Senin, 29 Desember 2014

Kisah. 1: 9 – 11; Yohanes. 21: 1 – 14; Filipi.3: 10 – 11; dan Lukas. 24: 13 – 35


  
Waingapu, 29 Mei 2014

 Kenaikan
 Kisah.  1: 9 – 11 

Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan Kita Yesus Kristus,
Hari ini kita berbakti memperingati Kenaikan Yesus ke Surga. Sebelum naik ke Suga Yesus masih 40 hari berada di bumi. Kurang lebih Yesus masih menampakkan diri-Nya 10 kali kepada para pengikut-Nya. Setelah itu IA baru naik ke Surga.
Dalam nas kita dijelaskan: apa yang dilakukan Yesus sebelum IA naik ke Surga dan bagaimana IA naik ke Surga. Pertama-tama dokter Lukas mengingatkan kembali Teofilus seorang pembesar atau petinggi dalam kekaisaran Romawi yang telah percaya kepada Yesus; tentang apa yang di tulisnya dalam bukunya yang pertama.yakni Injil Lukas. Secara ringkas dokter Lukas menulis bahwa banyak hal yang di lakukan dan di kerjakan Yesus sampai IA terangkat ke Surga. Dan semua itu kita dapat baca dalam Injil Lukas. Bahwa dokter Lukas mengingatkan Teofilus kepada apa yang di tulisnya dalam bukunya yang pertama adalah suatu hal yang patut kita contohi. Jika dokter Lukas bisa mengingatkan seorang petinggi Kekaisaran Romawi kepada apa yang di tulisnya dalam Injil-nya tentang Yesus. Maka kitapun hendaknya meneladani dokter Lukas dalam hal ini. Kesibukan yang ada bisa membuat kita lupa akan Kebenaran Injil itu. Jadi sewaktu-waktu kita perlu di ingatkan kembali supaya itu tetap bertumbuh subur dan hidup terus dalam kehidupan kita. Kita perlu di ingatkan kembali sehingga kita bisa di segarkan kembali. Cara tentu tidak dengan kasar tetapi seperti cara yang dilakukan dokter Lukas disini.
Saudara-saudara yang kekasih, sesudah itu dokter Lukas menulis dalam suratnya ini bahwa sebelum Yesus terangkat ke Surga Ia telah masih memberi perlintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Dalam Injil Lukas hal itu di tegaskan dan dalam ayat 8 pasal 1 kitab ini dokter Lukas dengan tegas menyampaikan bahwa mereka akan menjadi saksi-Nya di Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi. Itulah mandat atau perintah yang di sampaikan Yesus kepada pengikut-pengikut-Nya. Menjadi Saksi artinya memberitakan; memproklamirkan Injil itu Injil itu harus di beritakan dimana-mana. Semua orang harus mendengar tentang Yesus Kristus yang sudah bangkit dan telah hidup kembali. Seluruh Yerusalem, Yudea, Samaria dan bangsa-bangsa harus mendengar Injil tentang Yesus Kristus. Mereka harus pergi sebab mereka sudah di perlengkapi; Yesus sudah menunjukkan diri-Nya; kurang lebih IA sudah menampakkan diri-Nya 10 kali bahkan mungkin lebih dari 10 kali. Dan juga mereka akan di perlengkapi dengan Roh Kudus. Artinya para murid Yesus akan menerima Roh Kudus. Dengan demikian apa yang dikatakan Yohanes Pemandi bahwa mereka akan di permandikan dengan Roh Kudus di genapi. Untuk itu mereka tidak boleh meninggalkan Yerusalem sampai janji itu mereka terima. Itulah pesan dan Janji Yesus kepada para murid-Nya. Injil harus terus di beritakan dalam kehidupan ini sampai Kerajaan Allah datang. Injil harus terus di beritakan dalam rumah tangga, keluarga dan hingga mereka yang belum mengenal Allah. Untuk itu tiap–tiap saat kita di bentuk dan diajar dan Allah mengirim Roh-Nya menguatkan kita sehingga kita tidak perlu bertanya bagaimana saya harus memberitakan Injil itu? Tidak ada alasan bagi kita untuk mengatakan saya tidak dapat memberitakan Injil itu karena melalui Firman-Nya kita diajar terus menerus. Para murid Yesus sudah di ajar; sudah di persiapkan sebelum mereka diutus untuk menjadi saksi TUHAN. Apa yang mereka harus beritakan sudah diajar Yesus. Yesus sudah memberitahukan apa yang mereka harus lakukan. Tuhan tidak mungkin mengutus saudara; tidak mungkin mengatakan dan memerintahkan untuk memberitakan Injil sebelum Ia mengajarkan kita terlebih dahulu. Ia lebih dulu sudah mempersiapkan kita sebelum Ia memberi mandat untuk memberitakan Injil itu kepada anak kita; Isteris kita; suami kita; keluarga kita dan kepada mereka yang belum mengenal Allah.
Saudara-saudara saya yakin kita punya keinginan yang sama seperti para pengikut Yesus bahwa Yesus segera memulihkan Kerajaan itu artinya bahwa Yesus segera menjauhkan dan membuat salom itu terwujud. Kita mau supaya kedamaian; kebahagiaan dan ketenteraman itu tercipta dalam kehidupan ini. Kita mau supaya kita segera keluar dari kesukaran dan pelbagai kemelud yang ada saat ini. Jawaban Yesus kepada para murid-Nya; "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Bagaimana Kerajaan Allah itu segera datang; jadilah Saksi Yesus dengan terus memberitakan Injil itu.
Saudara – saudara yang kekasih, sesudah menyampaikan pesan-pesan dan apa yang harus dilakukan para murid itu; Yesus terangkat ke Surga. Murid-murid-Nya melihatnya bagaimana Ia terangkat. Ia tidak seperti Henokh yang naik ke Sorga tanpa di saksikan orang. Yesus tidak seperti Elia yang naik ke Surga dengan kuda dan kereta perang dan di saksikan oleh Elisa saja. Yesus terangkat ke Surga tanpa kereta dan kuda perang; Dia terangkat disaksikan para muris-Nya. mereka melihat hingga awan menutupi-Nya. Berita ini ini bukan saja di tulis oleh dokte Lukas sebagai fakta sejarah yang kebenaran tidak dapat diragukan. Hal yang lebih penting adalah bahwa dengan terangkatnya Yesus ke Surga membuat kita semakin kokoh dalam kita berpegang pada Janji-janji-Nya. Kita semakin yakin bahwa janji-Nya benar. Ia pergi menyediakan tempat bagi kita dan disana Ia menjadi kepala Gereja-Nya. Sebab itu perayaan kenaikan Yesus ke Surga hendaknya terus menguatkan dan menghibur kita dalam segala pergumulan hidup yang saat ini kita alami.
Yesus telah terangkat ke Surga meninggalkan muris-murid-Nya tetapi perpisahan itu tidak membuat mereka menjadi sedih. Betaapa tidak! Kata malaikatmalaikat itu Ia akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke Surga. Tidak untuk selama-lamanya Yesus meninggalkan mereka. Hanya untuk sesaat saja, IA meninggalkan mereka. Ia akan segera datang kembali sesuai dengan janji-Nya. Ia akan datang lagi dalam awan-awan di langit, diiringi malaikat-malaikat-Nya, dalam kemuliaan dan kekuasaan-Nya yang besar. Dan pada kedatangan yang kedua ini Ia akan meminta pertanggung jawab atas tugas-tugas yang telah di berikan-Nya kepada kita. Sebab itu hendaknya kita sebagai anak-anak Tuhan mempersiapkan diri dengan baik untuk menunaikan tugas-tugas itu. Kita terus memberitakan Injil itu. Kita tidak sendirian karena janji-Nya; aku menyertai kamu hingga kesudahan alam. Pegang janji TUHAN ini dalam engkau melakukan Tugasmu! Jangan sampai engkau lupa bahwa IA menyertaimu hingga kesudahan Alam atau hingga IA datang lagi.

Amin.  



Waingapu, 25 Mei 2014
Yohanes. 21: 1 – 14

Saudara – saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Nas kita dalam kebaktian ini di jelaskan tentang Penampakkan Yesus kepada ke 7 murid-Nya, di Pantai Danau Tiberias. Danau Tiberias juga disebut danau Genesaret dan danau Galilea. Menurut catatan sejarah nama Tiberias diberi untuk menghormati Kaisar Tiberius. Di danau Galilea ini Yesus banyak melakukan pekerjaan-Nya.  Diantaranya Yesus memanggil empat dari 12 murid-Nya yakni Simon Petrus dan saudaranya Andreas, dan dua anak ZebedeusYohanes dan Yakobus; selain dari itu di yakini bahwa Khotbah di Bukit, diucapkan di atas bukit yang terletak di tepi danau Galilea. Dan banyak mujizat yang dilakukan Yesus di danau Galilea, antara lain Yesus berjalan di atas airmenenangkan angin ribut, penangkapan ikan dalam jumlah besar, dan pemberian makan 5000 orang dari 5 roti dan 2 ikan. 7 murid itu yakni Simon Petrus, Tomas yang di sebut Didimus, Natanael, Yohanes, Yakobus dan 2 murid yang lainnya bersama-sama sepakat pergi menangkap ikan di danau Tiberias ini. Menangkap ikan adalah pekerjaan yang biasa dilakukan oleh sebagian besar murid Yesus sebelum mereka di panggil menjadi pengikut-pengikut Yesus. Dengan sendirinya kita boleh mengartikan bahwa ke-7 murid itu tidak mau lagi menjadi murid Yesus. Sebab Yohanes sebagai penulis Injil ini mencatat itu dalam Injil nya akan menegaskan bagaimana Yesus menampakkan diri-Nya kepada mereka dan pesan apa disampaikan Yesus dalam penampakan itu. Dan siapakah Ia setelah kebangkitan itu?
Saudara-saudara yang kekasih, dari ke-7 murid itu hanya beberapa orang yang kita kenal sebagai Nelayan. Natanael dan Tomas kita tidak pernah membaca bahwa mereka disebut nelayan. Hanya dalam pasal ini kita membaca bahwa mereka ikut bersama-sama untuk menangkap ikan. Menarik saudara-saudara dari ke-7 murid Yesus itu kita mengenal Tomas dan Natanael adalah dua murid yang punya kemiripan sikap yakni tidak mudah itu bisa di yakinkan; keduanya adalah orang yang tidak mudah percaya; sementara Petrus, Yohanes dan Yakobus adalah tiga murid Yesus yang selalu bersama-sama dengan Yesus; yang kurang lebih memiliki kecocokan pendapat dan tujuan. Tentu tidak mudah bahwa orang seperti Tomas  dan Natanael bisa hidup dalam kebersamaan dengan orang seperti Petrus, Yakobus dan Yohanes.Tetapi Yohanes mencatat bahwa ada kebersamaan diantara ke-7 murid itu. Kebersamaan inilah yang kita patut kita garis bawahi. Kebersamaan adalah sikap hidup anak-anak TUHAN yang harus ada dalam hidup kita. Baik itu dalam pelayanan/pekerjaan kita, rumah tangga kita maupun dalam  persekutuan kita sebagai sidang TUHAN. Kerbersamaan itu harus di pelihara sehingga terus bertumbuh subur dalam hidup kita. Dimana kebersamaan ada apapun akan mudah di lakukan. Karena itu mari, kita melihat apakah kebersamaan itu masih ada dalam persekutuan kita anak-anak TUHAN saat ini atau tidak? Ataukah jangan-jangan kebersamaan itu semakin hari semakin pudar dari diri dan hidup kita?
Saudara-saudara yang kekasih, didanau Galilea ini Yesus datang menemui ke-7 murid-Nya; Yohanes mencatat bahwa di pantai itu ada api dan roti yang di sediakan Yesus. Pagi-pagi sekali dikala  hari belum begitu terang, Yesus datang  di pantai danau Tiberias. Tetapi mereka tidak mengenal-Nya bahwa itu adalah Yesus. Sebab mereka masih terlalu jauh daripada-Nya. 200 hasta=90 meter. 1 hasta = 45 cm. Yesus bertanya kepada mereka dan menyapa mereka dengan menyebut mereka anak-anak. Apakah mereka menangkap ikan? Dengan nada yang penuh kecewa mereka menjawab-Nya; Tidak ada. Pekerjaan menangkap ikan pada sepanjang malam itu begitu melelahkan dan mengecewakan mereka. Sampai pagi mereka tidak menangkap apa-apa. Dan Yesus tahu bahwa mereka lelah dan kecewa. Dalam keadaan itu Ia mau menolong mereka sebab itu Ia membimbing mereka dan memberi petunjuk seraya memerintahkan supaya mereka menebarkan jalanya di sebelah kanan perahu. Mereka menaati petunjuk dan perintah itu dan menangkap banyak ikan.bKetaatan kepada Kristus sangat penting. Yesus membimbing, memberi petunjuk dan memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu dan Ia menjamin bahwa kita akan memperolehnya. Tetapi dalam semuanya itu persoalannya adalah maukah kita menuruti dan mentaati petunjuk yang di berikan-Nya? Keberhasilan hanya terhadi dalam ketaatan yakni ketika kita kita mau melakukannya. Dan tidak ada yang tidak berhasil. Sebab Ia adalah Tuhan, yang berkuasa,. Bagi-Nya tidak ada yang mustahil.  
Lalu siapakah Dia yang memerintahkan demikian menebarkan jala di sebelah kanan perahu? Sedikitpun Yohanes tidak meragukan, ia yakin bahwa itu adalah Tuhan! Tidak ada yang lebih berkuasa dari Tuhan. Tidak ada yang bisa memberikan petunjuk yang tepat dan jitu.kecuali Tuhan! Di luar Dia segala petunjuk dan saran pasti meleset dan tidak tepat sasaran. Pelaut kawakan sekalipun bisa gagal. Mereka bisa tidak menangkap ikan sama seperti Petrus dan kawan-kawan. Pengalaman tidak menjamin apakah seorang nelayan dapat menangkap ikan atau tidak. Kenyataannya Petrus dan kawan-kawan tidak menangkap apa-apa. Pengalaman dan kemahiran serta kepintaran tidak menjamin apakah saudara sukses dan berhasil? Pengalaman dan kepintaran kita tidak dapat diandalkan. Hanya Tuhan yang berkuasa, yang menjamin terjadinya keberhasilan dan kesuksesan. Karena itu di butuhkan kepekaan dalam kita mendengar apa yang Tuhan katakan kepada kita untuk melakukannya. Tuhan mungkin dan seringkali hadir dalam kehidupan kita, memberi petunjuk kepada kita. Tetapi karena kita tidak peka pada suara Tuhan itu kita melalaikannya dan tidak melakukan. Dia serung mengatakan bukan itu tetapi ini yang engkau harus lakukan! Tetapi petunjuk yang di berikan-Nya kerapkali kita tidak lakukan. Yesus adalah Tuhan yang selalu siap menolong anak-anak-Nya dengan memberi petunjuk yang baik dan tepat dikala kita gagal dan dalam kekecewaan. Ia tidak meninggalkan kita tetapi selalu menemui kita dengan petunjuk-Nya yang tepat.
Hal yang berikut; dijelaskan bahwa begitu murid-murid itu tiba didarat; mereka melihat  ada api dan roti. Apakah arti semua itu bagi murid-murid itu? Jika pada waktu yang lalu Yesus memberi makan 5000 orang yang lapar dengan 5 potong roti dan 2 ekor ikan. Sekarang Ia menyediakan roti untuk murid-murid-Nya yang lelah dan lapar itu. Yesus tidak hanya memberi sukacita dengan membuat mereka berhasil menangkap ikan tetapi juga memberi mereka makan. Sebab semalam suntuk mereka telah berjuang. Dari kebenaran Firman ini kita belajar bahwa Yesus tidak hanya sanggup memberi keberhasilan kepada kita. IA juga sanggup memelihara setiap anak-anak-Nya dari kelaparan. Didunia ini kita berjuang dan berjuang! Tuntutan hidup membuat kita harus mencoba  dan mencoba segala cara untuk coba bertahan hidup. Dan harus kita akui terkadang kita berhasil tetapi terkadang kita gagal. Dan ketika kita berhasil kita tersenyum dan bersukacita. Tetapi ketika kita tidak berhasil dengan perasaan kecewa kita tertunduk. Tubuh kita terasa lemas dan tidak kuat. Ditengah-tengah segala kondisi yang kita hadapi saat itu; suara Yesus seringkali di perdengarkan di telinga kita adakah sesuatu padamu….? Bukan Yesus tidak tahu. Dia tahu apakah engkau punya atau tidak! Tetapi Ia mau kita tahu bahwa IA ada dan pada-Nya segala sesuatu ada. Ia mau bahwa engkau menyadari bahwa Yesus selalu ada menolong kita setiap saat dan ketika. Karena itu ketika engkau merasa tertekan oleh kesulitan ekonomi, keuangan dan apa saja dalam hidup ini. Ingatlah bahwa Yesus selalu datang tepat pada waktunya

Amin.

Waingapu, 11 Mei 2014
 Filipi. 3: 10 – 11

Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan Kita Yesus Kristus,
Nas kita dalam kebaktian ini mengatakan;
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
Itulah Paulus! Meski ada dalam penjara tetap semangat dan bersukacita. Penjara yang seharusnya menjadi permasalahan baginya seperti kebanyakan orang tidak membuat Paulus kehilangan jati dirinya sebagai Rasul Kristus. Ungkapan yang demikian indah yang terdapat dalam nas kita sekarang; menggambarkan kehidupan dan pelayanan Paulus sebagai Rasul Kristus. Apa yang disampaikan Paulus dalam kedua ayat tersebut benar-benar terjadi dan benar-benar di lakukan Paulus dalam hidupnya ketika ia menjadi Rasul Kristus. Ia tidak hanya memberitakan Injil itu; memproklamirkan Injil kepada orang Lain. Ia tidak hanya mengajar orang lain bagaimana mereka dapat mengenal Kristus. Tetapi Ia juga terus melatih dirinya. Bagaimana ia dapat mengenal Kristus itu. Dalam kitab ini ia mengatakan; “aku mengejarnya…..” Dengan tekun (sungguh-sungguh) Paulus melakukannya. Karena itu sikap acuh tak acuh; dingin; dan merasa puas dengan jabatannya sebagai rasul. Semua ini tidak kita temukan pada Paulus.
Inilah Keteladanan hidup yang harus kita belajar dari Paulus. Kita tidak harus menjadi dingin dalam menjadi pengikut Kristus. Tetapi kita harus seperti Paulus yang tetap bertekun dalam melakukan panggilannya. Jangan karena ada masalah, ada konflik, ada perselisihan kita tidak bersemangat lagi untuk memenuhi tugas panggilan kita. Kita di panggil untuk memiliki Keselamatan itu yang di kerjakan dan dikaruniakan-Nya dengan cuma-cuma kepada kita. Tetapi bagaimana saudara bisa yakin bahwa Keselamatan itu sudah menjadi milikmu; sedang engkau tidak setia bahkan tidak mau belajar dari pada-Nya?
Paulus mengatakan; “Yang Kukehendaki….”:  
1.      Mengenal Yesus
2.      Mengenal Kuasa kebangkitan-Nya
3.      Mengenal Persekutuan dalam Penderitaan-Nya
Kerinduan Paulus dan keinginannya adalah mengenal Yesus; Kuasa kebangkitan-Nya dan Persekutuan dalam penderitaan-Nya,
Yang pertama adalah mengenal Yesus. Mengenal Yesus secara utuh! Bukan hanya sekedar mengenal atau mengenalnya tidak secara utuh. Ungkapan Paulus ini sedikit ganjil kedengaran di telinga kita. Sebab kita tahu justeru karena Paulus sudah mengenal Kristus itu ia memberitakan Injil itu. Justeru karena Paulus sudah mengenal siapa Yesus itu; ia dapat mengajar orang lain tentang Yesus. Justeru karena ia sudah mengenal siapa Yesus itu; ia meninggalkan apa yang dulunya menjadi keuntungannya. Paulus sendiri juga mengatakan demi Pengenalan akan Kristus ia melakukan itu. Jika demikian halnya lalu mengapa Ia mengatakan; Yang di kehendakinya mengenal Yesus? Pengenalan sesuatu yang mudah pudar dan lenyap dalam setiap pribadi anak-anak TUHAN. Adam dan Hawa bukan tidak mengenal ALLAH. Tetapi pengenalan akan ALLAH oleh karena dosa akhirnya kabur dan hilang. Sebagai suami – Isteri sudah saling mengenal sebab itu di teguhkan nikahnya di Gereja. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu pengenalan itu akan pudar dan perlahan-lahan hilang. Artinya ketidaksetiaan seseorang bisa menjadi sebab pudarnya pengenalan itu. Dan dimana pengenalan itu sudah mulai pudar disana secara perlahan-lahan kasih akan mulai menjadi dingin dan lambat laun perhatian yang utuh dan pelbagai hal tadinya kita berikan seorang terhadap yang lain perlahan-lahan akan hilang dengan sendirinya. Pengenalan adalah sesuatu yang kita harus pelihara dan kita harus lakukan terus dalam hidup ini. Saudara mengatakan mengenal Isteri saudara? Pertanyaannya jika engkau mengenalnya mengapa engkau memukulnya dan meninggalkannya? Mengapa kasihmu sudah mulai berkurang? Saudara mengatakan mengenal Yesus? Pertanyaannya seberapa besarkah Kasihmu saat ini kepada Yesus? Ketika engkau dalam masalah mengapa engkau tidak berseru kepada-Nya? ………. Pengenalan akan Yesus secara utuh membuat kita mengasihi, menaati dan melakukan kehendak-Nya. Pengenalan akan Yesus membuat kita bertumbuh dalam ketaatan dan kepercayaan yang sejati akan Tuhan. Mari kita bertanya diri; Benarkah saya mengenal Yesus itu? Dan seperti apakah engkau mengenal Yesus?
Hal yang kedua Mengenal kuasa Kebangkitan-Nya. Mengapa ini penting? Kebangkitan Yesus bukan karena telah membuat dunia gempar. Tetapi yang sangat penting adalah bahwa kebangkitan Yesus ada sesuatu yang kita harus kenal yakni KUASA; yakni Kuasa yang bekerja dan mampu merubah kehidupan kita menjadi baru. Kita tidak  mengenal akan adanya kuasa itu. Kuasa yang membaharui hidup kita dan yang menjadi jaminan bagi kita bahwa bahwa kematian itu bukanlah akhir dari kehidupan anak-anak TUHAN, sebab di balik kematian itu masih ada kehidupan. Kita mengetahui (tahu) tapi bahwa kita mengenal kuasa itu kita tidak mililki. Karena itu kebangkitan Kristus tidak memberi makna apa-apa bagi kebanyakan orang Kristen. Orang hanya tahu bahwa Yesus sudah bangkit, tapi Kuasa yang terkandung dalam kebangkitan itu belum di kenal. Kuasa Allah begitu dasyat; mengalahkan kuasa maut, kuasa yang paling di takuti di dunia ini. Kuasa Allah inilah yang kita harus miliki sehingga kita kita tetap tenang dalam menghadapi pelbagai kemelud dalam hidup ini. Dan secara khusus kita tidak hanyut dalam setiap kematian yang terjadi.
Yang ketiga mengenal Persekutuan dalam penderitaan-Nya artinya mempunyai hubungan/relasi dengan Kristus. Pengenalan persekutuan dalam penderitaan dengan Kristus membuat kita tidak harus berusaha menghindar atau melarikan diri dan takut menghadapi penderitaan. Yesus siap menderita dan mati di kayu salib itu. Kita tahu bahwa Yesus melakukan semua itu untuk menyelamatkan kita. Tetapi lebih daripada itu kita tidak tahu lagi. Kita tidak hanya dan harus memiliki pengetahuan tetapi bagaimana kita berada dalam persekutuan itu. Pengenalan akan persekutuan dalam Penderitaan Kristus membuat kita semakin lebih dekat pada Tuhan. Penderitaan anak-anak TUHAN adalah kemuliaan yang mereka harus terima. Kata Yesus; berbahagialah kamu jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya. Pertanyaannya bagi kita; sudahkah kita menemukan kebahagiaan itu? Kebahagiaan itu kita hanya miliki dalam persekutuan dengan penderitaan Kristus.
Saudara-saudara begitu penting pengenalan itu. Karena oleh pengenalan itu saja kita datang kepada keyakinan seperti yang Paulus katakan disini; supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati, yakni kebangkitan seperti Kristus dalam tubuh yang di permuliakan.

Amin.
Waingapu, 04 Mei 2014

 Lukas. 24: 13 – 35

Saudara – saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Nas kita dalam kebaktian ini adalah di jelaskan tentang Penampakkan Yesus kepada dua orang yang ke Emaus; yakni Kleopas dan temannya. Jarak Yerusalem ke Emaus adalah kurang lebih 11 Kilometer. Dan untuk apa keduanya pergi ke Emaus tidak di jelaskan. Dokter Lukas hanya menyampaikan bahwa dalam sepanjang perjalanan ke Emaus itu ada percakapan yang serius tentang kebangkitan Yesus. Yang kedua bagaimanakah Yesus menampakkan diri-Nya kepada Kleopas dan temannya? Dan bagaimana reaksi keduanya setelah melihat Yesus?
Kleopas dan temannya sudah mendengar Berita bahwa Yesus sudah bangkit dan hidup kembali dari perempuan-perempuan itu. Tetapi mereka tidak percaya. Kita pasti bertanya dalam hati kita: Mengapa murid-murid itu tidak percaya kepada berita kebangkitan Yesus? Mengapa Kleopas dan temannya tidak percaya bahwa Yesus sudah bangkit dan Hidup kembali? 
Dokter Lukas menjelaskan bahwat ernyata Pemahaman Mereka Tentang YESUS sebenarnya TIDAK sesuai dengan Realita atau kenyataan yang ada. Benar mereka tahu Yesus seorang "nabi" atau guru yang memiliki kuasa; yang memiliki kemampuan dan kewibawaan yang besar. Ia dapat membuat orang banyak takjub oleh Pengajaran-Nya. Ia dapat mengusir setan dan menyembuhkan banyak penyakit. Ia seorang pribadi yang dikenal tidak berkompromi dengan orang-orang Munafik. Mereka juga tahu bahwa Yesus tidak takut; IA mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Torat. Tetapi mereka tidak mengenal Dia  sebagai Mesias yang harus menderita, mati dan bangkit pada hari yang ketiga. Bagi mereka, Yesus tidak lebih dari seorang pahlawan yang gugur, yang jasa-jasa-Nya patut di kenang. Pemahaman mereka begitu kurang dan sangat terbatas. Karena itu mereka tidak mampu memaknai Berita Kebenaran yang disampaikan perempuan-perempuan itu. Sebaliknya mereka menyikapi bahwa Perempuan-perempuan itu telah membuat gempar atau geger Yerusalem dengan berita kebangkitan Yesus itu. Berita kebangkitan Yesus bukannya membuat mereka tersenyum tetapi malah sebaliknya membuat muka mereka menjadi muram. Seluruh perjalanan ke Emaus itu penuh dengan cerita tentang Yesus itu tidak menolong mereka akan bangkit dari kegelisahan dan kekecewaannya. Bahkan mereka tidak mampu dan tidak dapat mengenal bahwa orang yang bersama-sama dengan mereka adalahYesus.
Saudara-saudara yang kekasih; Siapakah Yesus bagi saudara? Saya yakin kita semua tahu bahwa Yesus adalah TUHAN dan Juruselamat. Kita memang tahu bahwa IA telah menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati.  Pemahaman kita tentang Yesus tidak lebih dari itu. Karena itu ketika kita sakit kita mencari Dia; ketika kita dalam kebuntuan kita memohon pertolongan-Nya. Singkat kata dikala kita membutuhkan DIA kita mencari-Nya. Tetapi bagaimanakah jika kita tidak membutuhkan-Nya? Masih bertekunkah kita mencari Dia dikala kesenangan kita alami atau dikala kegagalan kita alami? Apakah saudara katakan kepada Yesus dikala engkau tidak berhasil? Dikala semua Impianmu menjadi sirna?
Saudara-saudara yang kekasih, bagaimanakah Yesus menolong Kleopas dan temannya?. Dalam keadaan murung dan kecewa, Yesus hadir bagi Kleopas dan temannya. Meski mereka tidak mengenal-Nya; dengan setia dan Sabar Yesus membimbing keduanya. Dan inilah cara Yesus membimbing keduanya; pertama-tama IA bertanya pada keduanya tentang apa yang mereka perbincangkan dalam sepanjang perjalanan itu. Pertanyaan itu mengalihkan perhatian mereka kepada IA yang mengajukan pertanyaan itu. Mengapa Yesus bertanya seperti itu? Siapa sebenarnya Ia yang mengajukan pertanyaan itu? Apakah Ia orang asing? Dengan pertanyaan itu Yesus menggali apa yang ada dan bagaimana pemahaman mereka tentang Yesus yang sesungguhnya. Perhatikanlah bagaimana cara Yesus berhadapan dengan murid-murid-Nya yang murung dan kecewa. Sesudah semuanya terbuka IA baru menegur mereka sebagai orang bodoh dan lamban. Sebab Yesus sudah tahu apa yang menjadi sebab dari kemurungan dan kekecewaan mereka. Kemudian Ia menjelaskan Isi kitab suci dan menyatakan diri-Nya bahwa Ialah Yesus yang telah bangkit dan hidup kembali. Masalah demi masalah membuat banyak saudara murung dan kecewa; membuat siapapun tidak merasa nyaman dan damai. Dalam keadaan seperti itu kita harus belajar banyak dari Yesus Kristus.  Pikiran dan hati mereka yang tadinya tertutup karena keterbatasan pemahaman mereka tentang Yesus. Hati mereka yang tadinya di liputi kekecewaan, tertutup, penuh kegelisahan sekarang berkobar-kobar. Di tambah lagi ketika Yesus menyatakan diri-Nya sukacita meliputi mereka sehingga malam itu juga mereka kembali ke Yerusalem. Ternyata Ia yang bersama-sama dengan mereka adalah Yesus. Mereka kembali ke Yerusalem untuk memberitakan bahwa benar Yesus bangkit dan hidup kembali. Kegusaran, kekecewaan dan keputus asaan lenyap dari diri mereka. Yesus benar-benar mengubah hidup mereka secara totalitas. Dari hidup yang muram kepada hidup yang penuh dengan sukacita; dari hidup yang penuh dengan kekecewaan kepada hidup yang penuh dengan harapan.
Saudara-saudaraku, Betapa besar cinta kasih TUHAN kepada murid-murid-Nya. Ia tidak membiarkan mereka dalam kemurungan dan kekecewaan mereka. Tetapi IA datang menolong mereka. Ia mengangkat mereka dari keterpurukan hidup yang mereka alami. Ini menjadi kekuatan dan penghiburan bagi anak-anak TUHAN. Mungkin saja saat ini saudara merasa frustrase, tidak nyaman dan merasa hatimu tidak damai. Mungkin engkin engkau merasa tergoncang sekali atau merasa terpukul oleh peristiwa yang terjadi. Yesus Yang menyayangi anak-anak-Nya akan datang menolong kita dalam keterpurukan kita. Firman-Nya yang selalu di beritakan akan mampu membuat kita keluar dari persoalan yang kita hadapi. Karena itu saya mengajak saudara-saudara untuk selalu meluangkan waktu membaca dan merenungkan Sabda Tuhan setiap hari. Untuk setia datang mendengarkan Firman-Nya.

Amin.





Wanga, 27 April 2014

 Perjamuan Malam TUHAN yang Kudus
 Peneguhan Penetua: Kornelis Djami Lele, 2014-2018
Lukas.  23 : 56– 24:10

Saudara – saudara yang kekasih dalam TUHAN kita Yesus Kristus,
Nas kita dalam kebaktian ini di jelaskan tentang kebangkitan Yesus. Dan sehubungan dengan pokok tersebut di jelaskan tentang apa yang dilakukan perempuan–perempuan itu dan Apa yang TUHAN lakukan terhadap mereka.
Pertama-tama di jelaskan bahwa perempuan-perempuan itu datang kekubur Yesus; di jelaskan kapan atau bilamana mereka datang dan apa tujuan mereka datang kekubur Yesus. Perempuan – perempuan itu datang pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu. Mengapa? Karena pada hari Sabat mereka masih beristirahat. Pagi-pagi benar …. tidak saja berarti bahwa mereka begitu antusias, begitu bersemangat atau begitu berkobar-kobar untuk datang di kubur Yesus. Tetapi lebih dari itu siapa sebenarnya perempuan–perempuan itu sudah terkandung dalam kalimat itu. Maria dari Magdala, Yohana dan Maria ibu Yakobus dan beberapa perempuan lain (ayat 10). Perempuan-perempuan yang selalu setia mengikuti dan melayani Yesus dan murid-murid Yesus. Bd Luk. 8:1-3. Jadi apapun juga yang disampaikan atau yang di beritakan Yesus pasti mereka juga dengar. Termasuk ketika Yesus memberitakan tentang kebangkitan-Nya pada hari yang ketiga. Tetapi apa yang terjadi? Dalam tindakan dan sikap perempuan-perempuan ini sama sekali tidak mencerminkan dan tidak menjelaskan apa yang diajarkan dan di beritakan Yesus itu kepada merka. Tetapi sebaliknya dalam semangat dan perbuatan mereka, yang membawa rempah-rempah menjelaskan bahwa Yesus adalah Yesus yang mati bukan Yesus bangkit dan hidup kembali. Datang ke kubur dan membawa rempah-rempah adalah menjelaskan sikap dan tindakan yang dilakukan kepada orang mati. Mereka tidak menemukan Yesus, sekalipun mereka masuk kedalam kubur itu. Semangat dan perbuatan perempuan-perempuan ini, tentunya tidak dapat di tiru atau di teladani oleh kita. Apa yang mereka lakukan akhirnya membuat mereka sendiri bingung dan termenung. Kubur yang terbuka dan bahwa Yesus tidak ada didalam kubur itu tidak membuat pikiran mereka terbuka. Sebaliknya hal itu membuat mereka bingung dan termangu-mangu. Membuat mereka tidak tahu apa yang mereka harus perbuat selanjutnya.
Saudara-saudara yang kekasih, Apakah pesan bagi kita dari Firman Tuhan ini? Semangat yang kita miliki harusnya di dukung oleh ketekunan kita akan terus belajar Firman TUHAN. Sebab jika tidak kita akan menjadi seperti perempuan-perempuan itu. Sebab jika perempuan-perempuan itu yang selalu setia dan melayani Yesus; yang selalu ada dekat Yesus dapat melakukan sesuatu yang bertentangan dengan perkataan Yesus bahwa pada hari yang ketiga Ia akan bangkit dan hidup kembali; maka bukan tidak mungkin kita bisa saja melakukan kesalahan yang fatal yang sesungguhnya berseberangan dengan apa yang kita dengar selama ini. Ketekunan akan membuat kita terus menerus keluar dari kesalahan-kesalahan yang bakal terjadi dalam kehidupan kita. Sebab semakin bertekun kita belajar Firman TUHAN kita akan semakin melihat apa yang sesungguhnya kita perbuat. Karena itu mari kita bertanya diri; seberapa besarkah ketekunan kita dalam kita belajar Firman TUHAN?
Hal yang kedua bagaimanakah Yesus menampakan diri-Nya kepada perempuan-perempuan itu? Apakah yang dilakukan Yesus terhadap mereka? Perempuan-perempuan itu tidak dapat memaknai dengan benar bahwa kubur Yesus yang terbuka berarti Yesus telah bangkit dan hidup kembali. Sebaliknya itu membuat mereka binggung. Apa gerangan yang sedang terjadi? Mereka tidak mengerti dan memahaminya! Demikian pula ketika TUHAN mengutus ke-2 malaikat-Nya. Ini tidak membuat mereka bersukacita; paling tidak mereka bisa bertanya kepada ke-2 orang itu. Sebaliknya kehadiran ke-2 malaikat itu membuat mereka ketakutan dan menundukkan kepala. Kehadiran ke-2 Malaikat itu tidak membuat mereka keluar dari masalah yang mereka hadapi. Kebingungan yang ada pada mereka membuat mereka takut dan bahkan pasrah pada kenyataan yang bakal menimpa mereka. Kesalahan tidak akan pernah menolong kita keluar dari masalah yang kita hadapi. Sebaliknya akan membuat kita bingung, takut dan gelisah.
Saudara-saudara yang kekasih, kedua malaikat itu menegur dan mencela apa yang dilakukan Maria dari Magdala, Yohana dan Maria ibu Yakobus dan beberapa perempuan lainnya. Perkataan Malaikat yang mengatakan; "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Adalah merupakan teguran yang keras yang seharusnya membuat pikiran mereka terbuka. Maria dan kawan-kawannya telah melakukan kesalahan yang fatal. Kuburan bukanlah tempat yang benar. Yesus tidak ada didalam kuburan dan diantara orang mati. Maria dengan kawan-kawannya tidak akan mungkin dapat menemukan Yesus didalam kuburan. Sebab Yesus adalah Yesus yang hidup! Kita tidak dapat menemukan Yesus di tempat lain; kita tidak dapat menemukan Yesus dalam diri kita. Tetapi kita dapat menemukan Dia jika kita datang kepada-Nya dan bertekun pada Firman-Nya. pertanyaannya bagi kita; sudahkah saudara mencari Yesus di tempat yang benar? Apakah saudara yakin bahwa saudara sudah mencari Yesus di tempat yang benar? Kerapkali kita mencari Yesus di tempat yang salah. Ketika kita sakit kita datang pada dukun; ketika kita gagal dan tidak berhasil kita bertanyakan pada orang pintar; ketika kita berada dalam kebuntuan kita bertindak sesuai dengan keinginan kita tanpa mempedulikan Sabda-Nya. Kita tidak akan mungkin bertemu dengan Yesus karena kita berada di tempat yang salah. Cari TUHAN didalam doa-doamu. Cari Dia dalam persekutuan orang-orang Kudus yakni didalam rumah-Nya. Cari TUHAN melalui Firman-Nya.     
Selain dari menegur Mari Magdalena dan kawan-kawannya ke-2 Malikat menjelaskan bahwa Yesus bangkit. Dia sudah hidup kembali! Kubur tidak dapat menahan DIA. Sebelum kematian dan kebangkitan-Nya Yesus sudah mengatakan bahwa IA akan menanggung penderitaan, mati, dikuburkan dan bangkit pada hari yang ketiga. Sekarang baru terbuka pikiran Maria Magdalena dengan kawan-kawannya. Mereka teringat kembali pada perkataan-perkataan Yesus. Dan itu membuat mereka bersukacita dan memberitakan hal itu kepada rasul-rasul itu.
Saudara-saudara yang kekasih; begitu mulia perbuatan TUHAN bagi Maria Magdalena dengan kawan-kawannya. TUHAN mengingat, memperhatikan dan menolong mereka. TUHAN datang mengeluarkan mereka dari masalah besar yang mereka hadapi. Berita kebangkita Yesus tidak hanya membuat mereka bersukacita tetapi lebih dari itu membuat mereka harus segera kembali memberitahukan kepada rasul-rasul-Nya dan orang-orang lainnya. Mereka sangat membutuhkan berita itu. Berita itu menolong banyak orang untuk dapat keluar dari masalah yang dihadapinya. Marilah kita lihat apakah yang kita lakukan saat ini; kita telah mendengar Firman Keselamatan itu; TUHAN sudah membuat engkau lega dan membuat hatimu damai oleh Kebenaran Firman-Nya.  Maukah engkau menjadi Maria Magdalena dan kawan-kawannya untuk memberitakan Keselamatan itu kepada orang lain; kepada Isteri; suami dan anak-anakmu? Mereka membutuhkan kelegaan dan damai seperti yang Tuhan beri kepadamu! 


Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar