Minggu, 04 Januari 2015

Hagai. 2:21-24 Lindungilah dan Tambahilah Gereja-Mu



Baing, 08 Agustus 2010

1.                  Kebaktian Hormat.

Baca                : Yohanes.       15 :18-16: 4
Nas                  : Hagai.              2 :21-24
Menyanyi        : Mazmur.        95 : 1, 3, 4
Menyanyi        : Mazmur.        46 : 1, 2, 4, 6, 7                       12 Pasal Pengakuan Percaya
Menyanyi        : Mazmur.        19 : 5, 6          
Menyanyi        : Mazmur.        27 : 1, 2, 7      
Menyanyi        : Ny.Roh.        24 : 3  

Saudara – saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus!

 Lindungilah dan tambahilah GerejaMu
Itulah yang banyak diucapkan dalam doa-doa anak-anak TUHAN
Doa itu penting sekali, sebab bukan saja dijelaskan bahwa itulah kewajiban kita tetapi lebih dari itu dalam doa tersebut melukiskan kehidupan anak-anak TUHAN yang demikian besar keinginanya akan Gereja TUHAN.
Dan doa ;Lindungilah dan tambahilah GerejaMuKita dapat pakai sebagai judul untuk khotbah ini. Mungkin saudara-saudara sangka bahwa judul ini tidak ada sangkut pautnya dengan nats kita. Tetapi sebentar kita akan melihat bahwa ’doa’ ini ada hubungannya dengan janji TUHAN kepada Zerubabel. Doa ini dikutip dalam KH-M 48, berhubungan dengan doa ke-2 yang berbunyi; ”Datanglah kerajaan-Mu”. ”Lindungilah ... Gereja-MU”. Perhatikan bahwa kita tidak berdoa dan mengatakan gerejaku (kita mungkin berdoa demikian dengan maksud supaya gereja kita besar). Tetapi kita berdoa dan mengatakan Gereja-Mu. Lindungilah gereja ... dan tambahilah. Adalah dua kaki yang gereja harus pakai untuk berjalan ...; adalah dua mata yang dipakai, untuk melihat dengan baik. Semakin mendekat waktu/Hari Kristus akan pulang, Gereja harus semakin giat dalam membangun garis pertahanan. Supaya bilamana Kristus pulang Dia masih mendapat percaya itu, di bumi ini?
Garis pertahanan yang dibangun adalah: Lindungilah Gereja-Mu! Doa ini selalu didengar dan dikabulkan oleh TUHAN. Bukti untuk itu kita mendapat dalam nas kita; ada janji kepada Zerubabel bahwa ia menjadi cincin-meterai pada tangan Allah.
Dan nas kita mulai dengan tanggal, yaitu tanggal 24 bulan itu (bulan ke-9). Tanggal atau waktu penting sekali; bukan saja akan menjelaskan bahwa semuanya berlangsung dengan teratur, saat mana dan kapan. Tetapi lebih dari itu akan menegaskan apa yang akan disampaikan TUHAN kepada anak-anak-Nya. Tuhan membangun perjanjian dengan Zerubabel, dimana Zerubabel akan menjadi cincin-meterai pada tangan Allah. Tetapi janji ini bukan saja suatu janji untuk dia pribadi. Tetapi janji itu juga kena seluruh umat itu. Mereka  semua sebagai umat Tuhan adalah cincin-meterai pada Jari Allah. Dan apakah arti janji itu bagi Zerubabel dan atau bagi umat TUHAN? Bangsa-bangsa dan raja-raja akan mengalami huru hara dan kekacauan. Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan raja akan bangkit melawan raja. Tetapi Zerubabel dan seluruh bangsa Israel tidak usah takut sebab TUHAN akan melindungi mereka.
Mereka tidak akan terinjak-injak oleh tentara-tentara besar itu. Pembangunan Bait Allah yang baru mereka mulai, tidak akan mungkin sia-sia; musuh tidak akan meruntuhkannya. Bahkan Janji TUHAN  tentang keselamatan Almasehi tidak perlu diragukan.
Perlindungan  TUHAN dilambangkan dalam kiasan cincin meterai. Apakah cincin meterai itu?; Cincin meterai itu adalah cincin yang Amat berharga .....Menghilangnya cincin itu …. Seperti hilang sendiri (ingat saja cincin perkawinan) Bila umat TUHAN adalah Cincin meterai pada jari TUHAN itulah berarti bahwa TUHAN selalu mendengar doa Gereja-Nya: Lindungilah Gereja-Mu! Tetapi itulah bukan karena mereka sendiri yakni karena Umat TUHAN dan Zerubabel. Sebab mereka tidak layak menjadi cincin meterai di jari TUHAN. Mereka di dengar bukan karena mereka sendiri tetapi karena Kristus. 
Bagaimana hal itu dijelaskan dalam nats kita? Zerubabel yang disebut-sebut di sini adalahHamba Tuhan-yang dipilih Tuhan – bukan orang biasa saja. Ia adalah keturunan Daud. Tetapi yang lebih penting lagi : ia bapa leluhur (seorang nenek moyang) dari Kristus. Hal itu jelas sekali dalam PB. Baik di silsilah Yesus Kristus di Injil Matius maupun di Lukas 3 ia disebut sebagai bapa-leluhur (nenek moyang) Yesus Kristus. Dan di dalam Dia (Yesus Kristus, Anak Daud) segala janji Allah diterapkan sepenuh-penuhnya. Karena Dia Gereja itu dilindungi. Segala huru-hara pada masa Zerubabel (yang hebat sekali) melambangkan hanya serangan kepada Gereja yang lebih hebat, yang akan terjadi sesudah Kristus datang di dunia ini. Kristus mengatakan: ”Dalam dunia ini kamu akan menjalani penghambatan (penindasan); tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia”. Kristus sendiri mengawasi kita: banyak penghambatan, banyak kesukaran dan kesulitan dialami anak-anak TUHAN. Banyak kesukaran menimpa Gereja TUHAN. Tetapi Betapapun  hebatnya kekuasaan yang menantang Allah dan gereja-Nya dan betapa cerdik sekalipun segala niat yang jahat, yang dirancangkan melawan Sabda Allah yang kudus itu, Gereja akan tetap dilindungi (terpelihara), sampai kelak datanglah kesempurnaan Kerajaan-Nya, yang di dalamnya Allah menjadi semuanya di dalam semua. Mungkin musuh sangka, bahwa ia sudah menang atas orang-orang itu, yang bodoh dan yang hina (intimidasi), tetapi ia tidak tahu bahwa gereja yang hina itu menjadi ’cincin meterai’ pada tangan Allah. Siapa yang menyentuh gereja, ia menyentuh Allah; ia coba akan tarik cincin itu dari jari TUHAN. Siapakah yang berani mengambil cincin pada jari ALLAH? Gereja itu dilindungi – itu pasti! Sebab Tuhan tidak akan mungkin membiarkan cincin-Nya ditarik dari jari-Nya. Sebab cincin itu demikian berharga. Terlebih karena cincin ini dibeli dengan darah yang amat mahal.
Tetapi walaupun begitu, bahwa kita tidak berarti apa-apa. kita tak pernah boleh berhenti dengan berdoa; Bapa kami … lindungilah gereja-Mu.
Doa itu sendiri sudah merupakan usaha kita Ora et labora Sebagaimana orang Yahudi tidak boleh menghentikan pekerjaannya pada Bait Allah, begitu juga kita tidak boleh menghentikan pekerjaan kita untuk Kerajaan Allah.
Kalau kita berdoa: ’Lindungilah Gereja-Mu’, dan kita tahu bahwa perlindungan gereja itu 100% pekerjaan Allah. Tetapi kita harus terus berbuat, sebab tugas kita tidak selesai dengan berdoa saja, tetapi dengan ora et labora. Kita terus berusaha bekerja untuk Kerajaan Sorga. Sebagai pengerja yang baik dan yang berkorban, maka kita dengan sangat harus berdoa;
Lindungilah dan tambahilah Gereja-Mu!

AMIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar