Waingapu, 29 Juni 2014
1 Korintus.
6 : 1 – 11
KH Minggu 27 sj 72–74
Saudara – saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus
Kristus,
Nas kita kebaktian adalah dari Katekhismus
Heidelberg Minggu 27? Katekhismus berarti Pengajaran yang disusun dalam bentuk
soal jawab. Dan tujuan yang satu-satunya mengapa Katekhismus itu di buat adalah
akan mengajar dan membimbing orang-orang Kristen bagaimana mereka dapat mempertahankan
dan hidup sesuai dengan Kebenaran Sabda TUHAN terhadap segala kesesatan yang
ada.
Saudara-saudara yang kekasih,
Dalam Katekhismus minggu 27 kita masih mendapat penjelasan tentang Hal
Permandian itu. Dan tiga hal penting yang di jelaskan;
Yang pertama bahwa Permandian itu tidak menyucikan
kita dari segala dosa kita
Yang kedua di jelaskan makna dari ungkapan
Kelahiran pula dan pencucian dari dosa-dosa,
Yang ketiga di jelaskan bahwa anak-anak kecil juga
harus di permandikan
Saudara-saudara yang kekasih,
setiapkali sakramen Permandian dilayani formulir tentang Sakramen Permandian
itu selalu dibaca. Kita mendapat penjelasan tentang Permnadian itu. Kemudian
Permandian itu dilakukan dimana air di percikkan dan nama Allah Baoa, Allah
Anak dan Allah Roh Kudus (Tritunggal) di sebut. Dan bahwa seseorang di
permandikan itu adalah perbuatan ALLAH yang besar, yang TUHAN lakukan di
tengah-tengah kita. Karena dengan permandian itu orang tersebut boleh masuk
rumah Allah yakni Gereja-Nya. Dia boleh menjadi anggota Gereja-Nya yakni warga
Kerajaan Allah. Dan selain dari itu kita mendengar bagaimana orangtua danorang
yang dipermandikan mengaku dan berjanji. Khususnya bagi orangtua mereka mengaku
dan berjanji akan mendidik dan mengajar anaknya dalam takut akan TUHAN.
Pertanyaannya saudara-saudara bagi sendiri apakah sebenarnya
Permandian itu? Dan seperti apakah keyakinan kita
tentang permandian itu? Adakah saudara punya dasar yang kokoh dan kuat tentang
Permandian itu sendiri? Ataukah jangan-jangan kita samasekali tidak punya
pegangan dan dasar yang kuat tentang permandian itu? Dalam
Minggu 27 ini Pertama-tama di tegaskan bahwa Permandian itu tidak menyucikan
kita dari dosa-dosa kita; bukan air itu yang menyucikan kita dari segala dosa
kita, yang menyucikan kita dari dosa-dosa kita adalah darah Kristus dan Roh
Kudus. Air adalah lambang dari darah Kristus. Dan itu di tegaskan dalam 1 Yoh.
1: 7 yang mengatakan; ……… dan darah Yesus, Anak-Nya itu,
menyucikan kita dari pada segala dosa. Juga dalam 1 Kor.6:11
kita membaca; …… Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan,
kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan
dalam Roh Allah kita. Dari kedua nas ini jelas bahwa
kita disucikan oleh darah Kristus dan Roh Kudus. Dan kedua ayat ini adalah Kebenaran
yang harus menjadi pegangan atau dasar bagi kita. Dengan kebenaran Firman Tuhan
ini kita dapat menolak segala pandangan, ajaran dan pendapat yang tidak sesuai
dengan Sabda Tuhan. Kita tidak akan bisa bertahan bila kita tidak punya dasar.
Terlebih ketika kita berhadapan dengan kesesatan yang menyusup masuk dalam
Gereja. Tidak mudah akan membedakan apakah itu ajaran sesat atau tidak. Sebab
pengajar sesat itu sudah meramu sedemikian rupa ajarannya sehingga mudah di
terima. Seperti ada ajaran yang membedakan antara Permandian yang benar dan
semu. Sepintaslalu itu sangat mudah di terima. Dan tidak mudah dilihat titik
kekeliruannya ada dimana sebab mereka menjelaskan. Permandian yang benar
adalah bilamana anak yang dipermandikan dari kecil hingga dewasa menunjukkan
tanda-tanda pertobatan yakni hidup sebagai anak Allah. Dan permandian yang semu
adalah permandian yang telah dilakukan pada seseorang dari kecil tetapi pada
masa pertumbuhan anak tersebut berkanjang dalam dosa. Maka permandian yang
dilakukan di nyatakan tidak berlaku dan dianggap sebagai pemborosan air dan
karena itu anak tersebut harus di permandikan kembali. Tetapi apakah ini adalah
pengajaran yang sesuai dengan Firman Tuhan? Sesungguhnya bukan permandian itu
yang salah; Permandian itu Kudus dan suci adanya, yang salah adalah orang yang
di permandikan. Karena itu apapun juga keadaannya apakah orang yang di
permandikan itu berkanjang dalam dosa atau tidak, permandian tidak perlu di
ulang. Alkitab juga tidak pernah mengajarkan bahwa permandian perlu diulang.
Hanya orang yang di permandikan, yang tidak sesuai dengan perumusan yang
diajarkan Kristus harus di permandikan kembali.
Ajaran yang lain yang tidak
kala besar pengaruhnya adalah dalam Gereja Roma Katolik diajarkan bahwa
air dalam permandian itu memiliki kuasa yang ajaib yang secara otomatis dapat
menyelamatkan orang yang di permandikan. Karena itu dalam Gereja Roma Katolik
orang mati harus secepatnya di permandikan. Air Permandian diyakini dapat
menyucikan dan menyelamatkan mereka yang di permandikan. Pertanyaannya apakah
ajaran seperti itu ada dalam Firman Tuhan? apakah itu diajarkan TUHAN dalam
Sabda-Nya? Sesungguhnya tidak ada kuasa apapun dalam air itu. Air itu tidak
mengandung kekuatan magis; yang secara otomatis dapat menyelamatkan orang yang
di permandikan. Tetapi yang punya kekuatan atau kuasa adalah Darah Kristus dan
Roh Kudus Demikian juga dengan apakah permandian itu di lakukan dengan cara
selam atau percik tidak penting. Karena apakah orang itu diselamkan dalam
air ataukah air itu di percik saja atasnya; air tetap adalah lambang dari darah
Kristus.
Mungkin orang bisa menunjuk
pada ayat-ayat Alkitab yang menyebutkan bahwa permandian itu adalah Permandian
kelahiran pula dan Pencucian dari dosa-dosa. Orang bisa juga menunjuk pada nas
yakni Markus. 16:16. Untuk menentang permandian anak kecil. Tetapi orang lupa
bahwa kedua ayat itu menegaskan dan mengajarkan bahwa begitu pasti cara rohani
kita dicucikan dari segala dosa-dosa kita sebagaimana kita di bersihkan oleh
air itu. Bukan air itu yang membuat orang dilahirkan kembali menjadi manusia
baru. Bukan air itu yang menyucikan orang dari dosanya. Biar sepuluh kali atau
berulang-ulang kali orang di baptis atau di permandikan ia tidak akan pernah
bersih dari dosa. Apakah ia di permandikan cara selam atau percik, tetap saja
air tidak menyelamatkan. Air tetap adalah tanda atau lambang dari darah
Kristus. Inilah pegangan kita yang berdasarkan Firman TUHAN. Kebenaran ini kita
harus miliki supaya kita tidak terombang ambing oleh pelbagai ajaran sesat yang
ada saat ini. Sebab banyak saudara yang karena telah di pengaruhi meninggalkan
ajaran yang benar itu dan menyerahkan diri untuk di permandikan kembali. Dasar
yang tidak kuat dan kokoh membuat siapapun goyah dan rapuh dalam keyakinannya;
juga membuat orang dengan mudah meninggalkan ajaran yang benar itu. Karena itu
dasar yang kokoh dan kuat perlu kita miliki, bukan saja untuk mempertahankan
diri berhadapan dengan pelbagai ajaran yang tidak sesuai dengan Kebenaran Sabda
TUHAN. Tetapi lebih dari itu karena hidup sesuai dengan Kebenaran Sabda TUHAN
itu adalah sesuatu yang harus terjadi atau yang harus berlangsung dalam hidup
kita sebagai anak-anak TUHAN.
Hal yang ketiga di jelaskan
tentang permandian anak-anak kecil. Banyak denominasi Gereja yang menolak permandian
anak dengan alasan bahwa anak kecil belum dapat mengaku percayanya. Anak-anak
kecil hanya diserahkan seperti Yesus juga di serahkan. Mereka lupa bahwa
Markus.16:16 itu mengacu pada orang kafir; yang seharusnya lebih dulu percaya
baru kemudian di permandikan. Sedangkan anak-anak kecil, yang nota benenya
adalah anak-anak orang Kristen tidak perlu lebih dulu mengaku percayanya lalu
kemudian di permandikan. Karena mereka telah terhisab dalam Perjanjian Allah
atau dengan kata lain karena mereka adalah anak-anak Perjanjian. Perjanjian
Allah adalah dasar dari Permandian itu. Kepada mereka juga dijanjikan kelepasan
itu. Dan kareka itu mereka itu harus di permandikan.
Mereka lupa bahwa Yesus
diserahkan karena Yesus adalah anak Sulung. Dalam PL dijelaskan bahwa setiap
anak sulung harus di serahkan kepada TUHAN. Ketentuan itu harus di penuhi oleh
Yesus karena Yesus datang untuk menggenapkan ketentuan Torat itu.
Orang lupa bahwa Yesus juga di
Sunat. Jika orang beralasan bahwa mereka mau meneladani atau mengikuti jejak
Yesus, Maka mereka juga harus memberi dirinya untuk di sunat. Sama seperti
sunat demikian juga permandian itu adalah tanda pada Perjanjian Allah.
Saudara-saudara yang kekasih
seperti itukah pegangan yang ada pada kita tentang Permandian itu? Kita sudah
di permandikan dan karena itu kita adalah anggota-anggota Keluarga Allah.
Permandian yang membedakan kita dari orang-orang yang belum mengenal TUHAN. pertanyaannya
Masih sadarkah kita bahwa kita adalah keluarga ALLAH? lalu apapkah yang kita
buat saat ini sebagai anggota Keluarga ALLAH? Cukupkah dengan apa yang saat ini
kita lakukan? Milikilah Kebenaran Sabda Tuhan itu karena hanya Kebenaran Sabda
Tuhan yang membawa kita kepada kehidupan.
Amin
Maudjawa, 24 Juni 2014
Perbaikan Nikah
Ruben Djami Lele dengan Elisabeth Ratu (Lisa)
Mazmur. 33: 1 – 22
Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus
Kristus,
Dalam
ayat 1-3 Pemazmur mengajak kita untuk memuji TUHAN. Secara khusus
orang-orang benar dan jujur di panggil akan menaikkan puji-pujian kepada TUHAN.
Istilah
orang benar dan jujur adalah istilah yang di kenakan kepada mereka yang takut
akan TUHAN. Yakni mereka yang hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada
perintah-perintah TUHAN.
Mereka
yang hidup sepadan/ sesuai dengan Sabda TUHAN.
Memuji dan ber-Mazmur bagi
TUHAN adalah merupakan suatu keharusan. Kata pe-Mazmur itu layak bagi anak-anak
TUHAN. Jadi selama kita mengklaim bahwa kita adalah anak-anak TUHAN, tidak ada
pilihan lain selain dari memuji dan ber-Mazmur bagi TUHAN. Hidup kita
harus penuh dengan Puji-pujian. Rumah tangga kita, pelayanan kita hendaknya
penuh dengan puji-pujian bagi TUHAN. Puji-pujian hendaknya menghiasi seluruh
aspek kehidupan kita. Bukan hanya di Gereja dan kegiatan-kegiatan Gerejani kita
bersemangat untuk memuji TUHAN. Seluruh hidupmu hendaknya penuh dengan
puji-pujian kepada TUHAN. Bukan malah rumah tanggamu penuh dan di hiasi dengan
lagu-lagu dunia, lagu-lagu dangdut dan lain-lain. Begitu merdu lagu-lagu itu
menghiasi rumah tangga dan hidup anak-anak TUHAN. Betapa tidak; Salon dan
alat-alat musik lainnya disediakan secara khusus untuk menyajikan lagu-lagu
tersebut. Sehingga yang kelihatan bukan Kristus tetapi sosok Rhoma Irama, dan
lain-lainnya yang menghiasi hidup kita. Sebagai anak-anak TUHAN perlu kita
bertanya diri adakah hidup kita saat ini penuh dengan puji-pujian bagi TUHAN?
Benarkah dalam rumah tanggamu lagu puji-pujian bagi TUHAN yang di kumandangkan?
Coba lihat berapa persenkah lagu Rohani yang ada di HPmu?
Dan
jika hidupmu atau rumah tanggamu sepi; dimana engkau tidak bergairah dan tidak
begitu bersemangat untuk memuji TUHAN. Maka kita perlu bertanya diri; mengapa
kita tidak melakukan itu? Mengapa kita merasa susah dan begitu berat untuk
memuji TUHAN? Ada alasan yang kuat bagi pe-Mazmur mengapa ia mengatakan
memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur;
Daud
mengatakan Firman TUHAN itu BENAR. Tidak ada berita yang tidak benar. Apa yang
dikatakan dan disampaikan dalam Firman itu semuanya BENAR adanya. Seperti
dikatakan dalam Mazmur ini; TUHAN itu berkuasa dan itu di buktikan ketika TUHAN
menjadikan langit dan bumi serta segala isinya. Ia hanya bersabda semuanya ada!
Kebenaran Firman TUHAN itu juga di buktikan dikala TUHAN menggagalkan segala
rancangan jahat. Seperti TUHAN menggagalkan rencana Firaun yang hendak
memperbudak orang Israel; TUHAN menggagalkan rencana Balak yang hendak mengutuk
orang Israel; TUHAN menggagalkan usaha Saul yang hendak membunuh Daud; TUHAN
menggagalkan rencana Herodes yang hendak membunuh Yesus; TUHAN menggagalkan
rencana orang-orang Yahudi yang hendak membunuh Paulus dan seterusnya. Selain
dari itu dalam banyak hal lain juga di buktikan Kebenaran Firman itu
Semua itu menjadi sebab anak-anak TUHAN ber-Mazmur bagi TUHAN. Layaklah kita
hidup takut akan TUHAN; menghormati, menaati dan melakukan kehendak-Nya. Jika
kita tidak merasakan kebaikan-kebaikan TUHAN itu dalam hidup ini. Atau dengan
kata lain kita belum memiliki pengenalan akan TUHAN dalam segala karya-Nya.
Maka kita tidak akan mungkin memiliki semangat dan bergairah untuk memuji dan
memuliakan TUHAN. Untuk itu kita perlu membangun dalam diri kita Relasi atau
hubungan yang mesra dengan TUHAN. Dalam hubungan yang baik dengan TUHAN maka
pikiran dan hati kita akan diterangi oleh Roh Kudus sehingga mata kita melihat
bahwa betapa baik TUHAN itu bagi kita dalam hidup ini. Hanya dalam persekutuan
dengan TUHAN, kita akan merasakan kebaikan-kebaikan TUHAN itu. Itulah sebabnya
Daud mengatakan; Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku
bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri! Kebahagiaan akan
dinikmati oleh setiap anak-anak TUHAN. Betapa tidak; Daud mengatakan dalam
Mazmur ini TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;
dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi. Dia yang membentuk
hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka. Itulah
kebahagiaan orang yang Percaya kepada TUHAN. TUHAN tidak akan membiarkan
mereka. Mereka akan selalu terlindung dari bahaya apapun juga. (Sebab itu dalam
mengarungi bahtera Rumah Tangga yang baru memang tidak mudah). Banyak pergolakan
yang akan kita hadapi. Mungkin sekali kondisi yang kita hadapi laksana perahu
yang berada di tengah laut, yang di terjang oleh angin kian kemari. Apapun
kondisi yang sedang kita hadapi; ingatlah bahwa TUHAN memandang dari Sorga, IA
akan menjawab kita dan memberikan kita kelepasan. Itulah sebabnya Daud
mengatakan seorang Raja takkan selamat oleh banyaknya tentara, juga kemenangan
tidak datang dari ketangkasan kuda perang. Tetapi baik kemenangan dan
keselamatan adalah datang dari Pihak TUHAN. Sebab itu dalam segala persoalan
yang terjadi jangan pernah mencari jalan keluar yang lain di samping TUHAN.
Jangan pernah melarikan diri dari TUHAN. Tetapi sebaliknya semakin besar
persoalan yang kita hadapi hendaknya kita semakin dekat dengan TUHAN; yakni
dengan terus bertanyakan TUHAN.
Amin.
Waingapu, 22 Juni 2014
Perjamuan
Malam TUHAN yang Kudus
Permandian
anak: Devani Rambu Alfa
Rapat Sidang
Mazmur. 31: 1 – 25
Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus
Kristus,
Mazmur ini diawali dengan
sebuah pernyataan; bahwa pe-Mazmur berlindung hanya pada TUHAN Itu
berarti Daud tidak berlindung di tempat lain. Daud tidak mencari tempat
perlindungan diluar TUHAN. Apapun keadaannya apakah ia terdesak atau tidak ia
tetap berlindung pada TUHAN. Seperti apa sebenarnya permasalahan yang dialami
oleh Daud; dalam Mazmur ini yidak di jelaskan. Tetapi dalam ungkapan permohonan
yang di sampaikan Daud tersirat dengan jelas bahwa masalah yang dialami Daud
sesungguhnya adalah masalah yang besar dan serius. Ungkapan permohonan seperti Luputkanlah
aku;.sendengkanlah telinga-Mu; bersegeralah melepaskan aku; jadilah bagiku
gunung batu menjelaskan bahwa begitu berat permasalahan hidup yang dihadapi
DAUD. Dalam ungkapan permohonan itu menggambarkan bahwa Daud merasa terdesak;
terkepung dan tidak berdaya.
Lalu apakah yang dilakukan
musuh-musuhnya dan siapakah mereka sebenarnya? Musuh memasang jarring bagi
Daud. Jaring adalah sebuah perangkap yang dipasang. Musuh mencari jalan
bagaimana mereka bisa menjatuhkan dan membunuh Daud. Saul coba memanfaatkan
Mikhal Isteri Daud; memanfaatkan Yonatan anak Saul; memanfaatkan orang-orang
Filistin untuk membunuh Daud. Dan karena perangkap itu tidak berhasil Saul
sendiri mencari dan mengejar Daud untuk membunuhnya. Mereka adalah orang-orang
yang membuatnya sakit hati; yang membuatnya merana; yang membuatnya hidup dalam
airmata; dan sebagainya. Bertahun-tahun Daud mengalami semua itu. Kita
tidak tahu entah berapa lama Daud di krjar oleh Saul. Adalah hal yang paling
menyakitkan jika orang membenci, memusuhi dan ingin membunuh kita sementara
kita tidak melakukan kesalahan yang menjadi sebab orang membenci dan ingin
membunuh kita. Tipe orang-orang yang demikian disebut oleh Daud dalam Mazmur
ini; pemuja berhala yakni mereka yang tidak percaya kepada TUHAN; mereka itu
adalah orang-orang Fasik yakni orang-orang yang congkak. Orang-orang yang
demikian bibirnya penuh dengan dusta. Pekerjaan siang malam adalah mencari
jalan untuk menjatuhkan dan menghancurkan kehidupan sesamanya. Sebab mereka
pasti tidak akan menerima bila orang lain lebih baik darinya. Kemajuan orang
lain seperti kesuksesan dan keberhasilan akan menjadi boomerang bagi mereka.
Jika mereka merasa kehadiran orang lain membuat dirinya tidak nyaman. Maka
mereka pasti akan memasang jerat untuk orang tersebut. Daud di benci, di musuhi
dan mau di bunuh bukan karena ia melakukan kesalahan terhadap Saul. Tetapi
karena ia hidup dalam Kebenaran yakni percaya dan tetap mengandalkan TUHAN.
Saul membenci dan mau membunuh Daud karena Daud semakin dikena. Bagi Saul Daud
adalah sososk yang berbahaya. Baik bagi kedudukannya maupun bagi tahta Kerajaan
itu. Sebab itu Daud harus segera di singkirkan. Baik dalam di Negara ini; dalam
pemerintahan; dalam Masyarakat maupun dalam Gereja anak-anak TUHAN pasti
mengalami kondisi seperti yang dialami Daud. Sebab itu jangan heran bila orang
membenci dan memusuhi kita padahal kita tahu benar bahwa kita tidak melakukan
kesalahan apapun. Peraingan yang tidak sehat pasti kita alami. Bahwa orang
membenci kita kebenaran itu sudah pasti! Sebab siapakah orang yang akhirnya
membiarkan Popularitasnya diambil orang lain? Kita melihat ketika Yesus datang;
Ia mengajar dan melakukan banyak mujizat, Ia di benci, di musuhi dan
disalibkan. Sebab dengan hadirnya Yesus yang membuat banyak banyak orang menjadi
pengikut-Nya membuat para pemimpin seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli
Torat merasa terancam kedudukannya. Betapa tidak mereka semakin tidak popular.
Demikian juga dengan Herodes mau membunuh Yesus hanya karena merasa terancam
kedudukannya. Bahkan selain dari itu banyak orang Percaya yang di benci dan di
bunuh karena hidup dalam Kebenaran Injil itu. Yang menarik bagi kita dalam
Mazmur adalah Daud tidak meninggalkan TUHAN. Ia tetap berseru kepada TUHAN.
Memohon kepada TUHAN untuk melepaskannya dan meluputkannya. Mari kita bertanya
diri benarkah saudara berlindung pada TUHAN dalam situasi yang demikian?
Benatkah saudara tetap berdoa kepada TUHAN memohon pertolongan-Nya untuk segera
melepaskan dan meluputkan saudara? Renungkanlah apa yang saudara lakukan ketika
saudara berhadapan dengan masalah bahkan ketika saudara merasa terdesak serta
merasa masalah tak kunjung pergi?Apakah saudara masih tetap berdoa?
Selanjunya Mazmur ini diakhiri
dengan sebuah ajakan; Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN
menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak
diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung. Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu,
hai semua orang yang berharap kepada TUHAN! Artinya jangan tawar hati; jangan
karena hal-hal yang terjadi semangatmu menjadi pudar. Jangan karena masalah
yang ada engkau menjadi tawar hati. Kesetiaan kita tidak boleh berubah. Apapun
yang terjadi; apapun kondisinya kita harus tetap mengasihi TUHAN. Sebab TUHAN
tetap mengasihi kita dan tidak pernah Ia menarik tangan-Nya dari kita. Kita
tidak boleh menjadi lemah karena banyaknya masalah yang kita alami. Sebaliknya
kita harus tetap kuat dan teguh. Kita tidak boleh bergeser atau berpikir untuk
memiliki yang lain selain dari TUHAN. Berat dan begitu berat permasalahan hidup
yang saudara sedang alami saat ini. Dengarlah ajakan Sabda TUHAN ini;
Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
Renungkanlah baik-baik ajakan ini dan lakukanlah dalam hidupmu
Amin
Waingapu, 15 Juni 2014
Mazmur. 27: 1 – 14
Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan kita
Yesus Kristus,
Saudara – saudara yang
kekasih, siapakah TUHAN itu bagi DAUD dalam Mazmur ini? Daud
mengatakan TUHAN itu adalah terangku. Terang
melambangkan kehadiran TUHAN. Terang TUHAN akan menerangi seluruh bagian-bagian
atau sisi yang gelap dalam hidup Daud. Kegelapan adalah keadaan atau
kondisi yang demikian mengerikan dan menakutkan. Siapapun pasti tidak akan
merasa nyaman bila berjalan dan berada dalam kegelapan. Kita merasa hidup kita
terancam dan berada dalam bahaya. Tetapi ketika TUHAN menjadi terang kita maka
kita akan melihat dengan jelas bahaya-bahaya yang mengancam hidup kita. Karena
itu dalam terang TUHAN kita tidak perlu takut. Dalam PB kita membaca dimana
Yesus mengatakan Akulah terang Dunia.Yesus adalah terang yang menerangi dunia
ini yang di liputi kegelapan. Dalam terang-Nya kita tidak perlu takut. Dalam
hidup ini kita seringkali di perhadapkan kepada kegelapan atau kekelaman hidup.
Kegagalan, kebuntuan, dan kesukaran adalah kekelam hidup yang didalamnya kita
membutuhkan terang TUHAN.
Selain dari itu
Daud mengatakan TUHAN itu Keselamatanku. Keselamatan disini menjelaskan akibat
dari perlindungan TUHAN dalam hidup Daud. Daud tidak hanya mengatakannya saja,
tetapi mengalami itu dalam hidupnya. Seperti TUHAN menyelamatkannya dari tangan
Goliat, dari tangan Saul, dari Absalom dan dari musuh-musuhnya.
Yang terakhir Daud mengatakan
TUHAN itu Benteng hidupku.. Benteng menggambarkan pertahanan dan perlindungan
yang kokoh terhadap serangan musuh. Daud bertahan dan terlindung
dari musuh-musuhnya bukan karena dia sendiri lihai dan pintar. Bukan karena ia
kuat dan memiliki strategi yang cukup baik untuk melumpuhkan musuh-musuhnya.
Tetapi TUHANlah yang menjadi pertahanan dan perlindungannya.
Daud tidak mengatakan semua
itu karena dia mengalami seperti apa perbuatan TUHAN itu dalam hidupnya. Tetapi
Daud mengenal baik siapa TUHAN itu! Dan jika TUHAN itu menjadi terangnya,
Keselamatannya dan bentengnya maka tidak perlu ada yang di takuti. Ketakutan
yang dirasakan oleh manusia bersumber dari rasa ketidakmampuan dan
ketidakberdayaannya untuk mengatasi suatu konflik atau krisis yang terjadi
dalam hidupnya.Ketika menghadapi tantangan dan serangan yang begitu hebat dari
musuh-musuhnya, Daud tidak takut, tidak gentar, dan tidak meragukan Allah
sedikit pun. Daud tidak membiarkan pikiran dan hatinya dikuasai oleh krisis
yang dihadapi sehingga hanya terpaku kepada krisis itu saja. Sebaliknya ia
tetap memfokuskan pikirannya kepada kebesaran dan siapakah Allah bagi dirinya.
Kekristenan kita bukanlah kekristenan yang terpaku kepada permasalahan hidup
yang terjadi. Karena dengan demikian kita akan membesar-besarkan masalah itu.
Tetapi jika kita menfokuskan diri kepada Allah maka masalah apa pun akan
terlihat kecil sehingga kita tidak akan gentar. Tetaplah Percaya yakni
mengandalkan TUHAN, TUHAN pasti akan menolong anak-anak-Nya. Anak-anak TUHAN
tidak perlu menempatkan dirinya dalam keraguan dan keutus asaan. Meski hidupnya
mengalami krisis. Dan tidak merasakan kehadiran TUHAN. Keadaan yang demikian
dapat membuat kita menjadi galau, bingung dan tidak tahu apa yang kita harus
buat. Meski sewaktu-waktu kerusuhan dapat menimpa kita; penderitaan, wabah
penyakit, malapetaka, kemiskinan menimpa kita. Ketika itupun kita tidak boleh
lari berlindung kepada siapa pun atau ke tempat mana pun, kecuali kepada Tuhan
dan tempat kudus-Nya.
Yang kedua adalah Permintaan
dan permohonan pe-Mazmur. Permohonan dan permintaan Daud yang
pertama adalah Diam di rumah TUHAN seumur hidupnya; bukan berarti bahwa kita
ada setiap hari di rumah TUHAN tetapi tetap berada dalam persekutuan dengan
TUHAN. Sehingga dimanapun kita tetap berada dalam suasana ibadah sebagaimana
layaknya kita berada di rumah TUHAN. sebagaimana kita bersyukur, memuji dan
bermazmur bagi TUHAN di rumah TUHAN. Demikianlah seharusnya kita lakukan dalam
seluruh kehidupan kita saat ini. Tujuan hidup kita adalah Menyaksikan kemurahan
TUHAN; yakni bersaksi bahwa betapa TUHAN bernmurah hati atas kita. TUHAN
mengasihi kita dan menyertai kita dalam sepekan; dan lebih dari itu
mengaruniakan apa yang kita butuhkan. Dan kita akan menikmati semua itu dalam persekutuan dengan TUHAN. dalam
persekutuan dengan kita akan bersorak karena dalam persekutuan itu kita melihat
bahwa Tuhan melindungi, Menyembunyikan dan Mengangkat kita. Kebaikan-kebaikan
TUHAN inilah yang terus memotivasi kita sebagai anak-anak TUHAN untuk
mempersembahkan korban syukur memuji akan akan nama-Nya dan ber-Mazmur
bagi-Nya.
Selain
dari itu Daud juga memohon agar TUHAN mendengar permohonannya dan
mengasihaninya. Daud berdoa kepada TUHAN supaya TUHAN tidak menyembunyikan
wajah-Mu, tidak menolaknya, tidak membuangnya dan tidak meninggalkannya.
Permohonan Daud ini menggambarkan bahwa Daud adalah seorang yang rendah hati,
yang tidak merasa dirinya layak dihadapan TUHAN. Ia tahu bahwa adalah pendosa
yang hina papa, pendosa yang benar-benar menyakitkan hati TUHAN. dalam
kekurangan dan kelemahan serta keterbatasannya Daud merasa bahwa bahwa
pertolongan dan perlindungan yang didapatkannya bukanlah karena ia sendiri baik
dihadapan TUHAN..
Menjadi
perenungan bagi kita semua bila kita diserang, difitnah dan diancam,
kepada siapakah kita berlindung? Adakah tempat yang cukup aman di bumi ini bagi
saudara selain TUHAN? Dan di manakah saudara menemukan perlindungan
sesungguhnya?
Yang ketiga Daud menjelaskan
keyakinan dan Harapan pe-Mazmur
Keyakinan
pe-Mazmur semakin besar karena TUHAN selalu menyambutnya. Meski ia sebatang
kara, hidup jauh dari oraang tua dan saudara-saudaranya karena harus menjauhkan
diri dari Saul yang ingin membunuhnya. Meski ia di kejar Absalom; meninggalkan
istana; Daud tetap berharap kepada TUHAN. Ia yakin TUHAN akan setia menunjukkan
jalan-Nya dan menuntunnya serta tidak menyerahkannya kepada para
musuh-musuhnya. Buksn hsnys itu Daud juga tetap percaya kepada TUHAN. Dan
karena ituseraya mengajak umat TUHAN untuk tetap kuat dan teguh serta tetap
menantikan TUHAN. Meski tekanan kehidupan berat, meski kita harus kehilangan
ini dan itu dan bahkan di tinggalkan ibu bapa kita harus tetap menjadi sosok
yang setia dan tetap mengandalkan TUHAN.Karena itu saudara-saudaraku, Biarlah
keyakinan pemazmur ini menjadi komitmen kita saat ini.
Amin
Waingapu, 08 Juni 2014
Keturunan Roh
Kudus
Kisah. 2: 1 – 4
Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus
Kristus,
Dalam
kebaktian ini sekaligus kita berbakti merayakan Keturunan Roh Kudus. Keturunan
Roh Kudus juga di sebut Pentakosta. Dan Pentakosta adalah hari yang ke
lima puluh. Dalam kitab Keluaran 34, Imamat 23 dan kitab Ulangan 16
dijelaskan; bahwa orang-orang Yahudi bersyukur kepada Tuhan dengan membawa persembahan
berupa roti jelai ke Rumah Allah yang dibuat dari hasil pertama atau buah
sulung ladang mereka. Sebab itu tidak heran kalau disini dalam Kisah 2 ini
dijelaskan bahwa ada begitu banyak orang yang datang dan berkumpul di
Yerusalem. Mereka mau mempersembahkan buah sulung dari apa yang mereka
kerjakan. Kebiasaan ini terbawa terus dalam kehidupan umat TUHAN. Karena itu
dari setiap kota dimana mereka, meski jauh mereka tetap datang ke rumah TUHAN
membawa persembahannya. Hasil pertama atau hasil sulung itulah yang mereka
persembahkan.
Sayangnya,
kebiasaan yang baik ini turun temurun di lupakan begitu saja. Demikianpula
dengan hal-hal lainnya seperti persepuluhan dan huluhasil. Hanya segelintir
orang yang ingat memberi persepuluhan mereka. Sementara huluhasil sama sekali
tidak ada lagi. Demikian juga dengan persembahan buah sulung atau hasil pertama
dari dari setiap pekerjaan yang kita lakukan. Pertanyaannya apakah
semua itu dikarenakan kita tidak punya pekerjaan? Ini menjadi perenungan bagi
kita.
Menarik saudara-saudara,
nas kita berbunyi; “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya
berkumpul di satu tempat”. Hari Pentakosta menjadi Moment yang
sangat penting dan sangat berharga bagi semua orang percaya. Mereka berkumpul
disatu tempat. Tidak ada satupun yang memisahkan dan mengasingkan diri. Mereka
semua berada dalam satu persekutuan. Perlu kita bertanya diri bagaimanakah
dengan kita saat ini? Kita mengatakan: saya orang percaya tetapi dimanakah
saudara dikala hari Minggu tiba? Bukankah kita harus berada selalu dalam
persekutuan orang-orang kudus?
Hal yang kedua dijelaskan
dalam ayat 2-4 tentang keturunan Roh Kudus itu. Keturunan Roh Kudus itu
di jelaskan disertai dengan tanda-tanda yakni tiupan angin keras,
Lidah-lidah api dan murid-murid berbicara dalam bahasa-bahasa lain.
Tanda yang pertama adalah bunyi seperti tiupan angin keras. Tetapi tanda-tanda
adanya angin keras seperti daun-daun beterbangan, debu mengepul, pohon-pohon
bergoyang dan sebagainya tidak kelihatan. Bunyi angin keras itu di dengar bukan
saja oleh ke 120 orang itu. Tetapi juga oleh semua orang yang hadir saat itu.
Lalu apakah makna yang terkandung didalam tanda tersebut? Bunyi itu laksana
lonceng Gereja yang di bunyikan, sebagai tanda bahwa waktu kebaktian sudah
segera di mulai. Kita melihat bunyi tiupan angin keras itu membuat orang-orang
lain datang. Tuhan memang sengaja mengatur dengan cara-Nya sendiri bagaimana
orang banyak itu datang menyaksikan apa yang akan dilakukan-Nya. Allah mau
menegaskan bahwa IA adalah ALLAH yang selalu menepati Janji-Nya kepada
umat-Nya. Allah itu tidak berdusta, IA selalu menepati Janji-Nya. Ia
tidak pernah mengecewakan mereka yang percaya kepada-Nya. Juga tidak pernah
mengecewakan saya dan saudara-saudara. Itulah ALLAH! Sebab itu keragu-raguan
serta ketakutan tidak boleh lagi menjadi bagian dari kehidupan kita anak-anak
TUHAN saat ini. TUHAN mau kita berlangkah dalam sebuah keyakinan yang pasti,
berharap dan bersandar kepada-Nya. Sebab IA adalah ALLAH yang selalu menepati
janji-NYA.
Lalu dimanakah
bunyi angin keras itu? Bunyi Tiupan angin keras itu hanya memenuhi ruangan
dimana ke-120 orang itu berkumpul. Tidak ada di tempat lain. Tiupan angin keras
itu ada di rumah dimana orang-orang Percaya itu bersekutu, jadi bukan di bait
Allah di Yerusalem. Roh Kudus itu tidak dicurahkan di Bait Allah di Yerusalem.
Sekalipun Bait Allah di Yerusalem adalah pusat peribadatan orang-orang Yahudi.
TUHAN tidak mengirim Roh Kudus itu kesana tetapi hanya pada 120 orang itu saja.
Jadi dalam tanda ini TUHAN mau menegaskan bahwa Tuhan tidak bergantung pada
suatu tempat. Dimana saja orang Percaya berkumpul disanalah Tuhan mencurahkan
Roh-Nya. Disana Tuhan bersama-sama dengan mereka. Betapapun megahnya dan
besarnya sebuah rumah Gereja, tetapi kalau disana tidak ada anak-anak Tuhan
yang berkumpul, kalau disana tidak ada kehidupan dalam persekutuan sebagai
orang Percaya. Di sana Tuhan tidak akan memenuhi rumah itu dengan Roh-Nya. hal
ini patut kita catat dan kita garis bawahi.
Tanda yang kedua
adalah Nampak seperti lidah-lidah api yang beterbangan dan hinggap pada ke-120
itu. Lidah-lidah api tidak hinggap pada siapa-siapa, tidak hinggap pada
imam-imam besar di Yerusalem, tidak pula pada Ahli-ahli Torat dan
orang-orang Farisi. Tetapi hanya pada orang-orang percaya saja yakni mereka
yang senantiasa setia mengikut Yesus. Yakni kepada mereka yang tadinya di
benci, yang tidak disenangi pembesar-pembesar, kepada merekalah Roh itu di
curahkan. Roh Kudus itu juga tidak dicurahkan pada orang-orang yang
berpendidikan tinggi atau yang punya gelar sarjana atau master theologia.
Ketika Roh itu turun dalam tanda seperti lidah-lidah api. Kita teringat akan
perkataan Yohanes pemandi yang mengatakan bahwa Yesus akan mempermandikan orang
dengan Roh dan Api. Pekerjaan Roh itu bagi orang yang percaya, memurnikan mereka
dari segala sesuatu yang bisa saja membuat mereka tercela. Hari demi hari
mereka akan terus di bersihkan dan di baharui, hingga pada akhirnya mereka akan
menjadi umat yang layak dan tak bercela dihadapan Tuhan. Roh Kudus yang
memenuhi pikiranmu dan hatimu, akan membaharui engkau seutuhnya, dan dengan
demikian memampukan engkau akan memenuhi panggilanmu.
Tanda yang ketiga
adalah mereka berbahasa dalam banyak bahasa. Dimana-mana bahasa adalah
persoalan bagi sipapun. Bahasa terkadang menjadi kendala utama khususnya dalam
hal kita membangun relasi. Bagaimana Injil itu dapat di beritakan kepada orang
yang tidak tahu bahasa Ibrani? Bagaaimana Injil itu di beritakan kepada kita
orang sabu, orang Sumba…..? Hal ini tentu menjadi dilema bagi murid-murid Yesus.
Tetapi dalam Keturunan Roh Kudus itu Tuhan sendiri meyakinkan dan menguatkan
mereka bahwa bahasa tidak lagi menjadi persoalan. Bagi TUHAN tidak ada hal yang
mustahil. Ia dapat melakukan apa yang tidak mungkin bagi manusia. Jika hari ini
untuk menguasai satu bahasa orang memerlukan waktu yang cukup lama dan menelan
biaya yang tidak sedikit. Kurang lebih 4-5 tahun. Tetapi dalam Kisah 2 ini di
jelaskan bahwa dalam sekejab saja Tuhan dapat melakukan sesuatu yang ajaib.
Murid-murid itu dapat berbicara dalam banyak bahasa. Dalam banyak hal yang kita
hadapi dalam hidup ini seringkali kita takut untuk tampil di muka umum,
persoalannya kita merasa diri tidak tahu akan menyampaikan itu dengan baik.
Karenanya muncul pertanyaan;“Apakah yang saya harus katakan nantinya?” Kita
menjadi panik dan cemas. Kita tidak tahu lagi apa yang harus kita lakukan,
sebab kita tidak tahu bagaimana kita harus membahasakannya. Roh Kudus yang di
curahkan Allah adalah kekuatan Allah yang di berikan kepada orang-orang
Percaya. Roh itulah yang menguatkan dan memampukan kita dalam kita menempuh
hidup ini. Juga dalam hal kita menghadapi pelbagai persoalan dalam hidup ini.
Roh itulah yang menyucikan dan membaharui hidup kita dari hari ke sehari serta
yang terus membentuk kita menjadi anak-anak Tuhan yang pantang menyerah dalam
segala perjuangan hidup ini. Karena itu mari kita bersama-sama terus berdoa
memohon Roh Kudus itu, supaya memenuhi ruangan/tempat dimana kita ada, dan
memenuhi kita seutuhnya sehingga dengan demikian kita tetap kuat dalam hidup
ini khususnya dalam kita menunaikan tugas kita sebagai anak-anak TUHAN.
Amin.
Waingapu, 01 Juni 2014
Matius. 28: 16 – 20
Saudara – saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus
Kristus,
Perikop yang menjadi nas kita
dalam kebaktian ini adalah bagian yang terkenal yang di kenal orang dengan
Amanat Agung Yesus Kristus. Sesuai dengan perintah Yesus setelah
kebangkitan-Nya, ke 11 Rasul itu sudah berada di Galilea di bukit Zaitun. Yudas
Iskariot salah seorang dari rasul itu sudah mengkhianati Yesus. Yudas Iskariot
adalah seorang Rasul kepercayaan Yesus; ia di percaya menjadi bendahara.
Seorang yang bisa mengurus keuangan. Sepanjang pelayanan Yesus, ia berada
bersama-sama rasul lainnya mengikuti Yesus. Sama seperti rasul yang lain Yudas
Iskariot juga menyaksikan dan mendengar apa yang dilakukan Yesus. Tetapi
perbuatannya membuat Yudas Iskariot tersesat dan meninggalkan Yesus yang adalah
Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Saudara-saudara bagaimana rasanya jika salah
seorang diantara kita yang sebelumnya begitu giat bersama kita dalam segala
kegiatan Gerejani bahkan mungkin menurut ukuran kita; dia jauh lebih baik dari
kita tetapi kemudian menjadi seperti Yudas Iskariot? Hal yang menrik dari ke 11
rasul itu bahwa mereka tidak menjadi tawar hati dan pudar dalam menaati
perintah Yesus. Meski Yudas Iskariot telah meninggalkan mereka; mereka tidak
terpengaruh sedikitpun. Tetapi tetap mendengar dan menaati apa yang di
perintahkan Yesus kepada mereka. Menjadi murid atau pengikut Yesus yang sejati
adalah tetap menaati dan melakukan apa yang di perintahkan Yesus dalam
Firman-Nya. Bukannya malah kita goyah, tawar hati dan akhirnya mengundurkan
diri karena terpengaruh oleh godaan yang ada. Atau karena semuanya tidak
berjalan sesuai dengan keinginan kita. Jadilah pengikut Yesus yang sejati; yang
tidak mudah di pengaruhi oleh keadaan yang ada.
Ke 11 rasul itu sudah sampai
di bukit Zaitun; bukit yang sendiri ditunjuk Yesus kepada mereka. Bd Kisah. 1:
12. Di bukit Zaitun ini ada banyak hal yang dilakukan Yesus;
- Dari
Betfage sebuah tempat yang terletak di Bukit Zaitun Yesus menyuruh dua orang
murid-Nya untuk mengambil Keledai yang dipakai-Nya ketika masuk Yerusalem. Bd
Mat. 21:1
- Chotbah Tentang hal-hal yang
terakhir juga di sampaikan di bukit Zaitun. Bd Mat.24:3; 26:30
- Yesus datang dengan
murid-murid-Nya. Mrk.13:3.
- Yesus pernah duduk seorang diri
di bukit ini. Luk. 21:37; 22:39
Dan terakhir Yesus bertemu dengan murid-murid-Nya juga
di bukit ini. Lalu bagaimana pertemuan itu berlangsung dan apa yang di katakan
Yesus kepada murid-murid-Nya? Pertemuan itu menjelaskan kepada kita bahwa Yesus
menepati apa yang di pesankan-Nya kepada perempuan–perempuan itu. Yesus tetap
setia Ia tidsk pernah membohongi kita. IA tidal pernah mengingkari Janji-Nya
begitu besar sukacita yang meliputi murid–murid itu. Mereka sujud menyembah
Yesus, memberi hormat yang patut kepada Yesus sebagai guru mereka. Berikanlah
hormat yang patut kepada Yesus dengan sujud menyembah-Nya. Dia adalah gurumu
yang selalu setia membimbing dan mengajarmu. Ber-Mazmurlah bagi-Nya dan pujilah
Dia! Karena itu datang ke gereja adalah datang menyembah TUHAN. Datang memuji
dan mempermuliakan Dia.
Saudara-saudara
yang kekasih, Yesus mendekati mereka semua dan mengatakan: ”Kepada-Ku
telah diberikan segala kuasa di Sorga dan di bumi”. Yesus adalah
Penguasa. Ia raja atas segala raja. Segala sesuatu kini berada dalam kuasa-Nya.
Termasuk kita juga berada dalam kuasa-Nya. Jika segala sesuatu berada dalam
kuasa-Nya itu berarti bahwa Ialah yang mengatur dan memerintah segala sesuatu bahkan
sejarah dunia ini sehingga masih boleh berlangsung. Jika sebelumnya
Iblis mengatakan bahwa ia akan memberikan segala kemegahan dunia ini kepada
Yesus asalkan Yesus menyembahnya. Kini Yesus mendapat itu dari Bapa-Nya. Ia
bukan saja penguasa atas alam semesta ini tetapi juga atas Surga. Segala
sesuatu ada dalam kuasa-Nya. Sebab itu tidak perlu ada kuasa lain lagi yang
perlu kita takuti. Di bawah kolong langit ini tidak ada kuasa yang lebih besar
dari Tuhan. Karena itu tidak perlu ada keragu-raguan lagi dalam diri kita;
khususnya ketika kita percaya akan Dia. Apapun yang kita alami betapapun
rumitnya, betapapun besarnya kuasa yang ada, ingatlah bahwa segala sesuatu ada
dalam kuasa-Nya. Ia yang mengendalikan segala sesuatu. Ia berkuasa juga atas
hidup kita sebab Ia berkuasa merubah hidup kita.
Sebab segala sesuatu ada dalam kuasa-Nya; Yesus
memberi amanat Agung itu kepada rasul-rasul-Nya:”Pergilah Jadilanlah segala
bangsa murid-Ku....”. ”Jadikalah....” artinya buatlah dan bentuklah mereka
menjadi murid-Ku. Injil harus di beritakan; kabar baik itu harus di beritakan.
Bagaimana mereka melakukan itu? Mereka sudah di jadikan, sudah di bentuk; Yesus
sudah memberitakan Injil Kebenaran itu. Siang malam Yesus mengajar mereka.
Sekarang mereka harus menjadikan segala bangsa murid Yesus. Segala bangsa;
termasuk bangsa Yahudi dan bangsa manapun di bumi ini. Menjadikan segala bangsa
murid Yesus tentu bukan hal yang mudah. Mereka harus mampu membimbing, mengajar
serta memberi apa yang perlu. Bagaimana seorang yang keras hati bisa di bentuk
menjadi murid Yesus! Bukanlah hal yang mudah. Membutuhkan pengorbanan,
kesabaran, ketekunan dan ketulusan. Bisakah murid-murid itu membentuk
orang-orang yang keras dan degil hatilnya menjadi murid Yesus yang setia dan
taat? Meski tugas itu berat, tapi murid-murid itu tidak usah takut karena Yesus
adalah Raja, Dia adalah Penguasa.
Dan sebagai tanda bahwa mereka telah menjadi murid-Nya
mereka harus di permandikan dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Mereka harus
mendapat tanda cap itu. Sebab tanda cap itu berarti bahwa mereka itu adalah
milik-Nya. Dan tanda Cap inilah yang di berikan dan yang kita semua terima.
Sebagai orang-orang milik Tuhan, cap/tanda ini kita harus terima. Dan sebagai milik Tuhan kita di
wajibkan untuk hidup menurut kehendak Tuhan. Dan tidak ada pilihan lain.
Saudara-saudara yang kekasih, tugas para murid itu
tidak hanya sebatas itu saja.- sebaliknya ”dan ajarlah mereka melakukan
segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai
kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”. Murid-murid itu harus
selalu mengajar dan menuntun mereka itu untuk melakukan kehendak Tuhan. Gereja
saat ini telah mengupayakan berbagai cara seperti PA,
Katekesasi-katekesasi dan sebagainya untuk mengajar sidang itu bagaimana
mereka hidup sebagai anak-anak Tuhan. Berat tugas itu, tetapi murid-murid itu
harus menyadari dan insaf bahwa Yesus menyertai mereka sampai kepada kesudahan
Alam. Inilah janji Tuhan kepada murid-murid-Nya. Dan tentu janji ini juga untuk
kita semua. Sehingga kalau Janji ini juga untuk kita maka tidak perlu ada lagi
yang takuti.
Tetapi apakah Amanat Agung ini hanya untuk murid-murid
Yesus saja? Dan apakah Nas ini berarti bahwa semua Perempuan berarti boleh
menjadi Pendeta .....? Amanat Agung ini juga untuk kita.artinya kita semua
harus memberitakan Injil itu. Siapapun tanpa terkecuali harus memberitakan
Injil itu. Karena kita semua mengemban tugas atau jabatan yang sama yakni
sebagai. Raja, Imam dan Nabi. Tetapi tidak berarti bahwa kita semua boleh
menjadi pendeta baik laki-laki maupun perempuan. Sebab tidaklah mungkin bahwa
semua orang boleh mempermandikan. Dan tidaklah mungkin Yesus berbuat lain
disini dan berbuat lain di tempat lain. Tetapi saya tidak bermaksud untuk
mengarahkan perhatian kita kepada persoalan ini sekarang. Karena berbicara
tentang pokok ini terlalu panjang. Dan saya bermaksud akan membawa pokok itu
dalam Chotbah lain.
Apa yang penting bagi kita saat ini: ada pengajaran
untuk kita sebagai Pelayan, Guru Injil dengan Dewan Gereja dan juga untuk kita
sebagai anggota-anggota sidang. Mari kita bertanya diri sudahkah kita melakukan tugas
kita dengan setia? Dan sebagai sidang sudah kita menjadi umat Tuhan yang mau
diajar dan hidup menurut kehendak Tuhan? Yesus menyertai kita semua
sampai akhir Zaman.
Amin