TAHUN
BARU
|
Waingapu,
01 Januari 2015
|
Baca
: Daniel. 1: 1 – 21
Nas : Daniel. 1: 1 – 21
Menyanyi : Mazmur. 127 : 1 – 3
Menyanyi : Mazmur. 91 : 3 – 4
Menyanyi : Mazmur. 121 : 1 – 4
Menyanyi
: Ny. Roh. 24 : 3
Saudara-saudara
yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus
Kristus,
TUHAN
telah memimpin dan menyertai kita; benar-benar TUHAN berkenan untuk kita
memasuki tahun 2015. Bahwa Tuhan telah
berkenan untuk kita memasuki tahun 2015 ini, tentu kita harus bisa melihat
bahwa ada maksud TUHAN didalam itu. Dan melalui Firman Tuhan,
Kitab Daniel 1: 1 – 21 kita akan melihat
apa pesan TUHAN untuk kita lakukan bagi TUHAN di tahun 2015 ini.
Dalam kitab Daniel 1 ini di jelaskan tentang
pengepungan atas Yehuda; yang dilakukan oleh Nebukadnesar raja Babel dengan
pasukan. Pengepungan
itu berakhir dengan tembok kota Yehuda dan Yerusalem di hancurkan. Nebukadnezar
mengalahkan Yehuda dan membawa sebagian perkakas
rumah TUHAN di Yerusalem. Raja Yoyakhim dan rakyat Yehuda tidak dapat berbuat
apa-apa. Bangsa yang dulu di
kenal sebagai bangsa yang
kuat dan tangguh pada masa pemerintahan Daud dan Salomo, sekarang menjadi bangsa yang lemah dan tidak berdaya, dengan
mudah mereka dikalahkan
dan di hancurkan musuh.
Dan Bagi Nebukadnezar, raja Babel
kemenangan itu adalah kemenangan dewanya. Dewanyalah yang lebih kuat ketimbang
ALLAH Israel. Dewanyalah
yang sanggup
mengalahkan Allah Israel, Allah yang di takuti dan sangat di kagumi bangsa-bangsa. Dua kalinya
dikatakan; Semuanya
itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu
dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya. Dan ini menegaskan bahwa
betapa tidak berdayanya Allah Israel itu. Dan sekali lagi hal yang sama di
tegaskan dalam pergantian nama dari Daniel dan kawan-kawannya. Dalam nama-nama tersembunyi nama dewa-dewa yang di sembah oleh bangsa Babel.
Jika nama
Daniel berarti TUHAN itu adalah Keadilanku. Sekarang menjadi Beltsazar dan itu berarti pemimpin
Bel. Bel itu adalah Nama salah satu dewa utama Babel (lih. Yes. 46:1; Yer. 50:2; 51:44). Dewa yang di sembah oleh Bangsa Babel. Tetapi Benarkah kemenangan
itu karena Dewa-Dewa Bangsa Babel yang lebih kuat dari Allah Israel?
Dalam
ayat 2 di jelaskan bahwa TUHANlah
menyerahkan Yoyakhim raja Yehuda dan perkakas Bait Allah itu kepada Nebukadnezar raja Babel. Jadi
bukan karena ALLAH tidak kuat dan bukan pula karena kekuatan dewa-dewa bangsa
Babel. Karena tidak ada kekuatan
melebihi kekuatan TUHAN.
Inilah pesan pertama yang di sampaikan kepada kita yakni
TUHAN menghendaki agar kita menyadari bahwa bukan karena kekuatan kita sendiri,
kemampuan kita serta kesanggupan kita berada di tahun 2015 ini. Semua ini
semata-mata karena TUHAN berkenan untuk kita masuk ditahun 2015 ini. Mungkin ada
orang yang merasa karena kekuatannya, kesanggupannya dan karena ia mampu
menjaga kesehatan dan mempertahankan hidupnya. Tetapi Firman TUHAN hari ini mengatakan bahwa TUHAN lah yang
melakukannya bagi kita.
Yang kedua, Nebukadnesar membawa orang-orang Muda dari Israel.
Orang-orang Muda yang
berasal dari keturunan raja dan dari
kaum bangsawan, yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang
berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak
dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk
bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang
Kasdim. Bukan semua
orang-orang muda yang di bawa Nebukadnezar. Tetapi orang-orang muda yang punya
potensi, yang bisa di harapkan,
yang bisa diandalkan, bisa dan seterusnya. Orang–orang
muda yang tidak saja kuat secara fisik tetapi juga pintar dan berhikmat. Mereka di didik selama tiga tahun. Setelah itu baru
bekerja di istana Nebukadnesar. Itulah rencana besar Nebukadnesar. Dalam membuat
dan merancang sesuatu Nebukadnesar membuat rencana yang matang. Jika Nebukadnesar
bisa membuat rencana besar seperti itu? Pertanyaannya apakah rencana yang
engkau buat untuk Gereja TUHAN di tahun 2015 ini? Adakah sesuatu yang engkau
rencanakan untuk engkau lakukan untuk TUHAN ditahun 2015 ini?
Rencana Nebukadnesar membawa orang-orang muda dari Israel
adalah salah satu strategi
Iblis akan melumpuhkan Umat TUHAN. Karena jika orang–orang muda terbaik yang
menjadi harapan bagi Gereja, harapan bagi
bangsa dan harapan bagi
keluarga sudah di tawan dan di bawa, apakah lagi yang masih bisa diharapkan?
Apakah lagi yang dapat diharapkan
oleh Gereja jika orang-orang muda terbaik telah di tawan atau hidupnya rusak?
Apakah lagi
yang bisa diharapkan
oleh bangsa ini jika kehidupan orang-oraang muda sudah hancur? Strategi Iblis ini
hingga hari ini berjalan (Eksis)
terus. Dimana-mana orang-orang muda terbaik yang tadinya bisa diharapkan
dalam keluarga, Gereja dan bangsa ini hidupnya rusak karena seks Bebas, karena
Narkoba, karena Alkohol dan karena perkembangan
jaman ini.
Dan inilah
tugas kita yakni
terus membentuk, mengajar, membekali
orang-orang muda sehingga mereka kuat dan tetap berjalan dan hidup menurut kehendak
TUHAN.
Daniel
dan Hananya, Misael dan Azarya juga di bawa dan hidup sebagai tawanan. Tetapi hidup sebagai tawanan tidak membuat keempatnya terganggu yakni menjadi
lemah dan tidak berdaya. Kondisi itu tidak
membuat mereka berubah setia. Kita membaca Daniel berketetapan untuk tidak
menajiskan dirinya, ayat. 8. Berketetapan artinya
tetap teguh, tidak bergeser dari prinsip hidupnya, tetap komitmen dan tidak
berkompromi. Selain dari itu Daniel juga meminta untuk
melakukan test kepada mereka berempat. Daniel minta supaya mereka hanya di
berikan sayur untuk dimakan ayat. 11. Daniel berani mempertaruhkan dan membuktikan
bahwa Allah sanggup memelihara mereka.
Dua
hal yang kita belajar dari Daniel dan kawan-kawannya. Yang pertama: apapun
keadaannya kita tidak boleh berkompromi dengan segala tawaran dan tekanan hidup yang kita hadapi. Kebenaran harus menjadi pilihan bagi kita. Kita tidak
perlu bergeser atau berlangkah keluar serta meninggalkan Kebenaran itu. Kita
harus berani mengatakan tidak. Kita tidak boleh goyah, bimbang dan takut. Kita
harus belajar untuk menjadi seperti Daniel yang berketetapan yakni yang tetap
teguh dan kokoh dalam keyakinannya akan ALLAHnya.
Yang
kedua kita harus berani membuktikan bahwa Allah sanggup memelihara hidup kita.
Seperti Daniel dan kawan-kawan tetap di pelihara oleh TUHAN. Mereka tak kurang
suatu apapun. Tuhan membuat mereka mendapat Kasih dan sayang dari pegawai raja
Nebukadnezar. Mereka mendapat perlakuan khusus dan sangat istimewa. Tuhan
membuat mereka lebih dan semua orang yang ada di istana Nekadnezar. ALLAH
memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan
hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai
penglihatan dan mimpi. Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan
pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka
sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di
seluruh kerajaannya. Sebab
itu tidak perlu ada yang kita takuti ketika kita berlangkah di tahun 2015 ini.
Untuk itu kita harus menjadi orang–orang yang berketetapan; yang teguh dan
kokoh dalam keyakinan; tidak mudah di pegaruhi oleh tawaran-tawaran yang mengiurkan. Jadilah
seperti Daniel dan kawan-kawannya yang sekalipun makan dari meja raja enak dan
membuat mereka menjadi orang–orang terhormat, mereka tetap memilih untuk tidak
menagambil bagian karena makanan yang dimakan raja sudah lebih dulu di
persembahkan kepada Dewa/berhala.
Kita juga harus berani menegaskan bahwa ALLAH sanggup memelihara kita. Sehingga
jangan karena makanan kita harus menjual dan mengorbankan Kebenaran yang
menyelamatkan kita. Allah Sanggup memelihara kita dalam sepanjang tahun 2015
ini.
Yakinkah
kita
akan hal itu? Yesus membuktikan itu ketika Ia berpuasa selama 40 hari 40 malam di padang gurun.
Meski Ia lapar Ia
tidak memberontak kepada Allah. Ia
mengatakan kepada Iblis yang menggoda-Nya bahwa
Manusia bukan hidup dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari
mulut ALLAH. Keyakinan akan pemeliharan Allah di butuhkan dalam sebuah
kepastian hidup kita sebagai anak-anak TUHAN di tahun 2015 ini. Karena itu mari
kita belajar dari teladan Daniel dan kawan-kawannya yang tetap setia,
menguduskan hidupnya dan yakin akan pemeliharaan TUHAN.
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar