan teguran TUHAN dan akhirnya membunuh Habel, adiknya. Bahkan ketika TUHAN menanyakan Habel kepadanya, Kain tidak malah berbohong. Dosa akan beranak dosa. Yakobus mengatakan;
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Yak.1:15.
Dosa yang pertama yang ada pada Kain melahirkan irihati dan irihati melahirkan dosa-dosa yang berikutnya hingga Kain membunuh Habel. Mungkin saudara mengatakan; tidak terlalu besar dan fatal akibatnya jika saya tidak terlalu peduli apa yang saya harus persembahkan kepada TUHAN. Hari ini kita belajar bahwa akibatnya fatal! Apa yang engkau lakukan dalam hidup ini berdampak besar kepada keberlangsungan hidupmu. Bukan manusia yang menilai dan membuat perhitungan. Tetapi Tuhan sendirilah yang akan menilai dan membuat perhitungan dengan persembahan yang engkau persembahkan. Jangan memandang ringan akan apa yang engkau persembahkan! Karena jika TUHAN menolak Kain dan persembahannya. Maka tentu kitapun tidak akan bisa luput. Sebab itu mari kita bersama-sama memperhatikan bagaimana kita mempersembahkan persembahan kita kepada TUHAN. Benarkah kita sudah memberi yang terbaik?


Amin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar