Waingapu, 29 Mei 2014
Kenaikan
Kisah. 1: 9 – 11
Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan Kita Yesus
Kristus,
Hari ini kita berbakti
memperingati Kenaikan Yesus ke Surga. Sebelum naik ke Suga Yesus masih 40 hari
berada di bumi. Kurang lebih Yesus masih menampakkan diri-Nya 10 kali kepada
para pengikut-Nya. Setelah itu IA baru naik ke Surga.
Dalam nas kita dijelaskan: apa
yang dilakukan Yesus sebelum IA naik ke Surga dan bagaimana IA naik ke Surga.
Pertama-tama dokter Lukas mengingatkan kembali Teofilus seorang pembesar atau
petinggi dalam kekaisaran Romawi yang telah percaya kepada Yesus; tentang apa
yang di tulisnya dalam bukunya yang pertama.yakni Injil Lukas. Secara ringkas
dokter Lukas menulis bahwa banyak hal yang di lakukan dan di kerjakan Yesus
sampai IA terangkat ke Surga. Dan semua itu kita dapat baca dalam Injil Lukas.
Bahwa dokter Lukas mengingatkan Teofilus kepada apa yang di tulisnya dalam
bukunya yang pertama adalah suatu hal yang patut kita contohi. Jika dokter
Lukas bisa mengingatkan seorang petinggi Kekaisaran Romawi kepada apa yang di
tulisnya dalam Injil-nya tentang Yesus. Maka kitapun hendaknya meneladani
dokter Lukas dalam hal ini. Kesibukan yang ada bisa membuat kita lupa akan
Kebenaran Injil itu. Jadi sewaktu-waktu kita perlu di ingatkan kembali supaya
itu tetap bertumbuh subur dan hidup terus dalam kehidupan kita. Kita perlu di
ingatkan kembali sehingga kita bisa di segarkan kembali. Cara tentu tidak
dengan kasar tetapi seperti cara yang dilakukan dokter Lukas disini.
Saudara-saudara yang kekasih,
sesudah itu dokter Lukas menulis dalam suratnya ini bahwa sebelum Yesus
terangkat ke Surga Ia telah masih memberi perlintah-Nya oleh Roh Kudus kepada
rasul-rasul yang dipilih-Nya. Dalam Injil Lukas hal itu di tegaskan dan dalam
ayat 8 pasal 1 kitab ini dokter Lukas dengan tegas menyampaikan bahwa mereka
akan menjadi saksi-Nya di Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Itulah mandat atau perintah yang di sampaikan Yesus kepada
pengikut-pengikut-Nya. Menjadi Saksi artinya memberitakan; memproklamirkan
Injil itu Injil itu harus di beritakan dimana-mana. Semua orang harus mendengar
tentang Yesus Kristus yang sudah bangkit dan telah hidup kembali. Seluruh
Yerusalem, Yudea, Samaria dan bangsa-bangsa harus mendengar Injil tentang Yesus
Kristus. Mereka harus pergi sebab mereka sudah di perlengkapi; Yesus sudah
menunjukkan diri-Nya; kurang lebih IA sudah menampakkan diri-Nya 10 kali bahkan
mungkin lebih dari 10 kali. Dan juga mereka akan di perlengkapi dengan Roh
Kudus. Artinya para murid Yesus akan menerima Roh Kudus. Dengan demikian apa yang
dikatakan Yohanes Pemandi bahwa mereka akan di permandikan dengan Roh Kudus di
genapi. Untuk itu mereka tidak boleh meninggalkan Yerusalem sampai janji itu
mereka terima. Itulah pesan dan Janji Yesus kepada para murid-Nya. Injil harus
terus di beritakan dalam kehidupan ini sampai Kerajaan Allah datang. Injil
harus terus di beritakan dalam rumah tangga, keluarga dan hingga mereka yang
belum mengenal Allah. Untuk itu tiap–tiap saat kita di bentuk dan diajar dan
Allah mengirim Roh-Nya menguatkan kita sehingga kita tidak perlu bertanya
bagaimana saya harus memberitakan Injil itu? Tidak ada alasan bagi kita untuk
mengatakan saya tidak dapat memberitakan Injil itu karena melalui Firman-Nya
kita diajar terus menerus. Para murid Yesus sudah di ajar; sudah di persiapkan
sebelum mereka diutus untuk menjadi saksi TUHAN. Apa yang mereka harus
beritakan sudah diajar Yesus. Yesus sudah memberitahukan apa yang mereka harus
lakukan. Tuhan tidak mungkin mengutus saudara; tidak mungkin mengatakan dan
memerintahkan untuk memberitakan Injil sebelum Ia mengajarkan kita terlebih
dahulu. Ia lebih dulu sudah mempersiapkan kita sebelum Ia memberi mandat untuk
memberitakan Injil itu kepada anak kita; Isteris kita; suami kita; keluarga
kita dan kepada mereka yang belum mengenal Allah.
Saudara-saudara saya yakin
kita punya keinginan yang sama seperti para pengikut Yesus bahwa Yesus segera
memulihkan Kerajaan itu artinya bahwa Yesus segera menjauhkan dan membuat salom
itu terwujud. Kita mau supaya kedamaian; kebahagiaan dan ketenteraman itu
tercipta dalam kehidupan ini. Kita mau supaya kita segera keluar dari kesukaran
dan pelbagai kemelud yang ada saat ini. Jawaban Yesus kepada para murid-Nya;
"Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa
sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus
turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh
Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Bagaimana Kerajaan Allah itu
segera datang; jadilah Saksi Yesus dengan terus memberitakan Injil itu.
Saudara – saudara yang
kekasih, sesudah menyampaikan pesan-pesan dan apa yang harus dilakukan para
murid itu; Yesus terangkat ke Surga. Murid-murid-Nya melihatnya bagaimana Ia
terangkat. Ia tidak seperti Henokh yang naik ke Sorga tanpa di saksikan orang.
Yesus tidak seperti Elia yang naik ke Surga dengan kuda dan kereta perang dan
di saksikan oleh Elisa saja. Yesus terangkat ke Surga tanpa kereta dan kuda
perang; Dia terangkat disaksikan para muris-Nya. mereka melihat hingga awan
menutupi-Nya. Berita ini ini bukan saja di tulis oleh dokte Lukas sebagai fakta
sejarah yang kebenaran tidak dapat diragukan. Hal yang lebih penting adalah
bahwa dengan terangkatnya Yesus ke Surga membuat kita semakin kokoh dalam kita
berpegang pada Janji-janji-Nya. Kita semakin yakin bahwa janji-Nya benar. Ia
pergi menyediakan tempat bagi kita dan disana Ia menjadi kepala Gereja-Nya.
Sebab itu perayaan kenaikan Yesus ke Surga hendaknya terus menguatkan dan
menghibur kita dalam segala pergumulan hidup yang saat ini kita alami.
Yesus telah terangkat ke Surga
meninggalkan muris-murid-Nya tetapi perpisahan itu tidak membuat mereka menjadi
sedih. Betaapa tidak! Kata malaikatmalaikat itu Ia akan datang kembali dengan
cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke Surga. Tidak untuk
selama-lamanya Yesus meninggalkan mereka. Hanya untuk sesaat saja, IA
meninggalkan mereka. Ia akan segera datang kembali sesuai dengan janji-Nya. Ia
akan datang lagi dalam awan-awan di langit, diiringi malaikat-malaikat-Nya,
dalam kemuliaan dan kekuasaan-Nya yang besar. Dan pada kedatangan yang kedua
ini Ia akan meminta pertanggung jawab atas tugas-tugas yang telah di
berikan-Nya kepada kita. Sebab itu hendaknya kita sebagai anak-anak Tuhan
mempersiapkan diri dengan baik untuk menunaikan tugas-tugas itu. Kita terus
memberitakan Injil itu. Kita tidak sendirian karena janji-Nya; aku menyertai
kamu hingga kesudahan alam. Pegang janji TUHAN ini dalam engkau melakukan
Tugasmu! Jangan sampai engkau lupa bahwa IA menyertaimu hingga kesudahan Alam
atau hingga IA datang lagi.
Amin.
Waingapu, 25 Mei 2014
Yohanes. 21: 1 – 14
Saudara – saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus
Kristus,
Nas kita dalam kebaktian ini
di jelaskan tentang Penampakkan Yesus kepada ke 7 murid-Nya, di Pantai Danau
Tiberias. Danau Tiberias juga disebut danau Genesaret dan danau Galilea.
Menurut catatan sejarah nama Tiberias diberi untuk menghormati Kaisar Tiberius.
Di danau Galilea ini Yesus banyak melakukan pekerjaan-Nya. Diantaranya
Yesus memanggil empat dari 12 murid-Nya yakni Simon Petrus dan saudaranya Andreas, dan dua anak Zebedeus, Yohanes dan Yakobus; selain dari itu di yakini bahwa Khotbah di Bukit, diucapkan di atas bukit yang
terletak di tepi danau Galilea. Dan banyak mujizat yang dilakukan Yesus di
danau Galilea, antara lain Yesus berjalan di
atas air, menenangkan angin
ribut, penangkapan ikan dalam jumlah besar, dan pemberian
makan 5000 orang dari 5 roti dan 2 ikan. 7 murid itu yakni
Simon Petrus, Tomas yang di sebut Didimus, Natanael, Yohanes, Yakobus dan 2
murid yang lainnya bersama-sama sepakat pergi menangkap ikan di danau Tiberias
ini. Menangkap ikan adalah pekerjaan yang biasa dilakukan oleh sebagian besar
murid Yesus sebelum mereka di panggil menjadi pengikut-pengikut Yesus. Dengan
sendirinya kita boleh mengartikan bahwa ke-7 murid itu tidak mau lagi menjadi
murid Yesus. Sebab Yohanes sebagai penulis Injil ini mencatat itu dalam Injil
nya akan menegaskan bagaimana Yesus menampakkan diri-Nya kepada mereka dan
pesan apa disampaikan Yesus dalam penampakan itu. Dan siapakah Ia setelah
kebangkitan itu?
Saudara-saudara yang kekasih,
dari ke-7 murid itu hanya beberapa orang yang kita kenal sebagai Nelayan.
Natanael dan Tomas kita tidak pernah membaca bahwa mereka disebut nelayan.
Hanya dalam pasal ini kita membaca bahwa mereka ikut bersama-sama untuk menangkap
ikan. Menarik saudara-saudara dari ke-7 murid Yesus itu kita mengenal Tomas dan
Natanael adalah dua murid yang punya kemiripan sikap yakni tidak mudah itu bisa
di yakinkan; keduanya adalah orang yang tidak mudah percaya; sementara Petrus,
Yohanes dan Yakobus adalah tiga murid Yesus yang selalu bersama-sama dengan
Yesus; yang kurang lebih memiliki kecocokan pendapat dan tujuan. Tentu
tidak mudah bahwa orang seperti Tomas dan Natanael bisa hidup dalam
kebersamaan dengan orang seperti Petrus, Yakobus dan Yohanes.Tetapi Yohanes
mencatat bahwa ada kebersamaan diantara ke-7 murid itu. Kebersamaan inilah yang
kita patut kita garis bawahi. Kebersamaan adalah sikap hidup anak-anak TUHAN
yang harus ada dalam hidup kita. Baik itu dalam pelayanan/pekerjaan kita, rumah
tangga kita maupun dalam persekutuan kita sebagai sidang TUHAN.
Kerbersamaan itu harus di pelihara sehingga terus bertumbuh subur dalam hidup
kita. Dimana kebersamaan ada apapun akan mudah di lakukan. Karena itu mari, kita melihat apakah kebersamaan itu
masih ada dalam persekutuan kita anak-anak TUHAN saat ini atau tidak? Ataukah
jangan-jangan kebersamaan itu semakin hari semakin pudar dari diri dan hidup
kita?
Saudara-saudara
yang kekasih, didanau Galilea ini Yesus datang menemui ke-7 murid-Nya; Yohanes
mencatat bahwa di pantai itu ada api dan roti yang di sediakan Yesus. Pagi-pagi
sekali dikala hari belum begitu terang, Yesus datang di pantai
danau Tiberias. Tetapi mereka tidak mengenal-Nya bahwa itu adalah Yesus. Sebab
mereka masih terlalu jauh daripada-Nya. 200 hasta=90 meter. 1 hasta = 45 cm.
Yesus bertanya kepada mereka dan menyapa mereka dengan menyebut mereka
anak-anak. Apakah mereka menangkap ikan? Dengan nada yang penuh kecewa mereka
menjawab-Nya; Tidak ada. Pekerjaan menangkap ikan pada sepanjang malam itu
begitu melelahkan dan mengecewakan mereka. Sampai pagi mereka tidak menangkap
apa-apa. Dan Yesus tahu bahwa mereka lelah dan kecewa. Dalam keadaan itu Ia mau
menolong mereka sebab itu Ia membimbing mereka dan memberi petunjuk seraya memerintahkan
supaya mereka menebarkan jalanya di sebelah kanan perahu. Mereka menaati
petunjuk dan perintah itu dan menangkap banyak ikan.bKetaatan kepada Kristus
sangat penting. Yesus membimbing, memberi petunjuk dan memerintahkan kita untuk
melakukan sesuatu dan Ia menjamin bahwa kita akan memperolehnya. Tetapi dalam
semuanya itu persoalannya adalah maukah kita menuruti dan mentaati petunjuk
yang di berikan-Nya? Keberhasilan hanya terhadi dalam ketaatan yakni ketika
kita kita mau melakukannya. Dan tidak ada yang tidak berhasil. Sebab Ia adalah
Tuhan, yang berkuasa,. Bagi-Nya tidak ada yang mustahil.
Lalu
siapakah Dia yang memerintahkan demikian menebarkan jala di sebelah kanan
perahu? Sedikitpun Yohanes tidak meragukan, ia yakin bahwa itu adalah Tuhan!
Tidak ada yang lebih berkuasa dari Tuhan. Tidak ada yang bisa memberikan
petunjuk yang tepat dan jitu.kecuali Tuhan! Di luar Dia segala petunjuk dan
saran pasti meleset dan tidak tepat sasaran. Pelaut kawakan sekalipun bisa
gagal. Mereka bisa tidak menangkap ikan sama seperti Petrus dan kawan-kawan.
Pengalaman tidak menjamin apakah seorang nelayan dapat menangkap ikan atau
tidak. Kenyataannya Petrus dan kawan-kawan tidak menangkap apa-apa. Pengalaman
dan kemahiran serta kepintaran tidak menjamin apakah saudara sukses dan
berhasil? Pengalaman dan kepintaran kita tidak dapat diandalkan. Hanya Tuhan
yang berkuasa, yang menjamin terjadinya keberhasilan dan kesuksesan. Karena itu
di butuhkan kepekaan dalam kita mendengar apa yang Tuhan katakan kepada kita
untuk melakukannya. Tuhan mungkin dan seringkali hadir dalam kehidupan kita,
memberi petunjuk kepada kita. Tetapi karena kita tidak peka pada suara Tuhan
itu kita melalaikannya dan tidak melakukan. Dia serung mengatakan bukan itu
tetapi ini yang engkau harus lakukan! Tetapi petunjuk yang di berikan-Nya
kerapkali kita tidak lakukan. Yesus adalah Tuhan yang selalu siap menolong
anak-anak-Nya dengan memberi petunjuk yang baik dan tepat dikala kita gagal dan
dalam kekecewaan. Ia tidak meninggalkan kita tetapi selalu menemui kita dengan
petunjuk-Nya yang tepat.
Hal yang
berikut; dijelaskan bahwa begitu murid-murid itu tiba didarat; mereka
melihat ada api dan roti. Apakah arti semua itu bagi murid-murid itu?
Jika pada waktu yang lalu Yesus memberi makan 5000 orang yang lapar dengan 5
potong roti dan 2 ekor ikan. Sekarang Ia menyediakan roti untuk murid-murid-Nya
yang lelah dan lapar itu. Yesus tidak hanya memberi sukacita dengan membuat
mereka berhasil menangkap ikan tetapi juga memberi mereka makan. Sebab semalam
suntuk mereka telah berjuang. Dari kebenaran Firman ini kita belajar bahwa
Yesus tidak hanya sanggup memberi keberhasilan kepada kita. IA juga sanggup
memelihara setiap anak-anak-Nya dari kelaparan. Didunia ini kita berjuang dan
berjuang! Tuntutan hidup membuat kita harus mencoba dan mencoba segala
cara untuk coba bertahan hidup. Dan harus kita akui terkadang kita berhasil
tetapi terkadang kita gagal. Dan ketika kita berhasil kita tersenyum dan
bersukacita. Tetapi ketika kita tidak berhasil dengan perasaan kecewa kita
tertunduk. Tubuh kita terasa lemas dan tidak kuat. Ditengah-tengah segala
kondisi yang kita hadapi saat itu; suara Yesus seringkali di perdengarkan di
telinga kita adakah sesuatu padamu….? Bukan Yesus tidak tahu. Dia tahu apakah
engkau punya atau tidak! Tetapi Ia mau kita tahu bahwa IA ada dan pada-Nya
segala sesuatu ada. Ia mau bahwa engkau menyadari bahwa Yesus selalu ada
menolong kita setiap saat dan ketika. Karena itu ketika engkau merasa tertekan
oleh kesulitan ekonomi, keuangan dan apa saja dalam hidup ini. Ingatlah bahwa
Yesus selalu datang tepat pada waktunya
Amin.
Waingapu, 11 Mei 2014
Filipi. 3: 10 – 11
Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan Kita Yesus
Kristus,
Nas kita dalam kebaktian ini mengatakan;
Yang
kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku
menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh
kebangkitan dari antara orang mati.
Itulah Paulus! Meski ada dalam
penjara tetap semangat dan bersukacita. Penjara yang seharusnya menjadi
permasalahan baginya seperti kebanyakan orang tidak membuat Paulus kehilangan
jati dirinya sebagai Rasul Kristus. Ungkapan yang demikian indah yang terdapat
dalam nas kita sekarang; menggambarkan kehidupan dan pelayanan Paulus sebagai
Rasul Kristus. Apa yang disampaikan Paulus dalam kedua ayat tersebut
benar-benar terjadi dan benar-benar di lakukan Paulus dalam hidupnya ketika ia
menjadi Rasul Kristus. Ia tidak hanya memberitakan Injil itu; memproklamirkan
Injil kepada orang Lain. Ia tidak hanya mengajar orang lain bagaimana mereka
dapat mengenal Kristus. Tetapi Ia juga terus melatih dirinya. Bagaimana ia
dapat mengenal Kristus itu. Dalam kitab ini ia mengatakan; “aku mengejarnya…..”
Dengan tekun (sungguh-sungguh) Paulus melakukannya. Karena itu sikap acuh tak
acuh; dingin; dan merasa puas dengan jabatannya sebagai rasul. Semua ini tidak
kita temukan pada Paulus.
Inilah Keteladanan hidup yang
harus kita belajar dari Paulus. Kita tidak harus menjadi dingin dalam menjadi
pengikut Kristus. Tetapi kita harus seperti Paulus yang tetap bertekun dalam
melakukan panggilannya. Jangan karena ada masalah, ada konflik, ada
perselisihan kita tidak bersemangat lagi untuk memenuhi tugas panggilan kita.
Kita di panggil untuk memiliki Keselamatan itu yang di kerjakan dan
dikaruniakan-Nya dengan cuma-cuma kepada kita. Tetapi bagaimana saudara bisa
yakin bahwa Keselamatan itu sudah menjadi milikmu; sedang engkau tidak setia bahkan
tidak mau belajar dari pada-Nya?
Paulus mengatakan; “Yang
Kukehendaki….”:
1. Mengenal
Yesus
2. Mengenal
Kuasa kebangkitan-Nya
3. Mengenal
Persekutuan dalam Penderitaan-Nya
Kerinduan Paulus dan
keinginannya adalah mengenal Yesus; Kuasa kebangkitan-Nya dan Persekutuan dalam
penderitaan-Nya,
Yang pertama adalah mengenal
Yesus. Mengenal Yesus secara utuh! Bukan hanya sekedar mengenal atau
mengenalnya tidak secara utuh. Ungkapan Paulus ini sedikit ganjil kedengaran di
telinga kita. Sebab kita tahu justeru karena Paulus sudah mengenal Kristus itu
ia memberitakan Injil itu. Justeru karena Paulus sudah mengenal siapa Yesus
itu; ia dapat mengajar orang lain tentang Yesus. Justeru karena ia sudah
mengenal siapa Yesus itu; ia meninggalkan apa yang dulunya menjadi
keuntungannya. Paulus sendiri juga mengatakan demi Pengenalan akan Kristus ia
melakukan itu. Jika demikian halnya lalu mengapa Ia mengatakan; Yang di
kehendakinya mengenal Yesus? Pengenalan sesuatu yang mudah pudar dan lenyap
dalam setiap pribadi anak-anak TUHAN. Adam dan Hawa bukan tidak mengenal ALLAH.
Tetapi pengenalan akan ALLAH oleh karena dosa akhirnya kabur dan hilang.
Sebagai suami – Isteri sudah saling mengenal sebab itu di teguhkan nikahnya di
Gereja. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu pengenalan itu akan pudar dan
perlahan-lahan hilang. Artinya ketidaksetiaan seseorang bisa menjadi sebab
pudarnya pengenalan itu. Dan dimana pengenalan itu sudah mulai pudar disana
secara perlahan-lahan kasih akan mulai menjadi dingin dan lambat laun perhatian
yang utuh dan pelbagai hal tadinya kita berikan seorang terhadap yang lain
perlahan-lahan akan hilang dengan sendirinya. Pengenalan adalah sesuatu yang
kita harus pelihara dan kita harus lakukan terus dalam hidup ini. Saudara
mengatakan mengenal Isteri saudara? Pertanyaannya jika engkau mengenalnya
mengapa engkau memukulnya dan meninggalkannya? Mengapa kasihmu sudah mulai
berkurang? Saudara mengatakan mengenal Yesus? Pertanyaannya seberapa besarkah
Kasihmu saat ini kepada Yesus? Ketika engkau dalam masalah mengapa engkau tidak
berseru kepada-Nya? ………. Pengenalan akan Yesus secara utuh membuat kita
mengasihi, menaati dan melakukan kehendak-Nya. Pengenalan akan Yesus membuat
kita bertumbuh dalam ketaatan dan kepercayaan yang sejati akan Tuhan. Mari kita
bertanya diri; Benarkah saya mengenal Yesus itu? Dan seperti apakah engkau
mengenal Yesus?
Hal yang kedua Mengenal kuasa
Kebangkitan-Nya. Mengapa ini penting? Kebangkitan Yesus bukan karena telah
membuat dunia gempar. Tetapi yang sangat penting adalah bahwa kebangkitan Yesus
ada sesuatu yang kita harus kenal yakni KUASA; yakni Kuasa yang bekerja dan
mampu merubah kehidupan kita menjadi baru. Kita tidak mengenal akan
adanya kuasa itu. Kuasa yang membaharui hidup kita dan yang menjadi jaminan bagi
kita bahwa bahwa kematian itu bukanlah akhir dari kehidupan anak-anak TUHAN,
sebab di balik kematian itu masih ada kehidupan. Kita mengetahui (tahu) tapi
bahwa kita mengenal kuasa itu kita tidak mililki. Karena itu kebangkitan
Kristus tidak memberi makna apa-apa bagi kebanyakan orang Kristen. Orang hanya
tahu bahwa Yesus sudah bangkit, tapi Kuasa yang terkandung dalam kebangkitan
itu belum di kenal. Kuasa Allah begitu dasyat; mengalahkan kuasa maut, kuasa
yang paling di takuti di dunia ini. Kuasa Allah inilah yang kita harus miliki
sehingga kita kita tetap tenang dalam menghadapi pelbagai kemelud dalam hidup
ini. Dan secara khusus kita tidak hanyut dalam setiap kematian yang terjadi.
Yang ketiga mengenal
Persekutuan dalam penderitaan-Nya artinya mempunyai hubungan/relasi
dengan Kristus. Pengenalan persekutuan dalam penderitaan dengan Kristus membuat
kita tidak harus berusaha menghindar atau melarikan diri dan takut menghadapi
penderitaan. Yesus siap menderita dan mati di kayu salib itu. Kita tahu bahwa
Yesus melakukan semua itu untuk menyelamatkan kita. Tetapi lebih daripada itu
kita tidak tahu lagi. Kita tidak hanya dan harus memiliki pengetahuan tetapi
bagaimana kita berada dalam persekutuan itu. Pengenalan akan persekutuan dalam
Penderitaan Kristus membuat kita semakin lebih dekat pada Tuhan. Penderitaan
anak-anak TUHAN adalah kemuliaan yang mereka harus terima. Kata Yesus;
berbahagialah kamu jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya. Pertanyaannya bagi
kita; sudahkah kita menemukan kebahagiaan itu? Kebahagiaan itu kita hanya
miliki dalam persekutuan dengan penderitaan Kristus.
Saudara-saudara begitu penting
pengenalan itu. Karena oleh pengenalan itu saja kita datang kepada keyakinan
seperti yang Paulus katakan disini; supaya aku akhirnya beroleh
kebangkitan dari antara orang mati, yakni kebangkitan seperti Kristus dalam
tubuh yang di permuliakan.
Amin.
Waingapu, 04 Mei 2014
Lukas. 24: 13 – 35
Saudara – saudara yang kekasih
dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Nas kita
dalam kebaktian ini adalah di jelaskan tentang Penampakkan Yesus kepada dua
orang yang ke Emaus; yakni Kleopas dan temannya. Jarak Yerusalem ke Emaus
adalah kurang lebih 11 Kilometer. Dan untuk apa keduanya pergi ke Emaus tidak
di jelaskan. Dokter Lukas hanya menyampaikan bahwa dalam sepanjang perjalanan
ke Emaus itu ada percakapan yang serius tentang kebangkitan Yesus. Yang kedua
bagaimanakah Yesus menampakkan diri-Nya kepada Kleopas dan temannya? Dan
bagaimana reaksi keduanya setelah melihat Yesus?
Kleopas
dan temannya sudah mendengar Berita bahwa Yesus sudah bangkit dan hidup kembali
dari perempuan-perempuan itu. Tetapi mereka tidak percaya. Kita pasti bertanya
dalam hati kita: Mengapa murid-murid itu tidak percaya kepada berita
kebangkitan Yesus? Mengapa Kleopas dan temannya tidak percaya bahwa Yesus sudah
bangkit dan Hidup kembali?
Dokter
Lukas menjelaskan bahwat ernyata Pemahaman Mereka Tentang YESUS
sebenarnya TIDAK sesuai dengan Realita atau kenyataan yang ada.
Benar mereka tahu Yesus seorang "nabi" atau guru yang
memiliki kuasa; yang memiliki kemampuan dan kewibawaan yang besar. Ia dapat
membuat orang banyak takjub oleh Pengajaran-Nya. Ia dapat mengusir setan dan
menyembuhkan banyak penyakit. Ia seorang pribadi yang dikenal tidak berkompromi
dengan orang-orang Munafik. Mereka juga tahu bahwa Yesus tidak takut; IA
mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Torat. Tetapi mereka tidak mengenal
Dia sebagai Mesias yang harus menderita, mati dan bangkit pada hari yang
ketiga. Bagi mereka, Yesus tidak lebih dari seorang pahlawan yang gugur, yang
jasa-jasa-Nya patut di kenang. Pemahaman mereka begitu kurang dan sangat
terbatas. Karena itu mereka tidak mampu memaknai Berita Kebenaran yang
disampaikan perempuan-perempuan itu. Sebaliknya mereka menyikapi bahwa
Perempuan-perempuan itu telah membuat gempar atau geger Yerusalem dengan berita
kebangkitan Yesus itu. Berita kebangkitan Yesus bukannya membuat mereka
tersenyum tetapi malah sebaliknya membuat muka mereka menjadi muram. Seluruh
perjalanan ke Emaus itu penuh dengan cerita tentang Yesus itu tidak menolong
mereka akan bangkit dari kegelisahan dan kekecewaannya. Bahkan mereka tidak
mampu dan tidak dapat mengenal bahwa orang yang bersama-sama dengan mereka
adalahYesus.
Saudara-saudara
yang kekasih; Siapakah Yesus bagi saudara? Saya yakin kita semua tahu bahwa
Yesus adalah TUHAN dan Juruselamat. Kita memang tahu bahwa IA telah
menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati. Pemahaman kita
tentang Yesus tidak lebih dari itu. Karena itu ketika kita sakit kita mencari
Dia; ketika kita dalam kebuntuan kita memohon pertolongan-Nya. Singkat kata
dikala kita membutuhkan DIA kita mencari-Nya. Tetapi bagaimanakah jika kita
tidak membutuhkan-Nya? Masih bertekunkah kita mencari Dia dikala kesenangan
kita alami atau dikala kegagalan kita alami? Apakah saudara katakan kepada
Yesus dikala engkau tidak berhasil? Dikala semua Impianmu menjadi sirna?
Saudara-saudara
yang kekasih, bagaimanakah Yesus menolong Kleopas dan temannya?. Dalam keadaan murung
dan kecewa, Yesus hadir bagi Kleopas dan temannya. Meski mereka
tidak mengenal-Nya; dengan setia dan Sabar Yesus membimbing keduanya. Dan
inilah cara Yesus membimbing keduanya; pertama-tama IA bertanya pada keduanya
tentang apa yang mereka perbincangkan dalam sepanjang perjalanan itu.
Pertanyaan itu mengalihkan perhatian mereka kepada IA yang mengajukan
pertanyaan itu. Mengapa Yesus bertanya seperti itu? Siapa sebenarnya Ia yang
mengajukan pertanyaan itu? Apakah Ia orang asing? Dengan pertanyaan itu Yesus
menggali apa yang ada dan bagaimana pemahaman mereka tentang Yesus yang
sesungguhnya. Perhatikanlah bagaimana cara Yesus berhadapan dengan
murid-murid-Nya yang murung dan kecewa. Sesudah semuanya terbuka IA baru
menegur mereka sebagai orang bodoh dan lamban. Sebab Yesus sudah tahu apa yang
menjadi sebab dari kemurungan dan kekecewaan mereka. Kemudian Ia menjelaskan
Isi kitab suci dan menyatakan diri-Nya bahwa Ialah Yesus yang telah bangkit dan
hidup kembali. Masalah demi masalah membuat banyak saudara murung dan kecewa;
membuat siapapun tidak merasa nyaman dan damai. Dalam keadaan seperti itu kita
harus belajar banyak dari Yesus Kristus. Pikiran dan hati mereka yang
tadinya tertutup karena keterbatasan pemahaman mereka tentang Yesus. Hati
mereka yang tadinya di liputi kekecewaan, tertutup, penuh kegelisahan sekarang
berkobar-kobar. Di tambah lagi ketika Yesus menyatakan diri-Nya sukacita
meliputi mereka sehingga malam itu juga mereka kembali ke Yerusalem. Ternyata
Ia yang bersama-sama dengan mereka adalah Yesus. Mereka kembali ke Yerusalem
untuk memberitakan bahwa benar Yesus bangkit dan hidup kembali. Kegusaran,
kekecewaan dan keputus asaan lenyap dari diri mereka. Yesus benar-benar
mengubah hidup mereka secara totalitas. Dari hidup yang muram kepada hidup yang
penuh dengan sukacita; dari hidup yang penuh dengan kekecewaan kepada hidup
yang penuh dengan harapan.
Saudara-saudaraku,
Betapa besar cinta kasih TUHAN kepada murid-murid-Nya. Ia tidak membiarkan
mereka dalam kemurungan dan kekecewaan mereka. Tetapi IA datang menolong
mereka. Ia mengangkat mereka dari keterpurukan hidup yang mereka alami. Ini
menjadi kekuatan dan penghiburan bagi anak-anak TUHAN. Mungkin saja saat ini
saudara merasa frustrase, tidak nyaman dan merasa hatimu tidak damai. Mungkin
engkin engkau merasa tergoncang sekali atau merasa terpukul oleh peristiwa yang
terjadi. Yesus Yang menyayangi anak-anak-Nya akan datang menolong kita dalam
keterpurukan kita. Firman-Nya yang selalu di beritakan akan mampu membuat kita
keluar dari persoalan yang kita hadapi. Karena itu saya mengajak
saudara-saudara untuk selalu meluangkan waktu membaca dan merenungkan Sabda
Tuhan setiap hari. Untuk setia datang mendengarkan Firman-Nya.
Amin.
Wanga, 27 April 2014
Perjamuan
Malam TUHAN yang Kudus
Peneguhan
Penetua: Kornelis Djami Lele, 2014-2018
Lukas. 23 : 56b –
24:10
Saudara – saudara
yang kekasih dalam TUHAN kita Yesus Kristus,
Nas kita dalam kebaktian ini
di jelaskan tentang kebangkitan Yesus. Dan sehubungan dengan pokok tersebut di
jelaskan tentang apa yang dilakukan perempuan–perempuan itu dan Apa
yang TUHAN lakukan terhadap mereka.
Pertama-tama di jelaskan bahwa
perempuan-perempuan itu datang kekubur Yesus; di jelaskan kapan atau bilamana
mereka datang dan apa tujuan mereka datang kekubur Yesus. Perempuan – perempuan
itu datang pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu.
Mengapa? Karena pada hari Sabat mereka masih beristirahat. Pagi-pagi
benar …. tidak saja berarti bahwa mereka begitu antusias, begitu
bersemangat atau begitu berkobar-kobar untuk datang di kubur Yesus. Tetapi
lebih dari itu siapa sebenarnya perempuan–perempuan itu sudah terkandung dalam
kalimat itu. Maria dari Magdala, Yohana dan Maria ibu Yakobus dan beberapa
perempuan lain (ayat 10). Perempuan-perempuan yang selalu setia mengikuti dan
melayani Yesus dan murid-murid Yesus. Bd Luk. 8:1-3. Jadi apapun juga yang
disampaikan atau yang di beritakan Yesus pasti mereka juga dengar. Termasuk
ketika Yesus memberitakan tentang kebangkitan-Nya pada hari yang ketiga. Tetapi
apa yang terjadi? Dalam tindakan dan sikap perempuan-perempuan ini sama sekali
tidak mencerminkan dan tidak menjelaskan apa yang diajarkan dan di beritakan
Yesus itu kepada merka. Tetapi sebaliknya dalam semangat dan perbuatan mereka,
yang membawa rempah-rempah menjelaskan bahwa Yesus adalah Yesus yang mati bukan
Yesus bangkit dan hidup kembali. Datang ke kubur dan membawa rempah-rempah
adalah menjelaskan sikap dan tindakan yang dilakukan kepada orang mati. Mereka
tidak menemukan Yesus, sekalipun mereka masuk kedalam kubur itu. Semangat dan
perbuatan perempuan-perempuan ini, tentunya tidak dapat di tiru atau di
teladani oleh kita. Apa yang mereka lakukan akhirnya membuat mereka sendiri
bingung dan termenung. Kubur yang terbuka dan bahwa Yesus tidak ada didalam
kubur itu tidak membuat pikiran mereka terbuka. Sebaliknya hal itu membuat
mereka bingung dan termangu-mangu. Membuat mereka tidak tahu apa yang mereka
harus perbuat selanjutnya.
Saudara-saudara yang kekasih,
Apakah pesan bagi kita dari Firman Tuhan ini? Semangat yang kita miliki
harusnya di dukung oleh ketekunan kita akan terus belajar Firman TUHAN. Sebab
jika tidak kita akan menjadi seperti perempuan-perempuan itu. Sebab jika
perempuan-perempuan itu yang selalu setia dan melayani Yesus; yang selalu ada
dekat Yesus dapat melakukan sesuatu yang bertentangan dengan perkataan Yesus
bahwa pada hari yang ketiga Ia akan bangkit dan hidup kembali; maka bukan tidak
mungkin kita bisa saja melakukan kesalahan yang fatal yang sesungguhnya
berseberangan dengan apa yang kita dengar selama ini. Ketekunan akan membuat
kita terus menerus keluar dari kesalahan-kesalahan yang bakal terjadi dalam
kehidupan kita. Sebab semakin bertekun kita belajar Firman TUHAN kita akan
semakin melihat apa yang sesungguhnya kita perbuat. Karena itu mari kita bertanya
diri; seberapa besarkah ketekunan kita dalam kita belajar Firman TUHAN?
Hal yang kedua bagaimanakah
Yesus menampakan diri-Nya kepada perempuan-perempuan itu? Apakah yang dilakukan
Yesus terhadap mereka? Perempuan-perempuan itu tidak dapat memaknai dengan
benar bahwa kubur Yesus yang terbuka berarti Yesus telah bangkit dan hidup
kembali. Sebaliknya itu membuat mereka binggung. Apa gerangan yang sedang
terjadi? Mereka tidak mengerti dan memahaminya! Demikian pula ketika TUHAN
mengutus ke-2 malaikat-Nya. Ini tidak membuat mereka bersukacita; paling tidak
mereka bisa bertanya kepada ke-2 orang itu. Sebaliknya kehadiran ke-2 malaikat
itu membuat mereka ketakutan dan menundukkan kepala. Kehadiran ke-2 Malaikat
itu tidak membuat mereka keluar dari masalah yang mereka hadapi. Kebingungan
yang ada pada mereka membuat mereka takut dan bahkan pasrah pada kenyataan yang
bakal menimpa mereka. Kesalahan tidak akan pernah menolong kita keluar dari
masalah yang kita hadapi. Sebaliknya akan membuat kita bingung, takut dan
gelisah.
Saudara-saudara yang kekasih,
kedua malaikat itu menegur dan mencela apa yang dilakukan Maria dari Magdala,
Yohana dan Maria ibu Yakobus dan beberapa perempuan lainnya. Perkataan Malaikat
yang mengatakan; "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di
antara orang mati? Adalah merupakan teguran yang keras yang
seharusnya membuat pikiran mereka terbuka. Maria dan kawan-kawannya telah
melakukan kesalahan yang fatal. Kuburan bukanlah tempat yang benar. Yesus tidak
ada didalam kuburan dan diantara orang mati. Maria dengan kawan-kawannya tidak
akan mungkin dapat menemukan Yesus didalam kuburan. Sebab Yesus adalah Yesus
yang hidup! Kita tidak dapat menemukan Yesus di tempat lain; kita tidak dapat
menemukan Yesus dalam diri kita. Tetapi kita dapat menemukan Dia jika kita
datang kepada-Nya dan bertekun pada Firman-Nya. pertanyaannya bagi kita;
sudahkah saudara mencari Yesus di tempat yang benar? Apakah saudara yakin bahwa
saudara sudah mencari Yesus di tempat yang benar? Kerapkali kita mencari Yesus
di tempat yang salah. Ketika kita sakit kita datang pada dukun; ketika kita
gagal dan tidak berhasil kita bertanyakan pada orang pintar; ketika kita berada
dalam kebuntuan kita bertindak sesuai dengan keinginan kita tanpa mempedulikan
Sabda-Nya. Kita tidak akan mungkin bertemu dengan Yesus karena kita berada di
tempat yang salah. Cari TUHAN didalam doa-doamu. Cari Dia dalam persekutuan
orang-orang Kudus yakni didalam rumah-Nya. Cari TUHAN melalui
Firman-Nya.
Selain dari menegur Mari
Magdalena dan kawan-kawannya ke-2 Malikat menjelaskan bahwa Yesus bangkit. Dia
sudah hidup kembali! Kubur tidak dapat menahan DIA. Sebelum kematian dan
kebangkitan-Nya Yesus sudah mengatakan bahwa IA akan menanggung penderitaan,
mati, dikuburkan dan bangkit pada hari yang ketiga. Sekarang baru terbuka
pikiran Maria Magdalena dengan kawan-kawannya. Mereka teringat kembali pada
perkataan-perkataan Yesus. Dan itu membuat mereka bersukacita dan memberitakan
hal itu kepada rasul-rasul itu.
Saudara-saudara yang kekasih;
begitu mulia perbuatan TUHAN bagi Maria Magdalena dengan kawan-kawannya. TUHAN
mengingat, memperhatikan dan menolong mereka. TUHAN datang mengeluarkan mereka
dari masalah besar yang mereka hadapi. Berita kebangkita Yesus tidak hanya
membuat mereka bersukacita tetapi lebih dari itu membuat mereka harus segera
kembali memberitahukan kepada rasul-rasul-Nya dan orang-orang lainnya. Mereka
sangat membutuhkan berita itu. Berita itu menolong banyak orang untuk dapat
keluar dari masalah yang dihadapinya. Marilah kita lihat apakah yang kita
lakukan saat ini; kita telah mendengar Firman Keselamatan itu; TUHAN sudah
membuat engkau lega dan membuat hatimu damai oleh Kebenaran Firman-Nya.
Maukah engkau menjadi Maria Magdalena dan kawan-kawannya untuk memberitakan
Keselamatan itu kepada orang lain; kepada Isteri; suami dan anak-anakmu? Mereka
membutuhkan kelegaan dan damai seperti yang Tuhan beri kepadamu!
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar